TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pestisida pada Makanan Mempengaruhi Perkembangan Anak

Bacaan 4 menit
Pestisida pada Makanan Mempengaruhi Perkembangan Anak

Pestisida digunakan sebagai pembasmi hama tanaman. Bagaimana dampaknya pada anak yang secara tak sengaja mengkonsumsi makanan yang tercemar residu pestisida?

Anak-anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat dampak pestisida daripada orang dewasa. Hal ini karena anak-anak sedang dalam tahap pertumbuhan dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah daripada orang dewasa. Ditinjau dari sisi berat badan, anak-anak memiliki kemungkinan terpapar pestisida dalam jumlah lebih banyak daripada orang dewasa.

Dampak pestisida bagi anak

Diketahui bahwa meningkatnya paparan terhadap pestisida, yang juga dikenal dengan organofosfat, telah meningkatkan resiko terjadinya gangguan hiperaktifitas pada anak (ADHD/Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Studi yang dilakukan sekelompok peneliti dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mengumpulkan informasi dari sekitar 1000 anak berusia 8 – 12 tahun. Anak-anak dengan kandungan pestisida di atas rata-rata dalam tubuhnya diketahui memiliki kecederungan dua kali lebih besar untuk terdiagnosa mengalami ADHD.

Penelitian ini memang hanya dilakukan untuk mengetahui dampak pestisida dalam jangka pendek. Meski demikian, menurut Mary Bouchard, Ph.D., ketua penelitian sekaligus peneliti di Departemen Kesehatan Lingkungan dan Lingkungan Kerja di University of Montreal, studi lebih lanjut akan dapat mengungkapkan hubungan yang lebih kuat antara paparan pestisida pada produk dalam tubuh dan gejala ADHD pada anak-anak.

Walaupun termasuk ringan, pestisida dirancang untuk menyebarkan racun dalam sistem, yang awalnya bertujuan untuk membasmi hama. Bouchard menyimpulkan, kaitan antara organofosfat dan gejala ADHD terletak pada reaksi otak ketika tubuh terkontaminasi pestisida yang masuk melalui makanan yang berbahan dasar hasil pertanian terpapar pestisida.

Sedangkan gangguan ADHD mengakibatkan seorang anak memiliki tingkah laku impulsif, sulit berkonsentrasi dan hiperaktif. Gangguan perilaku pada anak menyebabkan ia harus berusaha lebih keras untuk melakukan suatu aktifitas dalam kehidupan sehari-hari jika dibandingkan anak-anak seusianya.

Lalu bagaimanakah cara mencegah dampak pestisida pada anak? Ini dia tipsnya.

Tips agar Anda terhindar dari dampak negatif pestisida

  1. Usahakan mencuci tangan Anda sebelum mencuci buah dan sayuran.
  2. Cuci buah dan sayur menggunakan air hangat, bisa juga ditambahkan cuka atau air jeruk lemon sebagai pembersih alami.
  3. Gunakan sikat gigi bekas untuk menyikat sisa pestisida pada buah dan sayur.
  4. Buang bagian terluar sayuran berdaun dan hanya konsumsi bagian dalamnya saja.
  5. Jangan gunakan sabun dan deterjen untuk mencuci buah dan sayuran.
  6. Sayuran dan buah organik dapat menjadi alternatif yang baik.

Yuk Parents, lakukan langkah di atas untuk mengurangi risiko kesehatan dari paparan pestisida!

Baca juga:

Quacker Oats Dituntut Karena Produknya Mengandung 'Pestisida Penyebab Kanker'

Tahukah Anda bahwa banyak makanan yang terpapar pestisida pada saat penanamannya? Hal tersebut ternyata memiliki dampak negatif jika dikonsumsi oleh buah hati Anda. Anak anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah daripada orang dewasa. Sehingga lebih rawan terkena penyakit karena dampak pestisida yang sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan intensitas yang tinggi. Mengenai selengkapnya dapat disimak pada ulasan berikut ini!

Dampak Mengkonsumsi Makanan yang Terpapar Pestisida

Mengkonsumsi sayuran dan buah buahan tentu sangat baik bagi tubuh, terutama anak anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Akan tetapi, apakah sayur dan buah yang Anda pilih sehat dan terhindar dari paparan pestisida? Pasalnya, pestisida memiliki dampak negative jika dikonsumsi oleh anak anak. Pembasmi hama ini menyebarkan racun dalam sistem tubuh, sehingga mengganggu sistem tersebut.

bisa Mempengaruhi Perkembangan Anak dampak pestisida

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pertanian AS menemukan fakta bahwa paparan pestisida dapat menyebabkan gangguan hiperaktifitas pada anak. Melalui 1000 anak berusia 8 hingga 12 tahun, peneliti ini menemukan relavansi dengan hipotesa awal. Anak anak yang memiliki kandungan pestisida di atas rata rata mengalami resiko terkena gangguan ADHD 2 kali lebih besar.

ini pestisida bagi janin Mempengaruhi Perkembangan Anak dampak pestisida

Tips Terhindar Dari Dampak Negatif Pestisida

Pestisida memiliki tujuan utama membasmi serangga yang dapat merusak tanaman pertanian. Dengan begitu, hasil pertanian yang dicapai maksimal dan para petani tidak merugi. Akan tetapi, baru baru ini ditemukan dampak negatif dari pestida. Berikut tips agar terhindar dari hal itu, pertama mencuci tangan sebelum mencuci buah dan sayuran yang akan dikonsumsi oleh keluarga.

ini Mempengaruhi Anak dampak pestisida

Kedua cuci buah dan sayuran dengan air hangat dengan ditambah cuka atau air lemon. Anda dapat menggunakan sikap gigi bekas untuk menyikat sisa pestisida pada permukaan buah dan sayur. Buang bagian terluar sayuran dan konsumsilah bagian dalamnya. Kelima jangan gunakan sabun atau deterjen untuk mencucinya. Terakhir untuk menghindari dampat pestisida dapat memilih sayur dan buah organik.

Penggunaan pestisida sangat menguntungkan bagi pihak petani karena dapat menghindarkan dari gagal panen atau jumlah panen yang menurun. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa pestisida memiliki dampak buruk. Anak anak dapat terkena penyakit yang menyebabkan sulit berkonsentrasi dan hiperaktif. Oleh karena itu, pilihlah buah dan sayur dengan bijak dan cuci terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya dengan campuran air dan cuka atau lemon.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Pestisida pada Makanan Mempengaruhi Perkembangan Anak
Bagikan:
  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti