Kenali 5 Penyebab Sakit Saat Ovulasi yang Membuat Bunda Sulit Hamil Ini

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sakit saat ovulasi biasa terjadi sebelum haid datang, waspadai sakit ini karena bisa menyebabkan Bunda kesulitan memiliki anak.

Beberapa perempuan mengalami sakit saat ovulasi, perasaan seperti perut ditusuk, sesuatu meletus di dalam atau tergelitik adalah salah satu tandanya. Biasanya terjadi pada awal tahapan menstruasi, dan perempuan mengeluh sakit saat ovulasi.

Beberapa wanita mungkin mengalami sakit perut atau kram di bagian bawah perut ketika mendekati menstruasi, dan hal ini dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal sebenarnya sakit saat ovulasi adalah hal yang tidak normal. Apalagi jika sakit yang dirasakan sangat parah hingga menghambat aktifitas.

Melansir dari Bellybelly, sakit saat ovulasi ternyata merupakan pertanda buruk. Karena menunjukkan ada masalah kesehatan yang harus segera ditangani. Yang bisa mengakibatkan wanita sulit memiliki anak.

Penyebab sakit saat ovulasi terjadi

Doctor Andrew Orr, seorang spesialis dalam kesehatan wanita dan pengobatan reproduksi. Dia memperingatkan bahwa sakit saat ovulasi bisa bersumber dari berbagai masalah kesehatan serius. Yang harus ditangani oleh petugas kesehatan profesional.

Beberapa penyebab umum yang mengakibatkan sakit saat ovulasi, menurut Dr. Orr adalah sebagai berikut:

1. Kista Ovarium

Sakit ketika masa ovulasi seringkali menjadi penanda adanya kista di dalam indung telur atau ovarium. Kista bisa terbentuk atau bahkan pecah ketika masa ovulasi. Wanita yang mengalami PCOS seringkali menderita sakit ketika ovulasi, dikarenakan memiliki lebih dari satu kista di dalam indung telurnya.

Artikel terkait: Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) Penyakit yang Menyebabkan Wanita Sulit Hamil

Kista ovarium disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, biasanya terjadi karena tubuh Anda resisten terhadap insulin. Bunda bisa menghindarinya dengan mengurangi konsumsi gula serta makanan yang terbuat dari gandum.

Karena gandum meningkatkan tingkat gula darah, juga pembengkakan di dalam tubuh. Doctor Orr merekomendasikan menjaga asupan makanan untuk menjaga gula darah tetap terkontrol.

Artikel terkait: Kista Ovarium; Gejala, Penyebab dan Cara Penanganannya

2. Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit yang menyerang tuba falopi dan ovarium. Penyakit ini juga menyebabkan sakit ketika Bunda dalam masa ovulasi. Gejala lainnya seperti; sakit saat berhubungan intim, migrain, sembelit, sakit kepala, pusing, dan lain-lain.

Selengkapnya: Endometriosis, Penyebab Wanita Sulit Punya Anak

3. Pelekatan jaringan karena operasi

Bila Bunda pernah menjalani operasi bedah sebelumnya, seperti operasi cesar, atau usus buntu. Pelekatan dan bekas luka pada jaringan bisa menyebabkan Bunda mengalami sakit saat ovulasi. Rasa sakit ini juga bisa disebabkan oleh ovarium yang menempel pada usus.

Hal ini bisa disembuhkan dengan operasi laparoscopy yang membantu ovarium kembali bergerak. Pil KB untuk mencegah ovulasi tidak akan mencegah Bunda mengalami sakit ini, karenanya segeralah minta operasi jika diagnosanya telah keluar.

4. Bakteri dari prosedur medis yang pernah dijalani

Rongga pelvis bisa terpapar bakteri ketika ibu menjalani operasi, atau bahkan ketika dalam proses persalinan. Hal ini menyebabkan inflamasi dan infeksi yang membuat Bunda merasakan sakit saat ovulasi.

5. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Sakit ketika ovulasi juga bisa terjadi karena infeksi menular seksual. Contohnya ialah chlamydia, yang menyebabkan inflamasi di tuba falobi, dan penyakit inflamasi pelvis yang membuat wanita bisa sangat kesakitan.

Artikel terkait: Mencukur Rambut Kemaluan, Tingkatkan Risiko Infeksi Menular Seksual

Dr. Orr menghimbau para wanita untuk tidak mengabaikan rasa sakit yang dialami ketika ovulasi. Meskipun dokter kandungan dan orang-orang di sekitar mengatakan bahwa hal tersebut adalah normal.

“Pastikan untuk menemui spesialis agar bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat, karena tidak semua orang memahami bidang ini. Apalagi jika Anda hanya periksa pada dokter umum,” papar Dr. Orr.

“Sebagai seorang spesialis di bidang kesehatan reproduksi dan kesehatan perempuan. Saya bisa memberitahu bahwa wanita tidak seharusnya merasakan sakit. Banyak wanita terjebak mitos bahwa sakit saar haid adalah normal padahal tidak,” ujarnya.

Dr. Orr juga menambahkan, meskipun dia seorang lelaki, dia juga memahami apa yang dialami oleh wanita. Semua wanita mengalami sakit saat haid dan masalah kesehatan lain, yang memicu kemandulan.

Oleh sebab itu, sakit apapun yang melibatkan organ reproduksi Bunda, sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis. Agar bisa mendapat penanganan tepat dan penyakit kronis bisa dihindari.

Semoga bermanfaat ya, Bunda.

 

Baca juga:

Benarkah Nyeri Haid Membuat Wanita Sulit Hamil?

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan