Bulan penuh berkah, ini langkah seru menyambut Ramadhan bersama anak

Bulan penuh berkah, ini langkah seru menyambut Ramadhan bersama anak

Umumnya anak-anak bahagia menyambut Ramadhan yang identik dengan tibanya Lebaran. Nah buat para orangtua baru, mulailah menyambut Ramadhan untuk anak dengan mempersiapkan segala sesuatunya sejak jauh hari

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Tidak hanya menambah amal ibadah, tetapi di bulan ini juga merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan anak seputar kebaikan dan keutamaan agama. Memang, menjalani puasa di bulan Ramadhan untuk anak belum diwajibkan, tetapi tidak ada salahnya Parents mengajak si kecil ikut serta dalam menyambut bulan penuh berkah ini.

Secara umum, di bulan Ramadhan ini Parents juga bisa mulai mengajarkan anak mengenai konsep tentang ibadah wajib dan sunnah. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengajarkan anak berpuasa sejak dini secara perlahan agar ilmu agama bisa lebih melekat pada si kecil saat ia beranjak dewasa.

Namun memang, untuk memulai kedua hal tersebut agaknya tidaklah mudah, Parents. Pasalnya, anak-anak terutama balita, cenderung belum bisa memaknai sesuatu secara gamblang. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa cara menyambut Ramadhan untuk anak yang sekiranya menyenangkan bagi mereka.

5 Tips seru memperkenalkan keutamaan Ramadhan untuk anak

Nah, Untuk mempermudah, berikut theAsianparent telah merangkum beberapa tips seru memperkenalkan keutamaan dalam menyambut Ramadhan untuk hati tercinta:

  • Gunakan mainan dan cerita yang menarik bagi si kecil

Anak-anak memang masih identik dengan mainan dan cerita, karena memang itulah kegemaran anak-anak. Jadi orangtua harus pandai menyelami dunia anak-anak dalam mengenalkan Ramadhan untuk anak ini kepada mereka. Salah satu cara mengenalkan Ramadhan untuk anak, orangtua dapat memilihkan cerita-cerita menarik seputar Ramadhan. Di dukung pula banyak program TV Ramadhan untuk anak yang akan menceritakan nuansa Ramadhan, misalnya Upin-Ipin. Atau orangtua juga bisa menceritakan pengalaman masa kecil seputar Ramadhan, bagaimana bahagianya mendapatkan baju baru sebagai persiapan lebaran, atau menyambut saat buka bersama dengan jalan-jalan ke taman bersama keluarga, dan kisah-kisah menarik lainnya yang bisa memotivasi anak untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan.

Orangtua juga bisa mulai menyiapkan mainan-mainan dengan tema Ramadhan, download game-game bernuansa Islami. Atau memberikan puzzle dengan gambar-gambar Islami. Orangtua juga sekalian bisa membicarakan rencana Ramadhan untuk anak dengan mempersiapkan mereka belajar berpuasa, misalnya saja dengan memberikan dorongan berupa hadiah jika anak mampu mencapai target yang direncanakan. Anggap saja karena masih dalam usia pra-sekolah ditargetkan anak bisa puasa setengah hari sebulan penuh maka akan dibelikan baju baru atau sepatu baru untuk berlebaran. Sehingga diharapkan anak-anak akan menyambut Ramadhan dengan penuh antusias.

  • Buat suasana Ramadhan di rumah menyenangkan

Biasanya untuk menyambut lebaran, orang-orang akan menata ulang rumah dan membersihkannya selama atau jelang Ramadhan. Karena saat Lebaran tiba akan banyak saudara dan teman yang saling mengunjungi, sehingga seakan sudah menjadi budaya di masyarakat, menjelang Ramadhan untuk mulai bersiap-siap membenahi rumah.

Orangtua bisa sekalian saja menata kamar si kecil dengan nuansa Ramadhan, menghiasi ruangan mereka dengan kaligrafi dan kartun muslim yang lucu. Menggantikan mainan-mainan yang bersifat umum dengan mainan-mainan bernuansa Islam. Membuat ruang khusus untuk belajar mengaji bersama, dan semacamnya.

Memasuki bulan Ramadhan, orangtua juga bisa memberikan keleluasaan buat anak yang sudah berusia sekolah untuk mengundang teman-temannya melakukan buka bersama di rumah. Libatkan anak untuk ikut menyiapkan persiapan buka sehingga akan tertanam rasa percaya diri dan dibutuhkan.

Selama Ramadhan berikan juga keleluasaan buat anak untuk ikut shalat Tarawih bersama di masjid, mengikuti tadarus Al-Quran, dan semacamnya. Hal ini akan menjadikan pengalaman tak terlupakan buat mereka di masa mendatang.

  • Tetap perhatikan pola makan anak

Jika di bulan lain, Bunda mempersiapkan makanan untuk porsi 3 kali sehari, selama bulan puasa ini, Bunda cukup mempersiapkan makanan 2 kali sehari saat Sahur dan Berbuka saja. Pergantian waktu mempersiapkan makanan pada dini hari dan menjelang Maghrib. Untuk itu Bunda juga harus memberikan gizi yang cukup buat anak-anak agar energi mereka bisa tersimpan lebih lama di dalam tubuh.

Rencanakan menu masakan jauh hari sebelumnya dan diskusikan menu apa yang diinginkan oleh mereka agar mereka juga lahap memakannya.

  • Ajak si kecil dalam setiap kegiatan selama Ramadhan

Awal bulan Ramadhan akan dimulai dengan shalat Tarawih di malam hari di masjid, ajak mereka untuk mulai mengenal Ramadhan untuk anak dengan mengikuti shalat tarawih. Beritahukan pula bahwa besok pagi sebelum subuh harus ikut bangun untuk makan sahur bersama. Sebagai motivasi buat mereka, perlihatkan makanan kegemaran mereka dan beritahukan bahwa makanan tersebut hanya boleh dimakan besok pagi sebelum waktu subuh. Mereka mungkin akan termotivasi untuk ikut makan sahur bersama.

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan si kecil

Manfaat ramadhan untuk anak ini sangat banyak, mulai dari sisi kesehatan, pendidikan, disiplin, sosial, dan lain sebagainya. Dari sisi kesehatan, puasa membuat organ-organ pencernaan beristirahat, termasuk juga sistem enzim dan hormonalnya. Kemudian organ-organ ini akan bekerja kembali dengan lebih sempurna setelah beristirahat selama sebulan.

Melatih kedisiplinan anak dalam proses Ramadhan untuk anak yaitu dalam disiplin waktu untuk bangun di malam hari, melakukan sahur, dan akan melakukan buka puasa tepat waktu di saat yang ditentukan tiba. Selain itu juga melatih mereka dalam ketaatan menjalankan perintah agama.

Melatih kejujuran, bahwa puasa atau tidaknya mereka tidak akan ada yang tahu, maka anak-anak akan terbiasa mendengarkan nurani mereka. Apakah mereka akan berbohong telah berpuasa padahal sembunyi-sembunyi mengambil makanan atau membeli jajanan di luar ataukah akan berbicara jujur bahwa mereka telah membatalkan puasa-nya. Disitu kejujuran mereka dilatih sejak dini.

Tentunya orangtua juga harus bisa menjadi detektif, jika anak ketahuan berbohong, maka peringatkan mereka bahwa berbohong merupakan dosa, orangtua juga bisa mulai mengarahkan anak-anak dengan memberikan gambaran tentang surga dan neraka, dosa dan pahala, tentunya dengan istilah yang sederhana yang bisa dipahami oleh pemikiran anak-anak.

***

Referensi: Dalam Islam

Baca juga:

Pentingnya melatih anak berpuasa sejak dini, ini cara yang bisa Parents lakukan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Tyas

app info
get app banner