Jangan takut jadi petani! Program Petani Muda ciptakan petani lebih terampil dan modern

Jangan takut jadi petani! Program Petani Muda ciptakan petani lebih terampil dan modern

Program Petani Muda yang digagas oleh Bango dan The Learning bertujuan untuk melahirkan para petani muda yang lebih berwawasan dan terampil, sehingga mereka pun dapat memiliki masa depan yang baik.

Menilik pada kondisi kelezatan kuliner Indonesia yang mulai tergerus, Bango dan The Learning Farm melakukan kolaborasi dengan menggagas Program Petani Muda. Program ini diadakan untuk melestarikan citarasa kuliner Indonesia yang sangat variatif.

Dibentuknya Program Petani Muda yaitu untuk memberdayakan generasi muda di Indonesia. Tujuannya agar mereka menjadi anggota masyarakat yang independen, berkontribusi dan bertanggung jawab melalui bidang pertanian.

“Makanan Indonesia membutuhkan bahan baku yang memang berasal dari Indonesia, itulah alasannya dibutuhkan peran petani. Harus ada usaha untuk menghasilkan kualitas yang terbaik,” ujar Nando Kusmanto, Senior Brand Manager Bango.

Artikel terkait : 5 Manfaat punya cita-cita bagi si kecil, Parents wajib tahu nih!

Program Petani Muda

Pihak Bango, The Learning Farm dan peserta Program Petani Muda yang sedang menjelaskan Program Petani Muda kepada wartawan dan konsumen

Selain itu, program ini pun bermaksud meregenerasi profesi petani, guna memenuhi ketersediaan bahan makan. Pasalnya, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan jika dalam waktu 2 tahun (2016-2018) ada penurunan jumlah petani yang signifikan sebanyak 4 juta petani.

Program Petani Muda: Mengubah pola pikir masyarakat tentang profesi petani

Bisa dibayangkan gak sih, Bun, bagaimana jika petani Indonesia jumlahnya semakin menurun dari tahun ke tahun? Apakah kita masih bisa makan enak dan sehat?

Menurut penjelasan Nona Pooroe Utomo selaku Executive Director The Learning Farm Indonesia, alasan jumlah petani semakin menurun karena sebagian besar orangtua tidak ingin anaknya menjadi seorang petani. Bahkan, termasuk para orangtua yang juga berprofesi sebagai petani.

“Harus ada tindakan nyata untuk keberlanjutan pertanian di Indonesia, karena regenerasi petani itu sulit. Petani kalau ditanya anaknya mau jadi apa, mereka inginnya ya anaknya tidak seperti mereka (menjadi petani), kalau begini terus, siapa yang garap lahan kita?,” ujar Nona dalam acara Media Gatering pada Rabu, 13 November 2019.

Program Petani Muda

Salah satu tim dari The Learning Farm sedang menjelaskan tentang salah satu perkebunan yang ada di sana

Untuk batch pertama program ini dilaksanakan sejak Oktober 2019 hingga Januari 2020 atau selama 100 hari. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kurikulum yang dikembangkan oleh Bango dan The Learning Farm.

Di antaranya yaitu 60% materi pertanian yang terbagi dalam empat kelompok besar, yaitu tanah, budidaya tanaman perikanan dan ternak. Lalu, pemupukan dan pengendalian hama, serta analisa usaha tanam.

Kemudian, 40% materi lainnya berfokus pada pengembangan soft skills, seperti manajemen waktu dan keuangan, wirausaha, gaya hidup sehat, Bahasa Inggris, komputer dan komunikasi.

Harapan dari adanya Program Petani Muda

Para peserta yang dapat tergabung dalam program ini adalah mereka anak-anak muda yang rentang usianya di antara 15 hingga 25 tahun. Serta, anak-anak yang mengalami kondisi ekonomi menengah ke bawah dan datang dari wilayah bencana maupun konflik.

“Kita berniat untuk mengembalikan lagi hasrat untuk bertanam, meyakinkan kalau masih bisa hidup dengan menjadi petani. Intinya membangun keyakinan kalau dengan bertani masih bisa hidup,” ungkap Nona yang ditemui di Cianjur, Jawa Barat.

Program Petani Muda

Para petani muda yang sedang tekun berkebun di rumah The Learning Farm

Setelah program ini selesai, para peserta diharapkan dapat kembali ke kampung halaman mereka untuk menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan. Sekaligus membangun minat generasi muda di sekitar mereka untuk menekuni profesi bertani demi terwujudnya regenerasi petani yang berkelanjutan.

“Ingin mengajarkan generasi petani untuk tetap terinspirasi menjadi petani dengan cara sustainable,” kata Nando.

Demikian informasi terkait Program Petani Muda, semoga program ini dapat berjalan sesuai rencana dan menghasilkan para petani muda yang bermanfaat untuk lingkungannya.

Baca juga :

Memupuk Cita-Cita Anak Sejak Dini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner