Bayi baru lahir ini berhenti napas setelah salah diberi obat, waspada Parents!

Bayi baru lahir ini berhenti napas setelah salah diberi obat, waspada Parents!

Setelah salah diberi obat, bayi usia satu bulan ini harus berada dalam kondisi kritis di ICU. Apa penyebab kekeliruan ini terjadi pada sang bocah malang?

Jika anak Anda salah diberi obat, kira-kira apa yang akan Anda lakukan? Semua orangtua pasti merasa cemas dan takut jika anak mereka diberikan obat yang keliru, namun sayangnya ada contoh kasus nyata ketika obat yang salah berakhir bencana.

Bagi satu keluarga di Selandia Baru, ketakutan ini menjadi nyata setelah sang apoteker yang salah membuat campuran obat menyebabkan bayi mereka yang masih berusia satu bulan berada dalam kondisi kritis.

Artikel terkait: Bocah 1 tahun nyaris tewas akibat dokter salah suntik, hati-hati Parents!

Kasus salah diberi obat yang berubah fatal

salah diberi obat 3

Menurut laporan, staf apoteker secara keliru memberikan methadone, bukannya obat yang seharusnya tertulis pada resep. Orangtua sang bayi segera melarikan anak mereka ke rumah sakit setelah mereka menemukan bayi tiba-tiba berhenti bernapas.

Methadone adalah jenis opioid yang awalnya dikembangkan sebagai obat penghilang rasa sakit yang kuat. Namun saat ini telah ditemukan penggunaannya sebagai bagian dari terapi untuk orang yang kecanduan heroin atau narkotika lainnya.

Methadone bekerja sama seperti morfin dan dapat menyebabkan kecanduan yang parah jika disalahgunakan.

Oleh karena insiden tersebut, Dewan Fasmasi Selandia Baru melakukan penyelidikan terhadap kasus salah diberi obat. Ketua dewan, Michael Bedford mengatakan bahwa ada prosedur yang harus dipatuhi oleh semua apoteker untuk menghindari insiden tersebut.

Ia menambahkan bahwa meski semua prosedur telah dijalankan, namun tetap ada faktor kelalaian manusia. Hanya saja faktor tersebut jangan dijadikan pembenaran terhadap insiden ini.

Saat ini, bayi satu bulan tersebut dalam kondisi ‘serius tapi stabil’ dan dokter berharap sang bayi akan dapat pulih sepenuhnya.

Bagaimana cara Bunda dan Ayah melindungi anak agar tidak mengalami kasus salah diberi obat?

salah diberi obat 2

Pengobatan modern telah sejak lama dilakukan. Saat ini, ada beragam jenis obat-obatan yang dapat membantu anak Anda tetap sehat serta menyembuhkan penyakitnya.

Namun, beberapa obat-obatan ini menimbulkan risiko, terutama jika diberikan dalam dosis yang salah. Bagaimana Parents bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam pemberian obat?

Berikut ini beberapa langkah yang harus diambil:

  • Pastikan untuk mengikuti jadwal pemberian obat beserta dosis yang dianjurkan. Mengikuti petunjuk dosis dan jadwal akan membantu anak terhindar dari overdosis obat.
  • Salah diberikan obat tentu amat menakutkan. Itu sebabnya Parents harus mengecek label dan memeriksa ulang dengan apoteker atau staf farmasi bahwa obat tersebut sudah sesuai.
  • Ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter atau sesuai dengan yang tertulis di label.
  • Catat semuanya. Pastikan untuk memerhatikan kapan Parents memberikan obat pada anak. Langkah sederhana ini untuk mencegah Anda memberikan dosis ganda atau berulang.
  • Gunakan obat sesuai dengan tujuannya. Jangan sembarangan berikan obat pada anak. Gunakan obat demam untuk meredakan demam, obat batuk untuk mengobati batuk dan flu. Jangan jadikan obat satu sebagai pengganti obat yang lain.
  • Konsultasikan dengan dokter anak jika Anda tidak yakin obat apa yang diberikan pada anak. Jangan takut bertanya secara detil mengenai obat apa yang diberikan. Dokter akan memberikan saran terbaik dan membantu meemastikan keselamatan anak Anda.

 

Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Catat! Ini 9 Jenis Obat yang Berbahaya untuk Bayi dan Batita

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner