Pestisida pada Makanan Mempengaruhi Perkembangan Anak

lead image

Pestisida digunakan sebagai pembasmi hama tanaman. Bagaimana dampaknya pada anak yang secara tak sengaja mengkonsumsi makanan yang tercemar residu pestisida?

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/04/shutterstock 40415845.jpg Pestisida pada Makanan Mempengaruhi Perkembangan Anak

Buah dan sayuran memang bermanfaat, tapi bagaimana kalau tercemar pestisida?

Anak-anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan pestisida daripada orang dewasa. Hal ini karena anak-anak sedang dalam tahap pertumbuhan dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah daripada orang dewasa. Ditinjau dari sisi berat badan, anak-anak memiliki kemungkinan terpapar pestisida dalam jumlah lebih banyak daripada orang dewasa.

Diketahui bahwa meningkatnya paparan terhadap pestisida, yang juga dikenal dengan organofosfat, telah meningkatkan resiko terjadinya gangguan hiperaktifitas pada anak (ADHD/Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Studi yang dilakukan sekelompok peneliti dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mengumpulkan informasi dari sekitar 1000 anak berusia 8 – 12 tahun. Anak-anak dengan kandungan pestisida di atas rata-rata dalam tubuhnya diketahui memiliki kecederungan dua kali lebih besar untuk terdiagnosa mengalami ADHD.

Penelitian ini memang hanya dilakukan untuk mengetahui dampak pestisida dalam jangka pendek. Meski demikian, menurut Mary Bouchard, Ph.D., ketua penelitian sekaligus peneliti di Departemen Kesehatan Lingkungan dan Lingkungan Kerja di University of Montreal, studi lebih lanjut akan dapat mengungkapkan hubungan yang lebih kuat antara paparan pestisida pada produk dalam tubuh dan gejala ADHD pada anak-anak.

Walaupun termasuk ringan, pestisida dirancang untuk menyebarkan racun dalam sistem, yang awalnya bertujuan untuk membasmi hama. Bouchard menyimpulkan, kaitan antara organofosfat dan gejala ADHD terletak pada reaksi otak ketika tubuh terkontaminasi pestisida yang masuk melalui makanan yang berbahan dasar hasil pertanian terpapar pestisida.

Sedangkan gangguan ADHD mengakibatkan seorang anak memiliki tingkah laku impulsif, sulit berkonsentrasi dan hiperaktif. Gangguan perilaku pada anak menyebabkan ia harus berusaha lebih keras untuk melakukan suatu aktifitas dalam kehidupan sehari-hari jika dibandingkan anak-anak seusianya.

Lalu bagaimanakah cara mencegah dampak pestisida pada anak? Ini dia tipsnya.

Tips agar Anda terhindar dari dampak negatif pestisida

  1. Usahakan mencuci tangan Anda sebelum mencuci buah dan sayuran.
  2. Cuci buah dan sayur menggunakan air hangat, bisa juga ditambahkan cuka atau air jeruk lemon sebagai pembersih alami.
  3. Gunakan sikat gigi bekas untuk menyikat sisa pestisida pada buah dan sayur.
  4. Buang bagian terluar sayuran berdaun dan hanya konsumsi bagian dalamnya saja.
  5. Jangan gunakan sabun dan deterjen untuk mencuci buah dan sayuran.
  6. Sayuran dan buah organik dapat menjadi alternatif yang baik.