Menjanjikan hadiah puasa untuk anak, sebaiknya dilakukan atau tidak?

Menjanjikan hadiah puasa untuk anak, sebaiknya dilakukan atau tidak?

Untuk melatih anak puasa, seringkali kita meniming-imingi mereka dengan hadiah. Apakah ini hal yang tepat? Simak tanggapan pakar parenting berikut ini.

Agar si kecil yang baru 4 tahun bersedia belajar puasa sejak dini, seringkali kita menjanjikan hadiah kepada mereka. Sayangnya, sudah lama pula kita mendengar bahwa hadiah, terlebih uang, untuk hal-hal yang sifatnya memang harus si Kecil lakukan (seperti mandi, membantu orang tua, beribadah) seharusnya tidak boleh dijanjikan hadiah dalam bentuk apapun. Jadi, apa sebaiknya yang harus kita lakukan?

Menjanjikan hadiah saat mengajar balita puasa tidaklah baik.

Beri Reward untuk Puasa si Kecil, Jangan Janjikan

“Sebaiknya anak-anak tidak diiming-imingi hadiah, tapi saat dia berpuasa sampai jam berapapun langsung beri reward,” ungkap Bunda Noor Ruly Wigati, nara sumber parenting pada kelas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Reward yang disarankan pun sebaiknya hal-hal yang sederhana seperti makanan favorit.

“Setelah sebulan, boleh diberi hadiah sedikit istemewa. Yang penting hindari menjanjikan hadiah. Beri saja, setelah ia melakukan kebaikan,” papar Bunda Noor lebih jauh.

Solusi Mengajak tanpa Menjanjikan Hadiah

Lalu bagaimana agar si Kecil mau menjalani ibadah berpuasa meski tanpa hadiah? Untuk itulah mengapa perlu sekali mengkondisikan suasana rumah yang berbeda dan menarik guna menyambut bulan Ramadhan. Contoh kecil dengan menceritakan betapa meriahnya bulan puasa nanti.

Si kecil juga cenderung suka menirukan beberapa hal yang dilakukan oleh orangtua. Oleh karena itu, ada baiknya Parents menunjukkan pada anak bahwa berpuasa bukanlah suatu kegiatan yang berat dijalankan. Salah satu cara menyampaikan pesan tersebut adalah, Parents sebaiknya tidak menunjukkan rasa lelah atau pun kerap mengeluh ketika menjalan ibadah tersebut.

Lakukan dengan ikhlas dan sepenuh hati agar si kecil tidak berpikir bahwa berpuasa merupakan kegiatan yang berat dan melelahkan. Dengan demikian, anak pun ke depannya mungkin akan lebih terdorong untuk mencoba melakukan hal tersebut.

Selain itu, kegiatan seperti pergi tarawih bersama, makan bareng keluarga dengan menyajikan aneka menu spesial pun bisa menjadi jalan agar anak mau ikut serta. Apabila perlu, Parents bisa menawarkan menu kesukaan anak untuk berbuka puasa nanti agar ia lebih semangat menjalankan.

Nah, bagaimana bila sudah terlanjur menjanjikan? Sebaiknya kita tidak terlalu sering mengungkitnya. Cukup katakan bahwa hari itu kita telah bangga akan usahanya. Tidak lupa sebutkan pula bahwa Allah pasti akan semakin sayang padanya.

Ingin membaca artikel menarik lainnya?
Mengajar Balita Sholat Tarawih di Masjid
Mencegah Bau Mulut Saat Puasa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner