6 Keluhan pada tubuh selama bekerja di rumah, apakah Anda mengalaminya?

6 Keluhan pada tubuh selama bekerja di rumah, apakah Anda mengalaminya?

Tanpa disadari, inilah 6 perubahan tubuh selama menajalani WFH. Bunda merasakannya?

Sudah berbulan-bulan bergelut dengan pandemi Corona, banyak perusahaan mengimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Mungkin saat ini, Anda sudah bisa menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah. Namun, tanpa disadari, banyak perubahan tubuh saat WFH yang kita alami, lho. 

Farah, ibu berusia 28 tahun mengeluhkan beberapa perubahan tubuhnya saat bekerja dari rumah. Apalagi ia juga harus mengasuh anaknya yang berusia 2 tahun.

“Selama bekerja dari rumah, aku lebih ngerasa capek. Mungkin karena sambil urus si kecil juga. Tapi perubahan tubuh yang paling terasa itu leher dan pundak jadi lebih sering pegal,” ungkap Farah kepada theAsianparent Indonesia.

perubahan tubuh saat wfh atau bekerja dari rumah

Bila Bunda merasa masalah kesehatan muncul lebih sering, Bunda mungkin kurang mengelola suasana kerja yang ideal. Tanpa disadari kondisi sering membungkuk, duduk terlalu lama, menekan pergelangan tangan dan terlalu lama menatap layar laptop juga akan menimbulkan masalah kesehatan.

Alan Hedge, direktur kelompok penelitian faktor manusia dan ergonomi dari Universitas Cornell mengatakan, menjaga tubuh dalam posisi netral dan santai saat bekerja adalah kunci untuk menghindari rasa sakit.

“Jika bekerja dari rumah tidak dilakukan dengan ergonomis, Anda akan mempercepat timbulnya masalah muskuloskeletal mulai dari leher, bahu, masalah punggung, masalah tangan-pergelangan tangan, masalah kaki, karena semua bekerja dalam postur yang buruk,” ungkap Hedge.

Artikel terkait: Anak kecewa karena #DiRumahAja? Ini manfaat dan 5 tips menghadapinya

6 Perubahan tubuh saat WFH yang tidak disadari

1. Nyeri pada leher dan bahu

perubahan tubuh saat wfh - lebih sering sakit punggung

Jika leher dan bahu sudah terasa nyeri, itu menjadi peringatan untuk Bunda kalau postur tubuh tidak benar.

“Jika Anda melihat ayar laptop terlalu rendah, Anda akan melenturkan leher dan kepala ke depan dan ke bawah. Akhirnya dapat mengubah postur tubuh,” kata Karen Loesing, pemilik The Ergonomic Expert yang berbasis di California.

Untuk mengatasinya, posisikan laptop sejajar dengan jarak pandang. Selain tidak membuat leher pegal, posisi ini secara alami membuat bahu lebih rileks. Sirkulasi peredaran darah ke kepala juga baik, sehingga Bunda tidak mudah pusing.

Jangan lupa untuk mengubah poosisi dua hingga 3 kali dalam satu jam untuk meningkatkan sirkulasi, saran Loesing.

2. Mata lebih cepat lelah

perubahan tubuh saat wfh mata lebih cepat lelah

Ketika Bunda menatap layar laptop terlalu lama, Bunda membuat mata bekerja lebih keras. Akhirnya, kebiasaan ini bisa menyebabkan ketegangan mata digital (digital eye strain), yang ditandai dengan sakit kepala, penglihatan kabur, mata kering, dan nyeri pada leher dan bahu.

“Ketegangan mata juga umum bagi mereka yang tidak beristirahat dari layar komputer,” ucap Loesing.

Untuk mengatasinya, cobalah cari cahaya alami dan sering-seringlah mengistirahatkan mata. Bisa dilakukan dengan teknik 20-20-20 yang direkomendasikan oleh American Optometric Association. Beristirahatlah selama 20 detik untuk melihat sesuatu sejauh 20 cm setiap 20 menit.

 3. Kram pinggul menjadi perubahan tubuh saat WFH yang terjadi lebih sering

sakit pinggul

Sebenarnya, area pinggul harus diposisikan 15 hingga 20 derajat untuk menjaga pinggul tetap rileks.

“Ketika Anda duduk sejajar 90 derajat, fleksor pinggul menjadi kencang karena mereka agak terjepit. Karena itu, Anda perlu bangun sebentar untuk membuat fleksor pinggul yang kencang kembali rileks. Beristirahatlah selama 20 menit dan lakukan peregangan tubuh,” saran Loesing.

4. Kram kaki

perubahan tubuh saat wfh

Kram kaki merupakan tanda-tanda sirkulasi darah yang buruk. Bila mengalaminya, ini menjadi tanda bahwa Bunda tidak bekerja dengan postur yang benar.

Salah satu cara utuk mengatasinya adalah sesuaikan ketinggian kursi sehingga kaki menapak dengan lantai. Selain itu, lakukan  istirahat berkala selama 20 menit untuk meningkatkan sirkulasi yang baik.

“Ketika Anda berjalan-jalan, otot-otot tubuh memompa hampir sebanyak darah yang dipompa jantung,” kata Hedge.

5. Nyeri pada pergelangan tangan

nyeri pergelangan tangan

Salah satu keluhan yang sering dialami adalah nyeri pada pergelangan tangan. Jika tangan dan pergelangan tangan tegang dan tidak dalam posisi yang benar, tekanan pada tendon bisa terjadi.

Bila nyeri terus dirasakan pada bagian ini, mungkin saja Bunda mengalami carpal tunnel syndrome atau sindrom karpal tunel. Kondisi ini disebabkan ketika tendon-tendon meradang, mereka menekan saraf median.

Untuk menghindarinya, jaga pergelangan tangan tetap lurus saat mengoperasikan moues atau mengetik di atas keyboard. Sehingga posisi pergelangan bengkok ke kiri atau ke kanan bisa dihindari.

6. Perubahan tubuh saat WFH dipengaruhi pola tidur yang juga berubah

bekerja hingga larut malam

Bila Bunda tidak memanajemen waktu dengan baik, jam kerja di rumah mungkin bisa lebih panjang, melewati jam kerja di kantor. Hal ini memungkinkan Bunda mengalami pola tidur yang bergeser alias menjadi lebih sering begadang.

Karena itu, disarankan agar tetap membuat jam kerja yang efisien dan efektif, disamping harus mengurus si kecil di rumah. Bunda juga bisa menerapkan jadwal sama seperti saat bekerja di kantor.

****

Itulah 6 perubahan tubuh yang terjadi selama WFH. Bila Bunda bekerja sambil mengasuh si kecil. Pastikan Bunda juga memiliki waktu istirahat untuk meregangkan tubuh.

Jangan lupa untuk melakukan peregangan dan banyak minum air minum agar tubuh selalu terhidrasi.

Referensi: Huffpost

Baca juga

Biar produktif, lakukan 7 cara ini saat bekerja dari rumah meski ada si kecil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Country ...

Jumlah kasus

...+ 0 Hari ini

Jumlah sembuh

...

Jumlah kematian

...+ 0 Hari ini

Jumlah kritis

...

Untuk mengetahui update terbaru tentang Covid-19