TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Perlukah PR untuk Anak TK dan Pra-sekolah?

Bacaan 4 menit
Perlukah PR untuk Anak TK dan Pra-sekolah?

Perlukah anak TK dan Pra-sekolah menerima dan mengerjakan PR dari sekolah? Apa dampak PR bagi perkembangan emosi mereka? Mari kita simak ulasan berikut.

Perlukah PR untuk anak TK dan Pra-sekolah?

Perlukah PR untuk anak TK dan Pra-sekolah?

 

Suatu hari, salah seorang tetangga bercerita tentang putri kecil nya yang masih menjadi anak TK, sangat telaten dan rajin mengerjakan setumpuk PR yang diberikan sekolahnya sebagai “bekal” liburan.

Anak TK diberikan banyak PR? Saya sedikit kaget mendengar cerita tersebut. Benar-benar sebuah “bekal” liburan yang sangat unik.

Sepintas memang hal tersebut tidak terdengar aneh. Dan wajar bila seorang anak sekolah mendapatkan PR. Masalahnya, PR tersebut merupakan hal yang wajib diselesaikan, terlebih untuk seorang anak TK.

PR untuk Anak TK dan Pra-sekolah

PR identik dengan Lembar Kerja Siswa. Bagi anak TK, PR ini dapat berupa lembar kerja menulis ulang atau mewarnai huruf, angka, nama diri dan sebagainya. Apa pun itu PR tetaplah PR yang, bisa jadi, hampir semua orang tidak menyukainya.

Saat ini, sebagian orang tua merasa tidak setuju dengan ide PR untuk anak TK, terlebih si Pra-sekolah. Namun, jumlah yang setuju dengan hal tersebut juga tidak kalah banyaknya.

Masih teringat jelas di ingatan saya bagaimana seorang ibu yang memohon beberapa lembar PR untuk putra sulungnya yang duduk di bangku TK A saat saya berkesempatan membantu beberapa mata pelajaran bagi anak-anak sekolah.

Alasannya? Agar anak mereka mau belajar. Selain itu masih mereka juga kawatir bila anak-anak mereka terlambat belajar dasar menulis dan membaca, maka anak-anak mereka pun akan terlambat masuk sekolah dasar. Akibat lebih jauh, putra-putri mereka pun akan terhambat untuk berprestasi lebih dibanding yang lainnya.

Inilah alasan utama para orang tua tersebut setuju bila anak TK mendapatkan PR dari sekolahnya. Namun, pertanyaan terpenting adalah haruskah anak-anak TK dan Pra-sekolah itu mendapatkan PR? Perlukah si kecil mengenal dan mengerjakan PR pada tahap awal sekolah mereka?

Fakta: Anak TK akan Belajar Lebih Baik tanpa PR

anak tk

Para ahli telah meneliti, bahwa pada tiga tahun pertama usia si kecil, adalah masa-masa kritis bagi pertumbuhannya kelak. Berikut adalah beberapa hal yang terjadi pada usia tersebut.

  1. Mereka akan belajar untuk mengetahui siapa mereka dan bagaimana lingkungannya bereaksi terhadap keberadaan mereka.
  2. Mereka belajar bagaimana mengekspresikan perasaan atau emosinya dan kemudian belajar apa artinya perasaan dan emosi tersebut.
  3. Otak mereka berkembang dan saling berhubungan satu sama lain membentuk sebuah gambaran sebagai dasar perkembangan emosi, sosial, fisik juga kognitif mereka.

Dengan adanya ketiga hal di atas, pendidikan untuk si anak TK dan Pra-sekolah seharusnyalah terfokus pada bagaimana anak-anak akan belajar melalui permainan yang diberikan.

Dan kemudian, diharapkan soft skills (ketrampilan bersosialisasi, ketrampilan emosi, leadership, teamwork dan lain sebagainya) akan berkembang. Dengan hal ini diharapkan mereka juga akan memposisikan belajar sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.

Sesungguhnyalah, anak-anak TK dan Pra-sekolah lebih mudah belajar ketika guru-guru mereka terlibat aktif dalam proses belajarnya. Hal ini juga kan menjadi dukungan emosional bagi anak-anak tersebut. Untuk itu, PR sebetulnyalah tidak tepat bagi anak-anak TK dan pra-sekolah.

PR yang diberikan pada level perkembangan kognitif ini, hanya akan menghasilkan pembelajar pasif, yang sama sekali tidak akan berguna bagi anak-anak. Jadi PR untuk anak TK, apalagi pra-sekolah, benar-benar bukan ide yang baik.

Belajar bagaimana menulis dan membaca selama mereka di sekolah tidaklah mengapa; namun memberikan PR kepada anak-anak tersebut bisa jadi akan mengambil waktu mereka bermain dan bersama keluarga.

Alasan PR Masih Penting untuk TK

anak tk

 

Meski PR terbukti tidak berguna bagi TK terlebih Pra-sekolah, namun menurut beberapa orang tua, PR tetaplah memilki sisi baik; seperti

  1. Membuat anak-anak mereka merasa sebagai seorang pelajar dan mereka bangga dengan hal tersebut.
  2. Membantu anak-anak untuk bersiap menghadapi kesibukan di sekolah dasar nantinya.
  3. Membantu mereka belajar disiplin.
  4. Membantu anak -anak tersebut untuk mengetahui apa tujuan mereka belajar di TK.

Sementara untuk si Pra-sekolah, terkadang PR juga digunakan untuk menguatkan hubungan anak-anak dengan orang tua; yaitu pada saat anak-anak meminta bantuan untuk menyelesaikan tugas-tugas sederhana dari sekolah.

Anggapan di atas memang tidak 100% salah, namun hal terpenting adalah bagaimana PR itu ditanggapi oleh anak-anak kita. Jadi, akan lebih baik jika kita tahu pasti apa tujuan sekolah memberikan PR untuk anak-anak kita yang duduk di bangku TK atau Pra-sekolah.

Misalkan seperti pekerjaan rumah yang diberikan oleh salah satu lembaga bimbingan membaca dengan anak didik usia 3-8 tahun.  PR yang diberikan kepada mereka hanyalah sekedar pengingat apa yang siswa baru saja pelajari. Karena anak pada rentang usia ini biasanya mudah sekali untuk lupa.

Untuk itu lembaga ini melarang para orang tua siswa untuk memaksakan putra-putri mereka mengerjakan dan menyelesaikan (bahkan mengingatkan pun sangat tidak dianjurkan) lembar kerja yang mereka bawa pulang. Inisiatif tersebut haruslah datang dari si anak didik itu sendiri.

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

Nah, bagaimana dengan Parents; pentingkah PR untuk putra-putri kita yang duduk dibangku TK atau Pra-sekolah?

Baca juga artikel menarik ini: Jurus Jitu Agar PR Tidak Membebani Anak

Ref: Homework for Preschooler, is It Necessary?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rahayu Pawitri

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • Perlukah PR untuk Anak TK dan Pra-sekolah?
Bagikan:
  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti