2 Profesi Impian Anak-anak Masa Kini yang Belum Ditemukan di Zaman Kita

2 Profesi Impian Anak-anak Masa Kini yang Belum Ditemukan di Zaman Kita

Apa sih cita-cita atau pekerjaan impian Parents semasa kecil? Untuk Parents yang lahir di tahun 1980-an, sebagian besar pasti menjawab Dokter, Pilot, Arsitek atau Insinyur, dan banyak pula yang ingin menjadi Guru. Apakah anak-anak kita yang lahir di era yang berbeda masih memiliki cita-cita yang sama?

Beberapa penelitian yang dilakukan pada anak-anak generasi Z mengungkap bahwa anak-anak masa kini kebanyakan lebih menunjukkan minat terhadap bidang IT (informasi teknologi), dan ingin menjadi game developer, application developer atau website developer, lho!

Ternyata, perkembangan zaman mempengaruhi bidang pekerjaan yang dianggap menyenangkan dan memiliki pengaruh terhadap lingkungan oleh anak-anak kita. Masih dalam ranah informasi teknologi, profesi yang secara mengejutkan juga menjadi impian beberapa anak adalah menjadi Vlogger atau YouTube content creator, dan Selebgram!

Perkembangan Teknologi dan Kecerdasan Anak

Dengan teknologi yang berkembang begitu pesat, beberapa Parents mungkin sudah mengenalkan penggunaan gadget untuk si Kecil, baik sebagai alat bantu edukasi, hingga sarana hiburan. Anak-anak yang telah mengenal internet sejak dini, terpapar informasi yang lebih banyak dibanding saat Parents kecil, dan karenanya mengenal profesi-profesi yang bahkan tidak terbayangkan oleh Parents ketika kecil dulu.

Dengan banjir informasi ini, tak dapat dipungkiri ada beberapa kelebihan yang dielu-elukan beberapa orang tua, seperti misalnya anak yang lebih cepat mengenal kata-kata dan berbahasa, dan lebih banyak mengenal hal-hal, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa.

Seringkali kita lihat di televisi mengenai anak-anak berbakat yang pandai menghapal seperti ensiklopedi berjalan, atau pandai berhitung seperti komputer manusia. Anak-anak dengan kecerdasan nalar atau IQ tinggi pun dipuji-puji dan menjadi dambaan para orang tua.

Apakah IQ yang terpenting?

Untuk profesi apapun yang dicita-citakan anak, bekal IQ saja tidak cukup untuk menyiapkan dirinya menghadapi masa depannya. Tahukah Parents, anak-anak yang lebih sukses saat dewasa biasanya memiliki disiplin diri yang tinggi. Tak perlu jauh-jauh, ketika si kecil nanti mulai masuk sekolah, anak-anak yang mampu mengikuti pengajaran di kelas biasanya tidak berhubungan dengan IQ-nya.

Nilai yang didapatkan anak di sekolah biasanya lebih berhubungan dengan kesungguhan anak dalam mengikuti pelajaran.

Paul Tough, seorang penulis, pembicara, dan jurnalis dalam bukunya “How Children Succeed: Grit, Curiosity, and the Hidden Power of Character” mengungkap bahwa conscientiousness atau kesadaran baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan di sekitarnya, merupakan faktor utama yang memengaruhi kesuksesan anak ketika ia nanti telah dilepas untuk hidup di dalam masyarakat.

Dan ini bukan hanya menyoal pendidikan atau pekerjaan, tapi juga kemampuannya membantu menyelesaikan masalah orang lain, hingga hubungannya dengan sesama.

Children See, Children Do

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Namun, kita tak selalu bisa mendampingi si Kecil ketika ia beranjak dewasa nanti. Karena itu, semua orang tua tentu ingin agar dapat melepas anaknya ke dunia dengan penuh persiapan. Ketika si Kecil memiliki kecerdasan IQ, EQ, dan SQ, maka ia telah memiliki “Tanggap yang Lengkap” dan siap untuk menghadapi dunia.

Artikel terkait : Pentingnya Meningkatkan IQ Sekaligus EQ Anak Sejak Dini

Sederhananya, sebaiknya Parents tak hanya melatih si Kecil agar berprestasi di bidang akademis saja, tapi juga melatih anak agar memiliki empati atau rasa peduli, dan tanggap bersosialisasi atau suka berbagi dengan sesama.
Melatih empati dan rasa tanggap si kecil bisa dimulai dengan cara yang paling sederhana.

Jika Parents sering membacakan buku cerita sebelum tidur untuk si Kecil, Parents bisa mulai memilihkan buku yang tak sekadar bertema dongeng, tapi juga mendorong nilai empati dan sosialisasi pada anak.

Children see, children do” mungkin merupakan pepatah yang paling tepat untuk pendidikan anak dalam keluarga. Melatih anak agar cepat tanggap, memiliki rasa peduli, dan tanggap bersosialisasi juga harus mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Orang tua adalah panutan anak, yang perilakunya mereka lihat lebih sering daripada orang lain dalam kesehariannya, dan tanpa sadar mereka tiru. Parents sendiri harus memberi stimuli melalui tingkah laku Parents saat berhadapan dengan situasi yang menonjolkan rasa peduli. Seperti saat menolong asisten rumah tangga; dan situasi yang menunjukkan ketanggapan bersosialisasi, misalnya ketika Parents berbagi makanan dengan tetangga.

Artikel terkait : 5 tanda anak memiliki kecerdasan emosional, si kecil sudah punya belum, Bun?
Nutrisi untuk Dukung Tanggap yang Lengkapnya si Kecil

Parents tak hanya berperan dalam memberi stimulasi untuk perkembangan otak, emosi, dan kemampuan sosial anak, tapi juga dalam memberi nutrisi yang tepat untuk mendukung si Kecil menjadi anak hebat dengan “Tanggap yang Lengkap”.

Dalam usia perkembangan anak, Parents mungkin telah mengenal penggunaan minyak ikan yang sering diberikan oleh orang tua kita, semasa Parents kecil dulu. Tapi apa sebenarnya manfaat minyak ikan?

Pemberian minyak ikan untuk anak sebenarnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak Omega-3 yang sangat penting agar tubuh berfungsi optimal. Dr. Frank Sacks, Profesor Pencegahan Penyakit Kardiovaskular dari Departemen Gizi, Harvard School of Public Health mengungkapkan bahwa asam lemak Omega-3 adalah asam lemak tak jenuh ganda yang merupakan nutrisi penting untuk kesehatan.

Kita membutuhkan asam lemak omega-3 untuk berbagai fungsi tubuh, seperti mengontrol pembekuan darah dan membangun membran sel di otak¹.

Selain Omega-3, kita juga mengenal Omega-6 yang merupakan asam lemak tak jenuh ganda dan juga merupakan asam lemak esensial. Dalam jurnal kesehatan yang ditulis oleh Kapoor R. dan Huang YS, omega-3 dan omega-6 memegang peran penting karena menghasilkan molekul modulator yang kuat untuk respon inflamasi². Karena itu, Omega 3 dan 6 adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel dan mengendalikan peradangan.

Selain asam lemak tak jenuh ganda, sudah menjadi pengetahuan umum pula bahwa si Kecil membutuhkan vitamin dan mineral untuk partumbuhan tubuhnya. Seperti Vitamin A yang dapat membantu mempertahankan keutuhan lapisan permukaan mata, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan. Vitamin D yang dapat membantu penyerapan kalsium, dan Kalsium yang membantu dalam pembentukan dan mempertahankan tulang dan gigi (BPOM, 2016).

Yang terakhir namun tak kalah penting adalah prebiotik. Konsep prebiotik dikenalkan pada 1995 oleh Gibson dan Roberfroid. Konsumsi prebiotik menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas mikroba yang baik bagi saluran pencernaan.

International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP) menyebutkan tiga kriteria untuk prebiotik, yaitu:

1. Resisten terhadap degradasi oleh asam lambung, enzim pencernaan atau hidrolisis,
2. Dapat difermentasi oleh mikroorganisme dalam saluran pencernaan, dan
3. Menstimuli secara selektif pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan dalam saluran pencernaan.

Oligosakarida yang telah banyak digunakan sebagai prebiotik dan memenuhi persyaratan di atas adalah GOS (Galaktooligosakarida) dan FOS (Fruktooligosakarida)³.

Perpaduan formula Minyak ikan, Omega 3, Omega 6, FOS:GOS, dan didukung oleh Vitamin dan Mineral merupakan nutrisi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Mengapa demikian? Jika tumbuh kembangnya baik, maka si Kecil pun dapat menerima informasi dan stimulasi yang Ibu berikan secara optimal. Sehingga si Kecil dapat tumbuh dengan Tanggap yang Lengkap, yaitu tumbuh Cepat Tanggap, mampu menunjukkan Rasa Peduli, serta Tanggap Bersosialisasi.

Karena itu, pastikan Parents memberikan nutrisi tepat yang dibutuhkan si Kecil. Perpaduan stimulasi dan nutrisi yang tepat dari Parents, dapat mendukung anak menjadi Anak Hebat dengan “Tanggap yang Lengkap”, yaitu tak hanya cepat tanggap, namun juga memiliki rasa peduli, dan rasa tanggap bersosialiasi yang tinggi. Cari tahu mengenai nutrisi tepat untuk dukung Tanggap yang Lengkap di sini.

Note:

¹ Sacks, Dr. Frank. “Ask the expert: Omega-3 fatty acids”. hsph.harvard.edu.
https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/2007/06/19/ask-the-expert-omega-3-fatty-acids/ (accessed April 13, 2018)

² Kapoor R. and Huang YS. “Gamma linolenic acid: an antiinflammatory omega-6 fatty acid”. Ncbi.nlm.nih.gov. www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17168669 (accessed April 13, 2018).

³ Nuraida, Dr. Lilis. “Prebiotik dalam Susu Formula”. Himalogin.lk.ipb.ac.id. http://himalogin.lk.ipb.ac.id/2013/02/17/prebiotik-dalam-susu-formula/ (accessed April 14, 2018)

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner