TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

IDAI Belum Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Parents Setuju?

Bacaan 4 menit
IDAI Belum Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Parents Setuju?

"Melihat situasi dan penyebaran COVID-19 di Indonesia, saat ini sekolah tatap muka BELUM direkomendasikan," demikian salah satu imbauan dari IDAI.

Sikap IDAI terkait sekolah tatap muka yang rencananya akan dimulai pada Juli 2021 mendatang menuai banyak perhatian dari warganet. Terlebih lagi dari kalangan orangtua yang khawatir jika pembelajaran tatap muka nantinya justru bisa membahayakan anak-anak mereka.

Bukan tanpa sebab, para orangtua satu suara menyatakan pandemi COVID-19 di Indonesia belum benar-benar mereda. Mereka tentunya tidak ingin kesehatan sang buah hati akan terancam.

IDAI Belum Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Parents Setuju?

Image: Freepik

Begitu pula dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang nyatanya belum merekomendasikan sekolah tatap muka di Tanah Air. Terkait hal ini, IDAI pun memberikan pandangannya yang dikeluarkan melalui surat resmi IDAI pada Selasa (27/4/2021).

Apa saja isi dari surat IDAI tersebut? Parents jangan abai, simak penjelasannya yang telah theAsianparent rangkum di bawah ini.

Artikel Terkait: Pemerintah Targetkan Pembukaan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021

Kajian IDAI terhadap Perkembangan Terkini Pandemi COVID-19 di Indonesia

Mengutip dari laman Instagram @pandemictalks, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) @idai_ig dalam menyikapi perkembangan terkini pandemi COVID-19 dan rencana pemerintah terkait pembukaan sekolah pada bulan Juli 2021 telah melakukan kajian-kajian seperti berikut ini:

  1. Hak-hak anak berdasarkan konvensi Hak-hak Anak dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tanggal 20 November 1989 dan Keputusan Presiden Indonesia No 36 tahun 1990.
  2. Perkembangan pandemi COVID-19 secara nasional yang kembali meningkat (covid19.go.id/peta-sebaran-covid19).
  3. Ditemukannya New Variant of Coronavirus sejak bulan Maret 2021.
  4. Cakupan imunisasi COVID-19 di Indonesia yang belum mencapai target.

Berdasarkan pertimbangan kajian di atas, maka IDAI belum merekomendasikan sekolah tatap muka di Indonesia.

Imbauan atau Sikap IDAI Terkait Sekolah Tatap Muka

sikap IDAI terkait sekolah tatap muka

Image: Freepik

IDAI mengeluarkan surat edaran pada 27 April 2021. Melalui surat tersebut, IDAI memberikan imbauan mengenai pembukaan sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19. Isi dari imbauan itu, yakni:

  1. Melihat situasi dan penyebaran COVID-19 di Indonesia, saat ini sekolah tatap muka BELUM direkomendasikan.
  2. Persyaratan untuk dibukanya kembali sekolah, antara lain terkendalinya transmisi lokal yang ditandai dengan positivity rate <5% dan menurunnya tingkat kematian.
  3. Jika sekolah tatap muka tetap dimulai, maka pihak penyelenggara harus menyiapkan blended learning, anak dan orangtua diberi kebebasan memilih metode pembelajaran luring (offline) atau daring (online).
  4. Anak yang belajar secara luring maupun daring harus memiliki hak dan perlakuan yang sama.
  5. Mengingat prediksi jangka waktu pandemi COVID-19 masih belum dapat ditentukan, maka guru dan sekolah hendaknya mencari inovasi baru dalam proses belajar mengajar. Misalnya, memanfaatkan belajar di ruang terbuka seperti taman, lapangan, atau sekolah di alam terbuka.

Artikel Terkait: Uji Coba Sekolah Tatap Muka Resmi Dimulai, Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Sikap Orangtua Terkait Sekolah Tatap Muka Juli 2021

Rencana pemerintah yang akan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Juli 2021 ini juga menyedot perhatian dari masyarakat.

Di unggahan yang sama dari aku Instagram @pandemictalks, banyak orangtua yang berkomentar tidak setuju terhadap rencana pemerintah tersebut. Bahkan, ada orangtua yang lebih memilih anaknya untuk mengikuti homeschooling apabila sekolah tatap muka tetap ‘dipaksakan’ berjalan.

sikap IDAI terkait sekolah tatap muka

Image: Freepik

“Setuju, jika tetap dipaksakan sekolah tatap muka maka saya akan memilih mengeluarkan anak dari sekolah dan melaksanakan homeschooling bagi anak. Sorry, No compromise! Safe my child, safe their life,” tulis @novestenovi.

“Saya tim yang mendukung tetap daring, apa pun yg terjadi. Pokoknya enggak mau coba-coba untuk anak, daripada saya yang menyesal di kemudian hari,” komentar pemilik akun @hector_siagian.

“Setuju sekolah daring!! Bahaya banget tatap muka, demi kesehatan anak-anak kita tercinta. Semoga jadi perhatian menteri pendidikan kita,” kata @nindysarah di kolom komentar.

“Yang dewasa saja masih banyak abai dan lalai, apa yang bisa diharapkan dengan anak-anak kecil yg belum tahu apa-apa. Apa sekolah menjamin guru-gurunya pun taat protokol 100%,” tulis @yuansari.

“Kemarin anakku yg masih TK nyoba ikutan luring, dia lapor kalau pas sholat disuruh buka masker, mamak be like: what!!! Oke kita daring aja,” tulis @aci_dyahayuliastrian.

“Saya juga masih berat hati melepas anak saya belajar tatap muka di sekolah, melihat kegiatan gurunya juga yang bebas hang out sana sini jadi ngeri,” tulis @carlia_23.

Artikel Terkait: 7 Pedoman Pembelajaran Sekolah Tatap Muka 2021 agar Tetap Aman

Itulah kajian dan sikap dari IDAI terkait rencana sekolah tatap muka Juli 2021. Bagaimana dengan Parents, apakah setuju atau tidak dengan rencana pemerintah? Atau mungkin satu suara dengan IDAI? Apa pun pilihannya, semoga pandemi COVID-19 di Tanah Air segera membaik agar kita terbebas dari ketakutan untuk beraktivitas kembali layaknya sebelum virus Corona melanda dunia.

Baca Juga:

Waspada! Kasus COVID-19 pada Anak Meningkat, Banyak di Rentang Usia SD

Ini Perbedaan Gejala COVID-19 dan Flu Pada Anak Menurut Ahli, Parents Wajib Tahu!

11 Anjuran IDAI untuk Cegah Anak Terpapar COVID-19

Cerita mitra kami
Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik  Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak
Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak
Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru
Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru
San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025
San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025
1st Birthday Bash – BIRTH CLUB SEPTEMBER 2024: “Onederful World”
1st Birthday Bash – BIRTH CLUB SEPTEMBER 2024: “Onederful World”

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Cut Nadia M. Rahmah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • IDAI Belum Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Parents Setuju?
Bagikan:
  • Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik  Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak
    Cerita mitra kami

    Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak

  • Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru
    Cerita mitra kami

    Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru

  • San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025
    Cerita mitra kami

    San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025

  • Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik  Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak
    Cerita mitra kami

    Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak

  • Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru
    Cerita mitra kami

    Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru

  • San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025
    Cerita mitra kami

    San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2025. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti