TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Tensi Memanas, Siswa Ukraina Sudah Diajarkan Cara Bertahan dari Invasi

Bacaan 4 menit
Tensi Memanas, Siswa Ukraina Sudah Diajarkan Cara Bertahan dari Invasi

Eskalasi militer Rusia, pelajar Ukraina terpaksa bersiap

Negeri Beruang Merah membuktikan omongannya bukan gertak sambal belaka. Per Kamis (24/2), Presiden Vladimir Putin mengesahkan deklarasi perang terhadap Ukraina. Nyatanya jauh sebelum tensi kedua negara tinggi, siswa Ukraina sudah diajarkan cara bertahan dari invasi. Seperti apa? 

Rusia Kibarkan Deklarasi Perang

Bukan tanpa alasan Rusia melakukan serangan, perlindungan perbatasan menjadi alasan. Mengutip laman Washington Post, Presiden Putin menjabarkan alasannya harus melakukan hal ini.

Siswa Ukraina Diajarkan Cara Bertahan dari Invasi

“Tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri kita sendiri. Hal yang sama sedang terjadi sekarang. Anda dan saya belum pernah diberi kesempatan untuk melindungi Rusia dan rakyat kita sebelumnya, kecuali hal yang akan kita hadapi hari ini. Situasi yang ada menuntut kita untuk bertindak tegas dan cepat. Republik Rakyat Donbas telah meminta bantuan Rusia.

Terkait hal ini, dan sesuai dengan Pasal 51 Bab VII Piagam PBB, dengan persetujuan Dewan Federasi Rusia dan Majelis Federasi, pada 22 Februari yang lalu [kami] meratifikasi hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk.

Saya membuat keputusan untuk melakukan sebuah operasi militer khusus. Tujuannya untuk melindungi rakyat yang telah diperlakukan semena-mena lewat genosida yang dilakukan rezim Kiev selama delapan tahun.

Demi tujuan tersebut, kami bertekad melakukan demiliterisasi dan denazifikasi (melepaskan pengaruh NAZI, red) di Ukraina, dan mengadili mereka yang melakukan kejahatan berdarah terhadap warga sipil, termasuk warga negara Federasi Rusia.”.

Presiden Putin juga menegaskan dirinya tidak bermaksud menguasai Ukraina. Tujuannya semata memutuskan masa depan dan melawan penjajahan yang hingga kini masih diperjuangkan oleh Donetsk dan Luhansk di daratan Ukraina.

Artikel terkait: Perdana Buat Akun Instagram, Angelina Jolie Unggah Surat Haru Gadis Afganistan

Siswa Ukraina Diajarkan Cara Bertahan dari Invasi

Siswa Ukraina Diajarkan Cara Bertahan dari Invasi

Sumber: Globe Echo

Dalam sesi bincang santai bersama CNBC Indonesia, Duta Besar Ukraina di Indonesia Vasyl Hamianin menuturkan bahwa Rusia sudah resmi memulai perang. Namun, keadaan ini tidak membuat masyarakat di Ukraina panik.

Bahkan, pelajar di negeri tersebut memang sudah dilatih untuk mempertahankan diri. Mengutip Reuters, beberapa sekolah di Kharkiv mendapatkan simulasi bagaimana cara mengidentifikasi bahan peledak.

Tak hanya itu, mereka juga mendapat bekal pentingnya rompi anti peluru dan helm. Latihan evakuasi dan pertolongan pertama juga dipegang teguh oleh remaja belasan tahun tersebut.

Spesialis pertahanan sipil Oleksandr Shevchuk mengatakan bahwa pelajaran tersebut sejatinya telah dimulai per Januari. Rangkaian bom tipuan di seluruh negeri diperkenalkan ke seluruh siswa Kiev bahkan sebelum Presiden Putin mendeklarasikan perang baru-baru ini.

“Kini, kami memberikan pelatihan itu lebih sering demi mencegah anak kami terluka. Atau jika mungkin, kematian,” ujar Shevchuk. Demi menghindari kepanikan masif, latihan ini pun diadakan sesering mungkin dan dapat dicerna generasi muda.

“Kami menunjukkan kepada mereka apa itu bahan peledak, kami biarkan mereka mencoba seragam dan rompi anti peluru. Tujuannya supaya mereka menyadari situasi yang bisa saja menimpa mereka,” lanjut Shevchuk.

Artikel terkait: Warga Korut Dilarang Tertawa 11 Hari Lamanya, Ternyata Ini Alasannya

Pelajar Menganggap Ini Hal Biasa

Siswa Ukraina Diajarkan Cara Bertahan dari Invasi

Salah satu pelajar bernama Arina Cherkasova, 15, tersenyum ketika rompi antipeluru diturunkan di atas kepalanya. Salah satu instruktur membantunya mengenakan helm oranye terang.

“Ini agak berat, dan ternyata cukup lucu melakukan ini di hadapan teman-teman,” ujar Arina. Sementara siswa lainnya, Nazar memaparkan bahwa apa yang ia dapat di sekolah sejatinya sudah ia pikirkan sejak lama.

“Kami sering membahas kapan serangan seperti ini akan terjadi. Apakah itu akan terjadi, dan apa yang harus kami lakukan jika itu terjadi. Ini jawabannya,” tukas Nazar.

Siswa di Ukraina sadar betul bahwa simulasi seperti itu relevan dengan eskalasi militer yang cukup tinggi saat ini antara negerinya dan Rusia. Namun, bukan berarti siswa tidak merasa takut.

“Menakutkan. Sangat menakutkan,” pungkas Nazar.

Kita doakan saja ya Parents supaya konflik antar dua negara ini bisa terselesaikan dengan baik tanpa lebih banyak lagi korban yang berjatuhan di kedua belah pihak.

***

Baca juga:

10 Film Perang Terbaik Sepanjang Masa, Cocok untuk Menemani Weekend!

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Taliban Bicara soal Hak Perempuan di Afghanistan, Bagaimana Reaksi Masyarakat?

Ternyata Tak Mudah, 7 Aturan Ini Harus Dipatuhi Ri Sol-ju Istri Kim Jng Un

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Tensi Memanas, Siswa Ukraina Sudah Diajarkan Cara Bertahan dari Invasi
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti