TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pola asuh organik efektif jauhi anak dari gadget, begini cara memulainya

Bacaan 4 menit
Pola asuh organik efektif jauhi anak dari gadget, begini cara memulainya

Kenali pola asuh organik yang dorong anak dekat dengan alam, bagaimana cara memulainya?

‘Meliburkan’ anak dari paparan gadget menjadi hal yang cukup sulit dilakukan di era modern seperti saat ini ya, Parents. Padahal penggunaan gadget yang berlebihan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. Kondisi ini berpotensi membuat anak malas beraktivitas fisik dan minim interaksi dengan lingkungan sekitar. Bila Parents sedang merasakan hal serupa maka bisa mencoba menerapkan organic parenting atau pola asuh organik di tengah keluarga.

Apa itu pola asuh organik?

pola asuh organik

Apa itu pola asuh organik?

Mendengar kata organik, makanan mungkin akan menjadi hal utama yang terbersit dalam benak Anda. Padahal organik lebih luas dari itu dan bisa diterapkan dalam konteks apa pun, termasuk pola asuh untuk anak.

Organik merupakan sebuah kata yang mewakilkan perkembangan atau alam. Dengan kata lain, pola asuh organik mengedepankan gaya mengasuh anak secara alami dan lebih dekat dengan alam.

Artikel terkait: Jangan keburu kesal Parents, ini 5 keuntungan memiliki anak yang gemar memilih makanan

“Jangan salah, pola asuh organik nggak selalu berkaitan dengan makanan. Dalam hal ini seluruh aspek tumbuh kembang diarahkan agar lebih natural. Seperti konsumsi, aktivitas, dan interaksi dengan anak agar tidak ragu dekat dengan alam,” ungkap Ayoe Soetomo, psikolog klinis saat ditemui dalam acara Media Briefing Organic Parenting Semakin Tinggi Minat di Plataran Hutan Kota, Jakarta Pusat pada Kamis (23/1).

Pola asuh organik efektif jauhi anak dari gadget, begini cara memulainya

Ayoe mengungkapkan pola asuh seperti ini berpengaruh positif karena anak sudah terbiasa menjalani pola hidup sehat. Bahkan, Ayoe menyarankan agar pengasuhan seperti ini dimulai sejak calon ibu masih mengandung sehingga nantinya anak sudah terbiasa.

“Pengaruhnya akan baik karena anak sudah terbiasa menjalani pola hidup sehat. Walaupun anak sedang tidak bersama orangtua, ia sudah tahu bahwa hidup yang sehat adalah bagian dari lifestyle keluarga,” jelasnya.

Bagaimana cara memulai pola asuh organik?

pola asuh organik

Cara memulai pola asuh organik, bagaimana ya?

Kendati masih terbilang asing di telinga, nyatanya organic parenting semakin tinggi minat. Ayoe mengakui, hal ini tidak bisa dicapai secara instan dan membutuhkan proses.

Apalagi, jika sejak awal orangtua tidak terlalu memerhatikan seperti apa gaya hidup sehat di tengah keluarga. Ayoe pun kemudian membagikan tips bagi Parents yang ingin mengadaptasi pola asuh satu ini.

1. Jadilah contoh yang baik

Tak bisa dipungkiri, orangtua adalah pintu gerbang utama anak mendapatkan nilai kehidupan tidak terkecuali hidup yang sehat.

“Misalnya, coba deh Bunda mulai lebih banyak mengonsumsi sayuran dibandingkan makanan manis bergula. Makanlah sayuran dengan semangat, nanti perlahan anak akan tertarik mencoba dan akhirnya menjadi kebiasaan,” tutur Ayoe.

Tunjukkan bahwa mengonsumsi makanan sehat adalah aktivitas yang menyenangkan, bukan paksaan. Bersabar dan melakukannya secara konsisten akan membuahkan hasil yang diharapkan.

2. Pola asuh organik: Mulai beradaptasi dengan pilihan sehat

Pola asuh organik efektif jauhi anak dari gadget, begini cara memulainya

Menjauhi makanan favorit tinggi gula memang tidak mudah, tetapi perlu diingat bahwa transisi diperlukan. Mulailah bertransformasi dengan meninggalkan hidangan siap saji ke menu yang lebih bernutrisi.

“Misalnya yang tadinya nasi putih, Parents bisa mulai mengalihkannya jadi nasi merah. Jangan langsung, coba kombinasikan dengan nasi putih dulu sebelum diganti sepenuhnya dengan produk nasi merah yang organik,” tutur Ayoe. Biarkan anak merasakan proses yang terjadi dalam keluarga agar ia perlahan terbiasa.

3. Beri penjelasan yang rasional

“Jangan makan ini, nggak sehat,” seolah menjadi kalimat penutup tanpa kompromi saat anak ingin makan sesuatu.

Pernahkah Parents melakukannya? Bukannya menurut, anak hanya bisa melongo dan tak menutup kemungkinan akan makan makanan yang tidak menyehatkan di lain waktu tanpa sepengetahuan orangtua. Oleh karena itu, menjadi tugas orangtua untuk memberi penjelasan yang sederhana dan masuk akal mengenai makanan yang tidak sehat.

Pola asuh organik efektif jauhi anak dari gadget, begini cara memulainya

“Misalnya makanan yang berwarna cerah kita udah tahu nih mengandung pewarna. Jelaskan sama anak pewarnanya apa saja, bahan kimia apa yang ada di dalamnya dan apa efeknya untuk tubuh kalau dikonsumsi berlebihan,” lanjut Ayoe.

Artikel terkait: “Anakku tidak harus selalu berbagi mainan dengan anak lain,” curahan hati seorang ibu

4. Adakan sesi belajar dengan cara yang menyenangkan

Mengemas cara belajar dengan cara menarik juga bisa menjadi pilihan, seperti membacakan buku ensiklopedia berwarna mengenai hidup sehat atau makanan sehat.

“Biarkan anak melihat dan menanyakan banyak hal. Sembari orangtua menjelaskan gambar yang ada di buku: ini lho manfaat wortel itu bisa menyehatkan mata,” tegas Ayoe.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

5. Pola asuh organik bisa diterapkan dengan mengubah pola pikir

Tak kalah penting adalah ubah dahulu pola pikir Parents terkait pola hidup sehat, namun tetap fleksibel.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pola asuh organik adalah pengasuhan anak agar mereka menyelaraskan diri dengan lingkungan. Namun, tidak sedikit orangtua yang cenderung tidak mau ambil pusing dan khawatir jika anak bersinggungan dengan alam.

“Misal, orangtua tuh takut kalau anaknya main kotor-kotoran. Sebelum melarang, ada baiknya edukasi diri apa sih manfaat yang didapat anak dengan stimulasi di alam. Cari informasi yang mumpuni sehingga bisa menjadi pertimbangan bijak sebelum mengambil keputusan,” tegas Ayoe.

***
Semoga informasi ini bermanfaat ya, Parents.

Baca juga : 

"Mertua memberi makanan pemicu alergi, anakku menanggung akibatnya,"keluh seorang ibu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Pola asuh organik efektif jauhi anak dari gadget, begini cara memulainya
Bagikan:
  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti