Sifat Sombong Orangtua Bisa Berdampak Terhadap Perkembangan Sosial Anak

Sifat Sombong Orangtua Bisa Berdampak Terhadap Perkembangan Sosial Anak

Salah satu sifat buruk yang harus Parents hindari adalah sombong. Sifat sombong orangtua bisa membawa dampak negatif pada perkembangan sosial anak.

Parents, coba kita introspeksi adakah sifat sombong yang melekat di diri? Jika ya, sebaiknya buang sifat itu dari sekarang karena orangtua yang sombong memberi dampak negatif bagi perkembangan sosial anak.

Sifat sombong adalah memandang diri berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan lebih baik dari orang lain.

Sifat ini sangat dibenci orang, bahkan dipandang tercela dan hina di mata Allah SWT. Karenanya, orangtua yang sombong akan menyengsarakan anak. 

Penelitian Tentang Sifat Orangtua Bagi Anak

Sifat Sombong Orangtua Bisa Berdampak Terhadap Perkembangan Sosial Anak

Mengutip laman Suara (24/6/2020), sebuah penelitian terbaru mengungkap, anak dan remaja yang memiliki orangtua sombong kemungkinan besar akan menghadapi hubungan sosial yang sulit ketika tumbuh dewasa.

Hal ini dibuktikan oleh para peneliti dari Universitas Virginia, Amerika Serikat, terhadap 184 anak muda.

Dalam penelitian yang ditulis di jurnal Society for Research in Child Development, ilmuwan meneliti setiap tahun mulai dari usia para remaja 13 tahun hingga usia 32 tahun.

Setengah dari kelompok itu adalah perempuan dan separuh lainnya laki-laki. Semua peserta tinggal di daerah perkotaan dan pinggiran kota di Amerika Serikat Tenggara dan memiliki berbagai latar belakang sosial ekonomi yang beragam.

Setiap tahun, para peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang diri mereka dan orangtuanya. Ketika mereka mencapai usia dewasa, mereka juga ditanya tentang status hubungan sosial dan tingkat pendidikan yang ditempuhnya.

Para peneliti kemudian mengumpulkan informasi dari para remaja tentang seberapa mereka disukai di lingkungan sekolahnya. Mereka juga mengamati video setiap remaja saat berinteraksi dengan teman terdekatnya dan kemudian di masa dewasa ketika berinteraksi dengan kekasihnya.

Dampak Orangtua Sombong: Anak Sulit Menjalin Hubungan

dampak orang tua sombong

Pada akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa mereka yang melaporkan memiliki orangtua yang sombong saat usia mereka 13 tahun, mengalami hubungan yang kurang romantis saat usianya 27 tahun.

Selain itu, mereka yang memiliki orangtua sombong kemungkinan lebih rendah untuk memiliki hubungan pada usia 32 tahun, dan pencapaian pendidikan yang lebih rendah pada usia 32,” kata peneliti dikutip dari FOX News.

“Orangtua, pendidik, dan dokter harus menyadari bagaimana upaya orangtua untuk mengendalikan remaja justru dapat menghambat kemajuan mereka,” kata Emily Loeb, penulis utama studi tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Orangtua yang Sombong Suka Memanipulasi Anak

Loeb juga mencatat bahwa orangtua yang menunjukkan perilaku sombong sering mencoba mengendalikan anak-anak dengan cara yang mengganggu dan manipulatif. Seperti gengsi menyampaikan kasih sayang dan cinta untuk mereka. Atau meminta maaf lebih dulu pada anak jika mereka marah.

“Meskipun orangtua terus berupaya membimbing anak-anak ke arah adaptasi yang sukses, mengasuh anak secara berlebihan pada masa remaja berpotensi menghambat perkembangan secara mendasar yang tidak mudah diperbaiki,” tambah Joseph Allen, rekan penulis studi ini.

Artikel terkait: Inilah 3 Karakter Orangtua yang Bisa Membawa Anak Menjadi Sukses

5 Cara Menghilangkan Sifat Sombong Orangtua dan Dampak Buruknya

dampak orangtua sombong

Imam besar Al-Ghazali memberikan nasihat untuk mengatasi sifat sombong, yaitu:

Pertama, ketika berjumpa atau menghadapi anak-anak, anggaplah bahwa mereka lebih mulia daripada kita, orangtua. Sebagai orang dewasa, tentu kita sudah (bahkan sering) berbuat dosa, sementara anak-anak belum banyak melakukan dosa.

Kedua, jika bertemu dengan orangtua, anggaplah ia lebih mulia daripada kita karena dia sudah lama beribadah.

Ketiga, apabila berjumpa dengan orang alim, hendaklah kita menganggap dia lebih mulia daripada kita karena mereka telah memelajari dan mengetahui banyak ilmu.

Keempat, saat melihat orang bodoh, jangan meremehkannya. Anggaplah mereka lebih mulia daripada kita karena mereka melakukan dosa dalam kebodohan, sedangkan kita berbuat dosa dalam keadaan mengetahui yang mana dosanya lebih berat.

Kelima, jika melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia karena mungkin suatu hari nanti dia akan bertobat atas kesalahannya.

Nasihat Imam Al-Ghazali tersebut mengajarkan kita selalu agar rendah hati dan tidak merasa lebih baik daripada orang lain. Semoga pemaparan tentang dampak sifat orangtua yang sombong di atas dapat menjadi pengingat bagi kita sebagai orangtua.

Sumber: Suara, NU Online

Baca juga: 

Orangtua bertumbuh seiring perkembangan anaknya, Parents sudah di tahap mana?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner