TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Terlahir dengan penyakit langka, ibunya berharap putrinya tahu bahwa ia dicintai

Bacaan 4 menit
Terlahir dengan penyakit langka, ibunya berharap putrinya tahu bahwa ia dicintai

Terlahir dengan kondisi Pfeiffer Syndrome, begini kisah Emmy kecil yang berjuang melawan sindrom langka ini sejak ia lahir.

Anak kedua Amanda Schuster yang bernama Emmy dilahirkan dengan Pfeiffer Syndrome. Ini adalah kondisi genetik langka yang menyebabkan Emmy terlihat sangat berbeda dari anak-anak lain.

Emmy akan membutuhkan pembedahan korektif sepanjang masa kecilnya.

“Meskipun kami telah mempersiapkan diri sebaik mungkin, masih mengejutkan melihat Emmy dalam kondisinya,” kata Amanda. “Matanya besar, tengkoraknya cacat,” katanya dalam sebuah postingan di Facebook yang bertujuan berbagi kisah mengenai putrinya.

 

Empat bulan pertama kehidupan, Emmy berada di rumah sakit. Amanda mengatakan itu adalah periode yang panjang, penuh tekanan, dan menakutkan baginya dan suami.

“Kami membahas dokumen DNR (Do No Resuscitate in order to allow natural death). Kami merayakan, menangis, berjuang, dan memohon,” jelas Amanda.

Sekarang Emmy tinggal di rumah. Seperti semua bayi, ia tumbuh dan mengeksplorasi banyak hal tetapi dengan kecepatan yang jauh lebih lambat daripada anak-anak seusianya.

Amanda berharap bahwa dengan mengungkapkan pengalamannya dan menunjukkan foto-fotonya, ia bisa menunjukkan kepada putrinya betapa dia sangat dicintai. Hal ini juga dilakukan untuk memberdayakan Emmy agar kelak ia bisa mendapat semua yang dia inginkan ketika dewasa.

“Emmy akan selalu terlihat berbeda yang akan membuatnya menghadapi pengecut dan pengganggu di masa hidupnya …. Kami berharap ceritanya akan membuka jalan baginya di masa depan untuk mendapatkan lebih sedikit tatapan dan lebih banyak yang mengajak bermain,” kata Amanda.

Tentang Pfeiffer Syndrome

pfeiffer syndrome

Pfeiffer Syndrome adalah mutasi genetik yang sangat langka yang memengaruhi sekitar 1 dari 100.000 kelahiran. Kondisi ini terjadi secara spontan.

Dengan kata lain, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh orangtua atau gen mereka.

Dokter mengklasifikasi Sindrom Pfeiffer berdasarkan segi keparahannya. Tipe 1 adalah yang tidak begitu parah, sedangkan Tipe 3 adalah yang paling parah.

Namun, Emmy mengalami mutasi yang sangat langka dan parah serta berbeda dari yang lain, menurut Amanda.

Hanya ada sekitar 25 kasus yang dilaporkan tentang jenis mutasi spesifik yang dimiliki Emmy. “Ahli genetika kami percaya bahwa mutasinya sangat berbeda. Anak-anak dengan itu memiliki banyak sifat khusus sehingga harus memiliki namanya sendiri,” kata Amanda.

Almarhum musisi Prince dan mantan istrinya, Mayte Garcia, juga memiliki anak dengan kondisi genetik ini. Kembali pada tahun 1996, Amiir didiagnosis dengan Pfeiffer Syndrome Type 2 ketika ia lahir.

Seperti Emmy, tengkoraknya cacat parah. Amiir hidup hanya tujuh hari sebelum meninggal karena kesulitan bernafas.

Mutasi genetik ini umumnya menyebabkan tulang di tengkorak melebur secara prematur. Tengkorak yang menyimpang menyebabkan mata anak menonjol dan mengompres fitur wajah. Jari-jari, tangan, dan kaki juga mungkin terpengaruh.

Emmy, misalnya, telah dan akan membutuhkan beberapa operasi untuk membentuk kembali tengkoraknya. Hal ini dilakukan untuk membuat bentuk agar otaknya tumbuh.

“Ketika nanti Emmy berusia antara 5 sampai 10 tahun, dia akan diberikan prosedur berupa penarikan tulang di sekitar mata, hidung, dan rahangnya ke depan. Ini dilakukan untuk memungkinkan lebih banyak ruang untuk udara. Prosedur tersebut juga akan membuat lebih banyak perlindungan untuk matanya,” kata Amanda.

Apa yang harus dilakukan jika Anda memiliki anak dengan Pfeiffer Syndrome?

1. Dokter mungkin dapat mendiagnosis Sindrom Pfeiffer saat anak Anda masih dalam kandungan. Namun jika gejalanya ringan, diagnosa hanya akan dilakukan setelah melahirkan atau bahkan setelah beberapa tahun.

2. Sindrom Pfeiffer dapat diobati. Dokter biasanya akan merekomendasikan operasi dalam beberapa tahap untuk membentuk kembali tengkorak anak Anda dan melepaskan tekanan pada otak mereka.

3. Setelah anak Anda sembuh dari operasi ini, dokter Anda mungkin juga menyarankan operasi jangka panjang. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki rahang, wajah, dan bagian tubuh lainnya. Selain itu tindakan ini memungkinkan agar anak Anda bisa bernafas dan bergerak dengan baik.

4. Perawatan dini dapat membantu anak Anda bertahan hingga dewasa. Komplikasi yang melibatkan fungsi kognitif dan mobilitas mereka dapat diatasi dengan rehabilitasi dan terapi fisik dan mental.

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Artikel disadur dari tulisan Elaine Boey di theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Edwards Syndrome, Kelainan Genetis yang Menyebabkan Bayi Cacat Lahir atau Stillborn

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Terlahir dengan penyakit langka, ibunya berharap putrinya tahu bahwa ia dicintai
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti