TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jarang disadari! Orangtua bisa pilih kasih pada anak, ini cara mencegahnya

Bacaan 5 menit
Jarang disadari! Orangtua bisa pilih kasih pada anak, ini cara mencegahnya

Secara tidak sadar, ternyata masih ada orangtua yang pilih kasih kepada salah satu anaknya. Hal ini tentu saja tidak baik untuk hubungan di dalam keluarga.

Semua orangtua tentu sayang pada anaknya, Parents juga begitu, kan? Meskipun begitu, tetap saja tidak sedikit anak yang menganggap kalau orangtuanya lebih pilih kasih pada salah satu saudaranya, baik pada sang kakak maupun adik.

Hal tersebut didukung oleh hasil sebuah penelitian, di mana hampir 85% responden pernah merasakan orangtua yang pilih kasih saat mereka masih anak-anak. Akibat dari itu, timbul rasa kesal pada saudara kandung yang menjadi favorit orangtua.

Parahnya, rasa kesal tersebut berlangsung lama, bahkan ada yang merasakannya hingga dewasa. Mereka mengaku tak terima mengapa sang kakak atau adik justru mendapatkan kasih sayang yang lebih dari orangtua, sementara mereka tidak.

Fakta ini tentu saja membuat Parents khawatir bukan?

Artikel terkait : Cara Mengatasi Kakek/Nenek yang Suka Pilih Kasih pada Cucu

Lantas, sebenarnya faktor apa yang bisa memicu orangtua akhirnya pilih kasih atau istilahnya parental favoritism ini terjadi? Apa dampaknya untuk anak yang merasa mendapat kurang perhatian sang orangtua dan bagaimana mencegah parental favoritism?

Faktor penyebab orangtua pilih kasih pada atau parental favoritism

pilih kasih

Dalam hal ini,  psikolog Irma Gustiana Andriani, M.Psi.,  menjelaskan kalau parental favoritism ini terjadi karena tanpa sadar orangtua bisa cenderung menyukai salah seorang anak. Bisa dikarenakan tampilan fisik, kelucuan anak, kepintarannya, atau pun dikarenakan karena segala kelebihan yang dimiliki oleh anak tersebut.

“Atau bisa juga dikarenakan anak tersebut memiliki keterhambatan dalam perkembangan. Sehingga biasanya ada kecenderungan secara tidak sadar, ayah atau ibu atau anggota keluarga lain memberikan perhatian lebih kepada si anak tersebut,” jelas Irma.

Akibat orangtua memberikan perhatian lebih hanya pada salah satu anak, tentu saja berisiko membuat anaknya yang lain merasa terabaikan. Mereka menganggap jika orangtua sudah memberikan perhatian yang tidak adil kepada dia dengan saudara kandungnya.

Irma melanjutkan, kondisi parental favoritism ini biasanya muncul saat usia si kecil masih balita. Terlebih jika jarak usia antara anak satu dengan yang lain sangat berdekatan.

“Kemudian dengan jenis kelamin yang sama. Atau misalnya pada anak yang sudah lama menjadi anak tunggal, jadi anak-anak seperti ini merasa perhatian orangtuanya tidak sama lagi kepada dia,” lanjut Irma menjelaskan.

Jenis kelamin dan urutan lahir menjadi salah satu faktor penyebabnya

pilih kasih

Sementara itu, dilansir dari situs Psychology Today, parental favoritism juga bisa muncul akibat jenis kelamin sang anak sama dengan jenis kelamin orangtua. Misalnya, ibu akan lebih menyukai dan dekat dengan anak perempuan, serta ayah lebih menyukai anak laki-laki.

Lalu, dalam keluarga campuran, biasanya orangtua lebih menyukai anak kandung mereka daripada anak tiri. Sedangkan dalam budaya patriarki, orangtua lebih menyukai anak laki-laki daripada anak perempuan.

Ada juga faktor lain penyebab parental favoritism, yaitu karena urutan kelahiran. Orangtua lebih menyukai anak pertama dan terakhir, daripada anak tengah.

Kondisi tersebut terjadi pada sebagian besar anak tengah, yang merasa terabaikan oleh orangtuanya. Hal itu karena anak sulung lebih mendapatkan hak istimewa dari orangtua dan anak bungsu menerima kasih sayang yang penuh dari orangtua.

Kemudian, kepribadian dan perilaku anak juga dapat memengaruhi cara orangtua memperlakukan mereka. Orangtua akan lebih sayang pada anak yang memiliki sifat yang menyenangkan dan penuh kasih sayang.

Dampak orangtua pilih kasih pada salah satu anaknya

Jarang disadari! Orangtua bisa pilih kasih pada anak, ini cara mencegahnya

Akibat dari adanya parental favoritism memicu sibling rivalry atau kecemburuan antara saudara kandung. Anak-anak yang merasa dirinya diabaikan oleh orangtua, akan meluapkan perasaan tidak nyamannya dalam bentuk perilaku, baik secara verbal maupun nonverbal.

“Secara verbal, misalnya sang kakak yang merasa diabaikan itu bisa saja mencemooh adiknya, menghina, mengejeknya. Untuk nonverbalnya, bisa saja dengan cara mendorong, iseng, jahil dengan tujuan mendapatkan kepuasan dan mencari perhatian orangtua,” ungkap Irma.

“Semakin orangtua memberikan perhatiannya, si anak pelaku ini biasanya akan menguatkan perilakunya, muncul lagi perilakunya gangguin adiknya. Jadi, memang dibutuhkan kepekaan orangtua kalau ini memang ada sesuatu yang salah dalam pola asuh ayah dan ibu,” imbuhnya.

Artikel terkait : 20 Cara Mudah Menjadi Orangtua Luar Biasa

Mencegah orangtua pilih kasih atau parental favoritism

Jarang disadari! Orangtua bisa pilih kasih pada anak, ini cara mencegahnya

Irma membagikan tips dan trik yang harus dilakukan orangtua untuk mencegah parental favoritism, di antaranya yaitu:

1. Tidak membandingkan anak

Bagaimana juga setiap anak itu unik, spesial, dan dinamis. Oleh karena itu, orangtua harus hindari untuk membandingkan satu anak dengan anak lain.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

2. Mencari kelebihan dan kelemahan anak

Cari tahu apa saja kelebihan dan kelemahan dari anak kita masing-masing. Dengan mengetahui atau melalui pemetaan tentang kelebihan dan kekurangan anak-anak, kita jadi paham apa yang harus kita bantu.

Orangtua bisa membantu mengoptimalkan kelemahan anak. Sementara untuk kelebihan anak, orangtua bisa coba untuk mempertahankan itu.

3. Family time

Usahakan lebih banyak melakukan aktivitas family time. Dengan begitu, anak merasa jika orangtua memberikan perhatian yang sama dengan mereka.

Jarang disadari! Orangtua bisa pilih kasih pada anak, ini cara mencegahnya

4. Membagi tugas secara adil

Membagi tugas domestik di rumah secara adil, sehingga anak satu dengan yang lain merasa kalau orangtuanya cukup adil dalam memperlakukan mereka.

5. Luangkan special time dengan masing-masing anak

Artinya, setiap malam orangtua secara bergantian untuk melakukan pendekatan secara personal, memberikan sugesti positif, mencari tahu apa yang dirasakan oleh anak. Cara ini juga nantinya anak bisa merasakan adanya kedekatan personal dengan ayah dan ibunya yang bisa dilakukan setiap hari.

Lakukan special time ini setidaknya 5 hingga 10 menit setiap hari. Sehingga setiap anak biasanya akan lebih memiliki rasa hangat dan dicintai orangtuanya.

Itulah informasi terkait perilaku pilih kasih yang secara tidak sadar dilakukan oleh orangtua. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Parents.

Referensi : Psychology Today 

Baca juga :

Anak-anak Berkelahi, Bagaimana Mengatasinya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Finna Prima Handayani

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Jarang disadari! Orangtua bisa pilih kasih pada anak, ini cara mencegahnya
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti