Tren Baru Kenakalan Remaja: Mabuk Air Rebusan Popok dan Pembalut

lead image

Kenakalan remaja di Belitung Timur semakin tidak masuk akal. Kini mereka menggunakan popok bayi dan pembalut wanita sebagai bahan untuk mabuk-mabukan.

Kenakalan remaja di Belitung Timur semakin tidak masuk akal. Kini mereka melakukan aksi mabuk air rebusan popok bayi dan pembalut wanita sebagai bahan untuk mabuk-mabukan.

Seperti dikutip oleh Tribunnews, Pos Belitung berhasil menjumpai seorang remaja yang pernah mabuk air rebusan popok dan pembalut.

Kujay (bukan nama sebenarnya) mengetahui bahwa popok dan pembalut bisa memabukkan setelah diberi tahu temannya di Tanjungpandan, Belitung.

“Kalau sudah mabuk, asyiknya dibawa berangin (berangin-angin), jalan jalan pakai sepeda motor. Pakai (mengendarai) motor bawaannya tegang. Biasanya pelan, tapi tegang,” ucap Kujay kepada Pos Belitung, Senin (1/8) lalu.

Mabuk air rebusan popok dan pembalut, tren di kalangan siswa SMP dan SMA

Air rebusan popok dan pembalut biasanya Kujay nikmati bersama teman-temannya yang masih duduk dibangku SMP dan SMA.

“Sekarang ini marak dikonsumsi, pagi, siang, dan sore. Terutama saat ngumpul ngumpul, biasanya kami minum di luar rumah, di tempat sepi,” kata Kujay.

Menurutnya, setelah setengah jam meminum rebusan pembalut, mulai terasa mabuk. Sensasi mabuknya bisa bertahan dua hingga tiga jam. “Rasanya pahit, kelat,” ujar Kujay.

Sama halnya dengan Kujay, Jontor (16), bukan nama sebenarnya, sudah lebih lama merasakan sensasi mabuk pembalut.

Jontor sudah kenal mabuk air rebusan popok dan pembalut sejak tahun 2015. Menurutnya, pembalut yang biasa digunakan yang jenis wing dan berwarna pink.

Jika dikonsumsi sendiri, satu atau dua lembar pembalut. Tapi kalau berramai-ramai, biasanya merebus hingga lima lembar.

Selain direbus, mabuk pembalut juga bisa dilakukan dengan cara lain. Yaitu ditetesi dengan menggunakan bensin atau alkohol, lalu dihisap atau direbus.

Kebiasan di kalangan remaja ini sudah berlangsung cukup lama sehingga sebagian dari mereka sudah mengalami kecanduan.

“Karena keseringan, bisa dibilang ya (nyandu), karena berkali kali,” aku Jontor. Bahkan seorang temannya pernah sampai menghisap bensin dari tangki motor karena kecanduan mabuk.

Padahal, zat-zat yang terkandung dalam pembalut dan popok sudah sangat berbahaya untuk dikonsumsi tanpa ditambahkan alkohol maupun bensin.