TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengulik Sejarah Hari Kartini 21 April, Awal Munculnya Emansipasi

Bacaan 3 menit
Mengulik Sejarah Hari Kartini 21 April, Awal Munculnya Emansipasi

Jadi tonggak perjuangan perempuan, sejarah Hari Kartini perlu diselami anak muda masa kini.

Hari Kartini merupakan salah satu hari besar yang diperingati setiap tanggal 21 April. Hari tersebut memperingati perjuangan dari Raden Ajeng Kartini yang merupakan tokoh emansipasi wanita di Indonesia.  Ingin tahu sejarah Hari Kartini? Simak terus ya!

Sejarah Hari Kartini

Sejarah Hari Kartini

Sumber: indonesiaexpat.id

Pada zaman penjajahan Belanda, pergerakan kaum perempuan sangat dibatasi. Pada saat itu, perempuan tidak perlu memiliki cita-cita yang tinggi. 

Bahkan, pada zaman tersebut perempuan tidak perlu pergi ke sekolah untuk belajar, perempuan hanya diajarkan ilmu tata krama kepada keluarga dan masyarakat serta hanya mendapatkan ilmu rumah tangga. Mereka hanya diperbolehkan menjadi  istri yang bertugas mendampingi suami.

Namun, berkat sosok Raden Ajeng Kartini perempuan bisa seperti sekarang. Raden Ajeng Kartini merupakan seorang Pahlawan Nasional di Indonesia yang menjadi pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Raden Ajeng Kartini merupakan seorang perempuan yang berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Beliau adalah putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, yakni Bupati Jepara.

Artikel terkait: Hari Kartini – “Buat Saya Hari Kartini Itu Bikin Miris…” 

Sejarah Hari Kartini

Sumber: gudangsket.blogspot.com

Sosok Raden Ajeng Kartini  selalu suka membaca surat kabar Semarang De Locomotief. Selain itu, Kartini pun menerima leestrommel. Leestrommel adalah paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan.

Di antara ada majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, Kartini juga membaca salah satu majalah perempuan Belanda yang bernama De Hollandsche Lelie.

Saat itu, Raden Ajeng Kartini beberapa kali mengirimkan tulisannya ke De Hollandsche Lelie. Tulisan-tulisan dari Kartini bahkan dimuat oleh De Hollandsche Lelie. Permasalahan yang disoroti oleh Kartini tidak hanya yang berkaitan dengan soal emansipasi perempuan, masalah sosial umum pun termasuk hal yang disorot.

Raden Ajeng Kartini memandang bahwa perjuangan perempuan agar memperoleh kebebasan, otonomi, dan persamaan hukum merupakan bagian dari gerakan yang lebih luas. 

Artikel terkait: Sarat Makna, Sejarah Hari Anak Nasional dan Merayakannya Kala Pandemi Melanda

Perjuangan Kartini ‘Bebaskan’ Perempuan

Sejarah Hari Kartini

Sumber: yfinumucyta

Melihat kondisi para perempuan saat itu, Raden Ajeng Kartini berjuang supaya perempuan Jawa memperoleh kesetaraan. Baik dalam hal pendidikan maupun secara kehidupan. Beliau memulai perjuangannya dengan mendirikan sekolah untuk masyarakat umum di serambi dan halaman belakang rumah pendopo.

Setelah menikah, suami dari Raden Ajeng Kartini mendukung untuk mendirikan sekolah bagi para perempuan. Maka, Raden Ajeng Kartini mendirikan sekolah dengan ukuran yang lebih besar di Kantor Bupati Rembang.

Mata pelajaran yang diajarkan adalah membaca, menulis, menjahit, merenda, memasak, dan sebagainya. Sekolah tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar.

Pada tanggal 13 September 1904, Raden Ajeng Kartini dikaruniai anak yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat. Beberapa hari setelah melahirkan, Kartini menghembuskan napas terakhirnya di usia 25 tahun. Meski demikian, semangat dari Kartini masih bisa kita rasakan sampai sekarang. 

Artikel terkait: Kartini Meninggal Setelah Melahirkan karena Preeklampsia 

Sejarah Hari Kartini

Sumber: godheindesigners

Surat-surat yang dikirim Kartini ke media pun dibukukan oleh Mr. J.H Abendanon yang pada masa itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia.

Untuk mengenang sosoknya sebagai pahlawan emansipasi, didirikanlah Sekolah Kartini di berbagai daerah, seperti di Semarang, Malang, Yogyakarta, Madiun, dan Cirebon. Surat-surat yang Kartini kirimkan pada para sahabat penanya di Belanda dikumpulkan dan dibuat menjadi buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Berkat perjuangannya, peringatan Hari Kartini pun ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964 dimana Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Surat keputusan tersebut ditetapkan pada tanggal 21 April dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Kartini.

Demikian Parents sekelumit perihal Sejarah Hari Kartini. Mari kita lanjutkan perjuangan beliau dengan menjadi perempuan yang mandiri dan berdikari. Semoga kisah ini dapat menginspirasi!

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Baca juga:

5 Fakta RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan yang Meninggal di Usia Muda

22 Kutipan Inspiratif Ibu Kartini untuk Seluruh Perempuan Indonesia Masa Kini

Foto Surat Kartini di Museum Rembang, Berisi Gagasan Emansipasi Perempuan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Alifah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Mengulik Sejarah Hari Kartini 21 April, Awal Munculnya Emansipasi
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti