15 Urutan Prosesi Pernikahan Adat Betawi yang Sarat Makna Filosofis

Pernikahan adat Betawi ini penuh sarat makna, berikut urutan lengkapnya!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Masyarakat Betawi memiliki banyak keunikan budaya, salah satunya bisa terlihat dalam ritual pernikahan adat Betawi yang masih sangat dijaga dan dilestarikan sampai saat ini. Ternyata ada banyak makna filosofis di setiap urutan tata cara ritual dalam adat pernikahan khas Betawi.

Berikut urutan lengkap prosesi pernikahan adat Betawi yang sarat makna!

15 Urutan Prosesi Pernikahan Adat Betawi

1. Ngedelengin mengawali proses pernikahan adat Betawi

Dalam tata cara pernikahan adat pernikahan Betawi dimulai dengan ngedelengin. Ini adalah proses masa mencari pasangan dan perkenalan, jika sudah bertemu dengan perempuan yang cocok maka akan meminta Mak Comblang untuk datang ke calon mempelai wanita. 

Mak comblang akan menjadi juru bicara dan biasanya dilakukan oleh encang (paman) dan encing (bibi) dari masing-masing keluarga. Mak comblang akan membicarakan banyak hal selama proses pernikahan adat Betawi dengan calon keluarga besan, mulai dari ngelamar sampai akhir prosesi nikahan.

Bila pihak perempuan cocok, maka mak comblang memberi uang sembe atau angpau. Kemudian pihak perempuan akan menggantungkan ikan bandeng di depan rumah yang menandakan pada semua orang bahwa anak gadis di rumah tersebut sudah ada yang menyukai. 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

2. Ngelamar

Ini adalah proses resmi meminta calon perempuan ke rumahnya diwakili oleh mak comblang beserta beberapa orang sebagai saksi untuk memperkuat keputusan. Mak comblang yang akan menjadi garda depan dalam membicarakan banyak hal pada prosesi pernikahan adat Betawi.

Mulai runutan tanggal acara, plangkah (kalau calon pengantin mendahului kakak kandungnya), kekudang (makanan kesukaan calon pengantin wanita), barang yang dibawa hingga resepsi harus bagaimana, termasuk tetek bengek barang seserahan.

Artikel Terkait : 8 Momen Lamaran Bintang Emon dan Kekasih, Penuh Haru

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Bila pihak perempuan menyambut baik, biasanya akan disebutkan apa saja yang diminta kepada calon pengantin laki-laki. Saat acara ngelamar ini, ada beberapa barang yang harus dibawa dan tidak boleh ketinggalan. 

4 Barang wajib yang harus dibawa saat prosesi ngelamar pernikahan adat Betawi

  • Sirih Embun, berupa daun sirih dilipat bulat lalu diikat potongannya menggunakan kertas minyak. Sirih embun biasanya sudah dihias dengan rempah-rempah, bunga rampai tujuh rupa dan tembakau
  • Pisang raja dua sisir dan diletakkan di atas nampan dengan hiasan kertas warna-warni. Setiap ujungnya ditutup dengan cungkup kertas minyak berwarna hijau, kuning atau merah
  • Roti tawar dibawa di atas nampan dihias dengan kertas warna-warni.
  • Uang sembah lamaran yang berupa hadiah lain seperti baju, makeup, sepatu dll.

3. Tande Putus

Tande Putus artinya baik perempuan atau laki-laki sudah terikat dan tidak boleh diganggu orang lain lagi yang dilakukan satu minggu setelah acara ngelamar. Mak comblang sebagai utusan keluarga laki-laki akan membawa tande putus untuk mengikat kedua calon mempelai. 

Sebagai simbolis, saat tande putus diberikan cincin belah rotan, uang pesalin (uang seserahan) dan aneka rupa kue. Bila pembicaraan tentang detail pernikahan belum dibicarakan saat ngelamar, mak comblang akan mendiskusikannya di acara ini. Jadi kepastian penentuan tanggal menikah, mas kawin atau cingkrem. kekudang dan hal-hal lain untuk pernikahan bisa diputuskan di sini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Bila pihak perempuan mengatakan “None kite minta mate bandeng seperangkat” artinya mas kawin berupa seperangkat perhiasan emas berlian. Tapi bila mengatakan “None kite minta mate kembung seperangkat”, maka artinya mas kawin yang diminta adalah seperangkat emas perhiasan bermata intan asli.

4. Masa Dipiare

Ini artinya adalah masa dimana pihak perempuan dipelihara oleh tukang piare selama satu bulan untuk menghadapi pernikahan. Jadi mulai kegiatan, kesehatan hingga kecantikan calon manten akan dijaga sehingga saat hari pernikahan lancar.

Biasanya akan dilakukan banyak perawatan fisik dan ada program diet agar tubuh ideal. Calon mempelai perempuan akan minum jamu godok dan jamu air akar secang. Diharapkan dengan adanya masa dipiare, mempelai perempuan akan lebih siap, cantik, sehat dan bahagia. 

Dulu masa piare ini ada istilah pingitan di mana calon mempelai perempuan tidak boleh keluar rumah. Namun sekarang karena sudah banyak wanita pekerja hal itu pasti susah dilakukan, jadi biasanya masa dipiare ini dilakukan 2-3 hari sebelum hari pernikahan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

5. Siraman sehari sebelum akad pernikahan adat Betawi

Acara siraman dengan memandikan calon mempelai yang dilakukan sehari sebelum akad nikah. Tujuannya agar tubuhnya harum dan mengurangi keringat calon mempelai di hari pernikahan besok. Sebelum siraman biasanya dilakukan pengajian untuk mendoakan kelancaran acara. 

Biasanya air siraman menggunakan kembang setaman ditambah dengan ramuan daun jeruk purut, pandan wangi, akar wangi, daun mangkokan, daun sereh dan sebagainya; paso dari tanah, kursi rotan berlubang-lubang atau kursi kayu yang tengahnya diberi lubang, dan tikar pandan sebagai penutup saat acara tangas.

Urutan acara siraman calon mempelai wanita

  • Calon pengantin wanita mengenakan kain sarung dan kebaya tipis. Rambut dikonde sederhana dan ditutup kerudung tipis untuk menahan bunga dari air siraman.
  • Calon mempelai wanita mohon doa restu kepada kedua orang tua untuk melaksanakan upacara mandi, kemudian digandeng ke tempat siraman diiringi Shalawatan Badar.
  • Kemudian duduk di kursi yang berlubang.
  • Calon mempelai wanita dimandikan oleh tukang piare dengan air kembang setaman (7 rupa), sambil tukang piare membaca Shalawat dan Dzikir. Bila ada permintaan dari keluarga, maka orang tua ikut memandikan.

6. Tangas atau Kum

Ini adalah proses upacara mandi uap untuk membersihkan sisa-sisa lulur yang masih tertinggal di pori-pori kulit. Sehingga bisa menghaluskan dan mengharumkan kulit tubuh sekaligus mengurangi keringat pada hari pernikahan.

7. Ngerik dan Potong Centung

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Setelah mandi uap, akan dilakaukan ngetik dan potong centung. Ini proses membersihkan bulu-bulu kalong calon pengantin perempuan yang tumbuh di sekitar kening, pelipis, tengkuk dan leher.

alu dibuat seperti centung pada rambut di kedua sisi pipi dengan menggunakan uang logam untuk menjepitnya agar pengantin selalu mendapat keberkahan dan keselamatan. Biasanya berlangsung di dalam kamar calon pengantin perempuan. 

Beberapa perlengkapan yang harus disediakan adalah kain putih ukuran dua meter untuk alas, kembang setaman, air putih dalam cawan dengan sekuntum bunga mawar atau lainnya untuk tempat gunting, pedupaan dan setanggi/gaharu, alat cukur, dua keping uang logam untuk batas centung (satu kali lipatan) dan untuk batasan mencukur anak rambut, serta tempat sirih lengkap dengan isinya.

8. Malam pacar

Malam ini sangat meriah karena ada banyak kerabat dan keluarga yang hadir. Ritual ini merupakan prosesi pernikahan adat Betawi dengan memerahkan kuku kaki dan kuku tangan mempelai dengan pacar.

Ritual pemakaian pacar dipandu oleh tukang piare dan dimulai dari ibu calon mempelai wanita, lalu para sesepuh serta kerabat dan sahabat dekat. Calon mempelai wanita didandani dengan busana dan tata rias ala None, yakni riasan tipis dan berbusana kebaya encim.

Perlengkapan ritual malam pacar yang diperlukan adalah daun pacar secukupnya, bakul berisi beras, bumbu dapur, pisang raja, garam, kapur sirih, bumbu sirih; kue basah khas Betawi secukupnya, serta bantal diberi alas daun pisang yang diukir untuk alas tangan.

9. Ngerudat (Mengiringi/Ngarak Calon Pengantin Pria)

Hari pernikahan pun tiba. Prosesi ritual pernikahan adat Betawi akan diawali dengan melakukan rudat yaitu iring-iringan rombongan calon mempelai pria menuju ke kediaman calon pengantin wanita untuk melaksanakan pernikahan. Biasanya nanti ada petasan sebagai pertanda rombongan laki-laki akan segera tiba dan pihak perempuan akan menyembunyikan petasan juga yang berarti sudah siap menyambutnya. 

Rombongan rudat terdiri dari :

  • Dua orang lelaki setengah baya berbaju Jas Kain Serebet yang bertugas sebagai juru bicara.
  • Dua orang jago sebagai pengawal calon tuan mantu berpakaian pangsi.
  • Calon tuan mantu berpakaian Jas Kain Serebet diapit paman dari pihak babe dan nyak.
  • Rombongan rebana ketimpring atau rebana ngarak.
  • Tiga orang pemuda memakai pakaian sadaria yang membawa sirih nanas lamaran, mahar dan sirih nanas hiasan.
  • Tiga orang pemuda membawa miniatur masjid, kekudang, dan kue susun pengantin.
  • Beberapa pemuda membawa roti buaya, shie, pesalin, idam-idaman dan sebagainya.

Sedangkan barang seserahan untuk mempelai wanita harus membawa barang-barang sebagai berikut :

  • Sirih nanas lamaran dan sirih nanas hiasan, ungkapan rasa gembira pihak keluarga laki-laki kepada pihak keluarga perempuan karena telah menerima lamaran.
  • Mahar atau mas kawin, ketika dibawa harus diapit oleh sirih nanas lamaran.
  • Miniatur masjid yang berisi sejumlah uang belanja sesuai pembicaraan.
  • Sepasang roti buaya, yang merupakan lambang kesetiaan
  • Kekudang yaitu makanan yang disukai oleh calon pengantin wanita sejak kecil sampai dewasa.
  • Kue pengantin, biasanya kue kembang (tart) yang dihias.
  • Pesalin atau hadiah lengkap berupa seperangkat pakaian wanita, kain, selop, dan alat kecantikan
  • Shie berupa kotak kayu segi empat dengan ukiran gaya Cina berisi sayuran.
  • Beberapa nampan kue khas Betawi (dodol, wajik, geplak, tape uli, kue lapis dll)
  • Satu perangkat idam-idaman yaitu buah-buahan yang ditempatkan dalam wadah berbentuk perahu sebagai lambang kesiapan pasangan pengantin mengarungi bahtera kehidupan.

10. Palang pintu pernikahan adat Betawi

Sebelum masuk ke rumah calon pengantin perempuan, ada tradisi Palang Pintu yang harus dilalui oleh pihak calon pengantin laki-laki. Dimana palang pintu tersebut dijaga oleh jawara dari tuan raje mude (pengantin laki-laki) dengan jawara dari none mantu (pengantin perempuan).

Sebelum uji ketangkasan, mereka akan berbalas pantun yang berisi nasehat dalam berumah tangga. Jagoan pengantin pria harus bisa mengalahkan jagoan pengantin perempuan. Setelah selesai maka akan ada pembacaan sike shalawat kepada Nabi Muhammad. 

Ritual ini bertujuan untuk menguji seberapa tangkas pengantin laki-laki bisa melindungi dan menjadi pemimpin agama bagi rumah tangganya.

Artikel Terkait : Palang Pintu, Tradisi Adat Pernikahan Suku Betawi yang Sarat Makna

11. Akad Nikah

Dilaksanakan pada hari Jumat setelah solat Jumat di kediaman calon pengantin wanita. Saat pelaksanaan akad nikah, calon pengantin perempuan mohon izin kepada ayahnya untuk berumah tangga dan minta dinikahkan dengan menunggu di dalam kamar.

Yang menikahkan biasanya ayah mempelai perempuan atau bisa mewakilkannya pada penghulu. Prosesi akad nikah sama dengan akad nikah kebanyakan.

12. Di Puade

Ini adalah proses di mana ketika pengantin duduk di puade dan dinyatakan sah sebagai suami istri. Pertama pengantin laki-laki akan akan memberikan sirih dare yang diselipkan uang sembe kepada mempelai perempuan sebagai lambang cinta kasih.

Lalu pengantin laki-laki membuka cadar atau roban tipis pengantin perempuan. Kemudian dilanjutkan dengan acara sembah dan cium tangan mempelai wanita kepada mempelai pria, lalu kedua mempelai menyembah kepada kedua pihak orang tua. Setelah itu orang tua akan memberi suapan nasi kuning sebagai suapan terakhir orang tua kepada putra putrinya.

13. Acare Negor

Sehari setelah akad nikah, mempelai laki-laki menginap di mempelai perempuan tapi tidak diperbolehkan melakukan hubungan suami istri.

Istri akan mempersiapkan makan, minum dan menyiapkan peralatan mandi seperti biasa. Dan untuk membalas kebaikan istri yang sudah melayani, suami memberi uang tegor yang diselipkan di bawah taplak meja.

14. Resepsi pernikahan adat Betawi

Resepsi pernikahan seperti acara syukuran pernikahan yang sering Parents lihat. Ada banyak undangan yang hadir dari kedua belah pihak untuk menyaksikan kebahagiaan kedua pengantin.

Bedanya saat masuk ke dalam pelaminan, pengantin wanita didampingi kedua orang tua yang diiringi oleh dua gadis kecil di depannya. Lagu yang dilantunkan selama iringan pengantin adalah lagu Sirih Kuning.

15. Pulang Tige Ari

Setelah tiga hari di rumah mempelai perempuan, maka keluarga pihak laki-laki akan menjemput keduanya dengan membawa makanan dan buah-buahan sebagai rasa syukur pernikahan. Setelah itu pasangan suami istri ini bisa tinggal di rumah yang sudah disepakati.

Wah, panjang urutannya ya Parents! Yang pasti semua prosesi yang dijalankan penuh doa dan banyak makna filosofinya, dengan tujuan agar pernikahan kedua mempelai langgeng hingga akhir hayat. Kalau Parents dulu pakai prosesi adat pernikahan apa?

Baca Juga :

8 Prosesi Pernikahan Adat Lampung, Sakral dan Kaya Arti

Seperti Ini Tahapan Pernikahan Adat Palembang, Ada yang Sudah Tidak Dilakukan Lagi

12 Prosesi Pernikahan Adat Batak, Terkenal Mahal dan Kaya Makna

Penulis

Suria Echa