Tata Cara Mendirikan Shalat Tasbih dan Manfaatnya bagi Umat Muslim

Tata Cara Mendirikan Shalat Tasbih dan Manfaatnya bagi Umat Muslim

Bisa menggugurkan dosa, inilah tata cara pelaksanaan shalat tasbih yang perlu Parents ketahui.

Ada beragam ibadah yang dianjurkan untuk menggapai keutamaan malam Lailatul Qadar dan keutamaan Ramadhan itu sendiri, salah satunya menjalankan shalat tasbih. Shalat sunah satu ini merupakan salah satu amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad mengajarkan pamannya, Abbas bin Abdul Muthallib untuk melakukan shalat tasbih agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa, berdasarkan hadis riwayat Abu Daud.

Apa Itu Shalat Tasbih dan Bagaimana Cara Melakukannya?

Shalat tasbih merupakan shalat sunah yang dilakukan dengan memperbanyak bacaan tasbih. Tasbih sendiri merupakan kalimat pujian kepada Allah SWT.

Berikut adalah kalimat tasbih :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah, walhamdulillah, wa laailaha illallah, wallahu akbar.

Artinya :

Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

Artikel Terkait : Bagaimana hukum membayar puasa bagi ibu hamil dan menyusui?

Manfaat Shalat Tasbih

shalat tasbih

Ada berbagai keutamaan bila seorang muslim melaksanakan shalat tasbih, di antaranya :

  • Menghapuskan Dosa

Setiap manusia tentunya pernah melakukan kesalahan dan dosa yang terkadang kita sadari maupun tak disadari. Melakukan shalat tasbih menurut riwayat bisa membantu menghapus dosa.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahi wa bi hamdihi 100 kali, maka Allah akan menghapuskan kesalahannya meskipun kesalahannya itu sebanyak buih dilautan,’’ (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Tasbih Merupakan Kalimat yang Dicintai Allah

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwasanya Allah SWT menyukai kalimat tasbih. Oleh karena itu, kita memang dianjurkan untuk bertasbih dan melakukan shalat tasbih.

“Suatu hari Rasulullah ditanya apakah ucapan yang paling unggul? Rasulullah menjawab:‘Yang dipilih Allah SWT terhadap para malaikat-Nya dan hamba-Nya adalah ucapan: Subhanallahi wa bihamdihi,” (HR. Muslim).

  • Menguatkan dalam Menghadapi Persoalan Besar

Setiap orang memiliki permasalahan tersendiri dalam kehidupan. Selain berusaha dengan semaksimal mungkin, Rasulullah menganjurkan umat muslim untuk turut mengimbanginya dengan berdoa serta bertasbih. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah ketika dihadapkan pada hal yang sulit.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, RA bahwa jika Rasulullah SAW menghadapi persoalan penting, maka beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil mengucapkan: Subhanallahil azhim, dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, maka beliau mengucapkan: Ya hayyu ya qoyyum,” (HR.Tirmidzi).

Artikel Terkait : Puasa saat hamil muda saat trimester pertama, berbahayakah?

  • Meningkatkan Amal

Memercayai adanya hari pembalasan kelak merupakan salah satu rukun iman. Dengan memercayainya, kita pun termotivasi untuk melaksanakan perbuatan baik yang lebih banyak dibandingkan melakukan hal-hal dosa. Salah satu amalan sederhana yang bisa membantu ialah membaca tasbih.

Rasulullah bersabda, “Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah namun memberatkan timbangan amal dan keduanya disukai oleh Allah, yaitu: Subhanallahi wa bi hamdihi subhanallahil azhim,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Waktu Pelaksaan

shalat tasbih

Pelaksanaan shalat ini bisa dilakukan kapan saja, asalkan bukan pada saat waktu yang dilarang untuk shalat. Tidak ada juga aturan khusus untuk melakukannya secara rutin. Setiap orang dibebaskan untuk melakukannya sesuai kesanggupan.

Dalam sebuah hadis riwayat Ibu Majah, Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk melaksanakan shalat sunah ini sebanyak sekali sehari. Namun, jika tidak mampu, ibadah ini dapat dilakukan sekali seminggu.

Jika belum bisa, melaksanakannya satu bulan atau satu tahun sekali juga tidak masalah. Bila belum mampu, shalat ini dianjurkan untuk dilakukan minimal sekali seumur hidup.

Jumlah Rakaat

Dalam pelaksanaannya, jumlah dikata shalat sunah ini ialah empat rakaat. Total bacaan tasbih yang dilafadzkan ialah 300 kali.

Artikel Terkait : Yuk, baca doa anjuran dari Rasulullah agar terhindar dari berbagai penyakit

Tata Cara Shalat Tasbih

shalat tasbih

Berbagai tata cara dan aturan dalam pelaksanaan salat tasbih antara lain :

  1. Berniat

Sebagaimana ibadah yang lain, berniat menjadi hal yang penting alam pelaksanaan shalat tasbih. Mulailah dengan niat di dalam hati untuk melaksanakannya karena Allah SWT. Niat yang akan dilakukan ialah sebagai berikut.

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatat-tashbiihi arba’a raka’ati lillahi taa’alaa

Artinya :

Aku berniat shalat sunah Tasbih empat rakaat karena Allah ta’ala.”

  1. Membaca takbiratul ihram
  2. Membaca surah Al-Fatihah dan surat pendek Alquran lainnya
  3. Lalu, membaca tasbih 15 kali sebelum rukuk
  4. Rukuk dan membaca tasbih 10 kali
  5. Iktidal dan membaca tasbih 10 kali
  6. Sujud pertama dan membaca tasbih 10 kali
  7. Duduk di antara dua sujud membaca tasbih 10 kali
  8. Sujud kedua dan membaca tasbih 10 kali
  9. Setelah sujud kedua, duduk istirahat atau tumaninah dengan membaca tasbih 10 kali
  10. Ulangi tata cara yang sama hingga rakaat ke empat
  11. Pada rakaat ke empat diakhiri dengan duduk takhiyat akhir dan salam

Total setiap satu rakaat membaca tasbih sebanyak 75 kali dan empat rakaat sebanyak 300 kali.

Nah, Parents itulah berbagai keutamaan dan tata cara pelaksanaan shalat tasbih. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.

Baca Juga :

6 Amalan ibadah bagi perempuan haid di bulan suci Ramadhan, apa saja?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner