Perbedaan Kebiasaan Ibu Saat Punya Anak Pertama dan Anak Kedua

Anak pertama dan kedua sama-sama membawa keberkahan untuk keluarga. Namun, ada perbedaan besar yang terjadi ketika mengasuh anak pertama dan anak kedua.

Cinta dan kasih sayang orang tua pada anak pertama dan anak kedua memang sama. Namun, ada beberapa perbedaan yang terjadi pada orang tua -terutama ibu- saat punya anak pertama dan kedua.

Pada anak pertama, fokus belum terpecah dan sedang memiliki semangat tinggi sebagai jadi orang tua baru. Ada kesadaran bahwa kondisi anak akan tergantung sepenuhnya pada apa yang dilakukan orang tuanya sehingga ada kehati-hatian dalam melakukan apapun.

Sedangkan, saat punya anak kedua, ibu akan lebih berpengalaman menghadapi kehamilan maupun kelahiran. Namun, kerepotan yang terjadi juga jadi berlipat ganda.

Berikut detail perbedaaan saat punya anak pertama dan anak kedua

1. Soal pengetahuan

Anak pertama: Membaca buku parenting, mencari di google tentang segala sesuatu yang menyangkut anak, rajin mengikuti forum-forum orang tua, dan rajin konsultasi ke dokter.

Anak kedua: Sudah merasa banyak pengalaman. Kadang ada pengetahuan baru lewat Facebook yang menarik. Tapi hanya bisa dibaca sambil lalu. Masih bisa update status di Facebook pun sudah sangat bersyukur di tengah tangisan si anak kedua dan teriakan kakaknya.

2. Beda punya anak pertama dan anak kedua: Dokumentasi

Anak pertama: Rajin update perkembangan anak setiap bulannya. Jika perlu, adakan sesi foto khusus setiap bulannya berikut dengan perkembangan tubuhnya dan diunggah di sosial media.

Anak kedua: Hanya sempat upload foto, "Duh, kakak pinter, sayang sama adiknya..." Tanpa keterangan soal apakah si adik sudah bisa bicara mengoceh, tengkurap, merangkak, dan sebagainya.

3. Kedisiplinan

Anak pertama: Sebelum melakukan sesuatu pada anak, baca dulu artikel di internet soal cara makan, mendidik, hingga artikel psikologi. Segalanya harus dilakukan dengan benar walau agak merepotkan, agar anak tak salah didik nantinya.

Anak kedua: Mencari cara paling mudah dan praktis agar bisa mengasuh kakak sekaligus adiknya tanpa kekurangan waktu istirahat. Seorang ibu akan melakukan apapun agar kakaknya anteng saat bermain dan adiknya tak menangis. Apalagi pekerjaan rumah juga makin menumpuk.

4. Beda punya anak pertama dan anak kedua: Jadwal

Anak pertama: Mencatat kapan waktu anak untuk makan, tidur, mandi, dan terjaga. Kedisiplinan jadwal anak adalah kunci kesehatan ibu dan bayi.

Anak kedua: Jadwal mulai kacau. Saat anak pertama tidur, anak kedua mengajak bermain. Saat anak pertama ingin makan, anak kedua ingin main. Lumayanlah kalau bisa mencuri waktu untuk tidur siang selama 10-20 menit.

5. Kelas tambahan

Anak pertama: Rajin datang ke seminar-seminar, ikut berbagai grup Facebook dan whatsapp, ikut kelas parenting.

Anak kedua: Sudah tak punya waktu lagi dan barangkali uang untuk ikut semuanya. Lagipula, ilmu yang didapat saat anak pertama dulu belum hilang kok.

6. Makanan

Anak pertama: Sangat memperhatikan asupan gizi anak. Kapan anak makan karbohidrat, protein, vitamin, dan lainnya. Kalau bisa, semuanya home made. Jangan sampai, ada asupan gizi yang kurang pada menu yang dimakan anak.

Anak kedua: Sudah bersyukur atas segala makanan yang bisa terhidang. Yang terpenting adalah anak mau makan. Mulai sulit untuk disiplin soal gizi anak karena anak sudah mulai suka menolak makanan yang sudah capek-capek disiapkan. Solusi mudah, pesan makanan lewat ojek online.

7. Tempat tidur

Anak pertama: Membiasakan anak tidur di kamarnya dengan baik. Masih sempat menyanyikan lagu sebelum tidur atau membacakan dongeng jelang anak tidur. Tidak lupa untuk menggosok gigi anak sebelum tidur.

Anak kedua: Kakaknya bisa tertidur di mana saja. Kadang di depan TV, kadang saat makan, kadang malah tak tidur sama sekali. Sedangkan adiknya, malah menolak tidur kalau tidak didekap. Sehingga Bunda harus pandai-pandai dalam membagi perhatian.

8. Mainan

Anak pertama: Mencari mainan edukatif beserta berbagai buku yang bisa menambah kecerdasan anak. Mahal sedikit tak masalah demi kecerdasannya

Anak kedua: Semua mainan bekas kakaknya.

Seringkali, perbedaan perlakukan dan cara asuh dilakukan tanpa sengaja karena situasi serta kondisi yang berbeda. Namun, kasih sayang berlimpah ke kakak dan adiknya tetap bertambah-tambah kan...

 

Referensi: Baby Center, Scary Mommy, Parents.

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/wanita-karir-akan-bekerja-lebih-baik-setelah-menjadi-ibu/