TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Taliban Bicara soal Hak Perempuan di Afghanistan, Bagaimana Reaksi Masyarakat?

Bacaan 3 menit
Taliban Bicara soal Hak Perempuan di Afghanistan, Bagaimana Reaksi Masyarakat?

Kembali nyaris menguasai Afghanistan, begini pernyataan Taliban mengenai hak asasi perempuan di negara tersebut. Begini reaksi masyarakat.

Dalam beberapa bulan terakhir mata dunia tengah tertuju pada negara Afghanistan dan pihak Taliban yang nyaris menguasai kembali negara tersebut. Pada Selasa (17/08) Taliban mengadakan jumpa pers yang membahas mengenai rencana dan janjinya. Salah satunya mengenai hak asasi perempuan ketika mereka bisa menguasai Afghanistan.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban mengungkapkan beberapa poin penting mengenai kebebasan perempuan nantinya dengan beberapa syarat. Seperti apa pernyataan yang diungkapkan juru bicara tersebut?

Pernyataan Taliban Mengenai Hak Asasi Perempuan

Taliban Bicara soal Hak Perempuan di Afghanistan, Bagaimana Reaksi Masyarakat?

(AP PHOTO/Rahmat Gul)

Dengan beberapa syarat tertentu, kelompok Taliban berjanji memberikan kebebasan pada perempuan di negara tersebut. Mujahid mengungkapkan bahwa perempuan bisa bekerja di pemerintahan yang dibangun oleh kelompoknya.

“Kami akan mengizinkan perempuan untuk bekerja dan belajar dalam kerangka kerja kami,” ujarnya, melansir BBC.

Hal ini bisa dilakukan bersamaan dengan detail aturan lainnya. Namun sayangnya, aturan-aturan tersebut tidak diungkapkan lebih jelas. Di sisi lain, pihak Taliban juga menekankan bahwa semua warga Afghanistan kini harus hidup dalam kerangka aturan agama Islam.

Di era baru yang dipimpin Taliban, perempuan akan memiliki peran yang aktif. Tetapi, Mujahid tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai aturan lain seperti aturan berpakaian maupun peran spesifik yang dimaksudkan.

Artikel Terkait: Berhasil Hindari Pernikahan Dini, Sanita Kini Perjuangkan Hak Perempuan Muda di Indonesia

Publik Masih Merasa Khawatir

Taliban Bicara soal Hak Perempuan di Afghanistan, Bagaimana Reaksi Masyarakat?

Walau jumpa pers sudah dilakukan dan pernyataan mengenai hak perempuan telah digaungkan, publik masih memiliki ketakutan tersendiri. Sebab, kelompok ini memiliki sejarah dan catatan buruk mengenai perilakunya dalam memenuhi hak perempuan ketika berkuasa di antara 1996 hingga 2001.

Pernyataan mengenai pemenuhan hak perempuan dalam konferensi pers tersebut sebetulnya melengkapi klaim sebelumnya mengenai amnesti umum. Di seluruh Afghanistan mereka mengatakan kaum perempuan akan bisa bergabung dalam pemerintahan.

Menilik sejarah, ketika masa kepenguasaannya, perempuan diwajibkan mengenakan burka yang menutupi seluruh tubuh. Di sisi lain, anak perempuan yang berusia 10 tahun ke atas dilarang untuk mengenyam pendidikan dan pergi ke sekolah.

Artikel Terkait: 7 Hak Anak di Rumah, Apakah Parents Sudah Memberikannya kepada Buah Hati?

Bandara Kabul Dilanda Kekacauan

Taliban Bicara soal Hak Perempuan di Afghanistan, Bagaimana Reaksi Masyarakat?

Pernyataan pihak Taliban pun membawa dampak yang cukup signifikan pada psikologis masyarakat. Pada Senin (16/08) terlihat adanya kepadatan berujung kekacauan masyarakat yang mencoba melarikan diri ke luar negeri.

Mereka begitu khawatir, sebab hal yang diungkapkan pihak Taliban dianggap hanya janji kosong untuk mendapatkan dukungan internasional. Beberapa beranggapan bahwa pernyataan itu hanya dianggap untuk memenangkan simpati Internasional maupun penduduk Afghanistan sendiri.

“Saya tidak percaya apa yang mereka katakan,” ujar seorang perempuan di Kabul, ibukota Afganistan, mengutip dari BBC.

“Saya menolak untuk belajar atau bekerja di bawah hukum mereka,” kata yang lain.

Artikel Terkait: 10 Hak-hak Anak yang Wajib Terpenuhi, Sudahkah Parents Melakukannya?

Tak sedikit yang beranggapann bahwa itu hanyalah pemancing agar perempuan keluar dari tempat persembunyian untuk diberikan sanksi. Di sisi lain, ada juga masyarakat yang menganggap bahwa pernyataan tersebut sebagai sebuah awal perubahan yang baik.

“Jika kita bisa bekerja dan mendapatkan pendidikan, itulah definisi kebebasan bagi saya, itu garis merah saya. Garis merah itu belum dilintasi oleh Taliban,” ujar seorang perempuan lain di Afghanistan.

“Selama hak saya untuk belajar dan bekerja dilindungi, saya tidak keberatan mengenakan jilbab. Saya tinggal di negara Islam dan saya bersedia menerima aturan berpakaian Islami,” ujar perempuan lainnya.

Itulah kabar mengenai pernyataan Talibam terkait dengan hak asasi perempuan. Kita doakan saja semoga kondisinya bisa lebih kondusif dan membaik. Kita berharap agar hak setiap orang yang tinggal di negara tersebut pun bisa terpenuhi dengan baik.

****

Baca Juga:

Cari Nama Tak Biasa untuk Anak Perempuan? Cek 150 Nama Bayi Perempuan Unik Ini

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Taliban Bicara soal Hak Perempuan di Afghanistan, Bagaimana Reaksi Masyarakat?
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti