Untuk semua ibu: "Tidak hanya bayi yang baru lahir, Anda juga baru lahir,"

Untuk semua ibu: "Tidak hanya bayi yang baru lahir, Anda juga baru lahir,"

Terkadang pengingat dan kekuatan yang paling kita butuhkan muncul dengan cara yang tak terduga. Seperti puisi untuk ibu berikut ini.

Terkadang pengingat dan kekuatan yang paling kita butuhkan muncul dengan cara yang tak terduga. Seperti puisi untuk ibu berikut ini.

Curahan hati seorang ibu

Saya duduk di luar di dek rumah kami sembari perlahan-lahan menyeruput teh yang direkomendasikan seseorang untuk membantu saya mengurangi produksi ASI saya.

Ya, sudah beberapa waktu yang lalu saat saya mengalami masa-masa sulit. Di mana saya membawa putri bungsu saya pulang dari rumah sakit setelah dia masuk di NICU.

Saat itu saya merasa dikalahkan atas segalanya.

Untuk semua ibu:

Ini adalah bayi kelima saya dan dalam pikiran saya, saya seharusnya sudah mengetahui semuanya tentang parenting, bukan? Namun sebaliknya, saya justru merasa kesulitan.

Saya sangat kelelahan sampai ke tulang belulang. Anak-anak saya yang lebih tua merasa diabaikan.

Dan bukan bayangan bayi baru lahir yang membahagiakan, saya justru membayangkan berbulan-bulan kehamilan yang sulit dan menyedihkan.

Saya mengalami mastitis lagi, bayi saya tidak bisa disusui, saya tidak ingin berhenti berusaha untuk merawat dan memberikannya yang terbaik.

Namun setelah tiga antibiotik dan konsultasi dengan dua konsultan laktasi yang berbeda, sepertinya saya harus melakukannya.

Jadi, itulah saya. Mencoba semua solusi berbeda yang saya temukan di dalam internet untuk mengurangi produksi ASI saya.

Saya telah melakukan semuanya, mulai dari dekongestan, penurunan waktu pompa, mengonsumsi daun kol, menggunakan minyak esensial, dan teh ini.

Ketika saya hendak menikmati waktu teh saya di malam hari, saya tanpa sengaja membalikkan kantong teh tersebut untuk melihat sebuah pesan puitis yang tercetak di atasnya.

“Kepada ibu dari bayi yang baru lahir: Jangan lupa kamu juga baru lahir.”

Setelah itu aku menangis.

puisi untuk ibu 1

Puisi untuk ibu.

Bagaimana bisa saya tidak pernah berpikir seperti itu? Dan bukankah itu sangat benar, entah apakah itu bayi pertama atau kelima Anda?

Tidak pernah ada pengalaman yang sama. Setiap bayi yang baru lahir di keluarkan Anda akan  memiliki tantangannya sendiri, masalahnya sendiri, dan perjuangannya sendiri.

Saya mungkin telah melahirkan empat kali dan saya mungkin memiliki pengalaman sebagai seorang ibu.

Namun saya belum pernah menjadi ibu dalam keadaan seperti ini, dengan anak-anak ini pada usia ini, dan dengan bayi ini.

Dengan kata lain, saya adalah ibu baru lagi.

Artikel terkait: 20 Bukti Anda adalah ibu hebat

Ya, ini mungkin terdengar konyol. Namun ketika melihat pesan di kantong teh itu, saya menyadari betapa salahnya saya dalam pendekatan saya sebagai ibu.

Saya telah mengatakan pada diri sendiri bahwa saya harus lebih baik dalam hal ini karena saya telah melakukannya sebelumnya. Saya jadi lebih keras pada diri saya sendiri, daripada mengambil pelajaran yang telah saya pelajari sebelumnya dan memberikan diri saya waktu untuk menyesuaikan diri.

Apakah saya belajar sesuatu? Sepertinya tidak.

Tetapi saya menyadari bahwa itu belum terlambat, saya bisa mulai saat ini juga dengan menyadari bahwa sebagai ibu dari bayi yang baru lahir, saya baru saja dilahirkan sebagai ibu lagi.

Mungkin saya bukan ibu baru untuk pertama kalinya, tetapi saya adalah ibu baru dari bayi ini dan ibu baru bagi semua anak saya lainnya.

Saya adalah seorang ibu yang baru lahir pada tahap ini. Dalam hidup saya dan itu layak untuk diakui juga.

Puisi untuk ibu yang menyentuh

Untuk semua ibu:

Jadi, inilah pesan saya kepada semua ibu di luar sana yang baru saja memiliki bayi:

Untuk ibu yang baru saja menyambut bayi pertamanya,

Kepada ibu yang baru saja menyambut bayi kelimanya,

Untuk ibu yang baru saja menyambut bayi setelah dia pikir dia sudah cukup memiliki bayi,

Kepada semua ibu yang baru saja menerima telepon dari agen adopsi,

Untuk ibu yang baru tahu bayinya memiliki kebutuhan khusus,

Kepada seorang ibu yang bayinya baru saja masuk ke NICU,

Untuk ibu yang baru saja memiliki anak kembar,

Kepada seorang ibu yang baru tahu dia hamil,

Untuk ibu yang baru saja kembali bekerja,

Kepada ibu yang baru saja memutuskan tinggal di rumah,

Untuk ibu yang menggunakan susu formula,

Dan untuk ibu yang sedang menyusui,

Untuk semua ibu:

Ingat saja: Kita baru dilahirkan dengan cara kita sendiri. Kita akan mendapatkan kebijaksanaan, pengalaman, dan pengetahuan dari waktu ke waktu.

Namun kenyataannya adalah, tidak ada satu titik pun dalam peran sebagai ibu yang kita ketahui persis benar atau salahnya. Apa yang kita lakukan setiap hari membawa sesuatu yang baru.

Dalam arti tertentu, kita selalu bayi yang baru lahir sebagai ibu.

Dan sama seperti kita memperlakukan bayi baru lahir kita dengan kelembutan, cinta, dan perhatian (dan banyak istirahat dan makanan!) Kita perlu ingat untuk melakukan hal yang sama untuk diri kita sendiri.

Karena bayi Anda bukan satu-satunya yang perlu belajar cara mereka hidup di dunia ini mulai sekarang. Mereka membutuhkan Anda untuk memimpin jalan mereka,”

***

Sungguh indah dan menyentuh ya puisi untuk ibu ini Bun.

Artikel ini dilansir dari tulisan Chaunie Brusie dalam Healthline.

Baca juga

Curahan Hati Seorang Ibu, "Aku adalah Tipe Ibu yang dibenci oleh Internet"

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner