Merawat bayi prematur, ini hal yang wajib Parents perhatikan

lead image

Agar pertumbuhan si kecil bisa maksimal, inilah yang perlu Parents perhatikan dalam merawat bayi prematur.

Perawatan bayi prematur tentu saja akan berbeda dengan bayi yang dilahirkan cukup bulan. Si kecil memerlukan perhatian khusus.  Hal ini tentu saja diperlukan agar agar pertumbuhannya bisa optimal seperti bayi lahir normal. 

Pertanyaannya, perawatan bayi prematur seperti apa yang harus dilakukan?

Dalam hal ini dr. Agung Zentyo Wibowo, BMedSc menjelaskan pada kepada theAsianparent Indonesia, penanganan bayi prematur yang paling penting memang harus dimulai sejak awal, yaitu pada saat 4-5 jam pertama setelah ia dilahirkan. Hal ini dikarenakan bayi prematur sering kali terlahir dengan kondisi berat lahir rendah sehingga ia rentan mengalami komplikasi. 

Perawatan bayi prematur: Langkah-langkah yang perlu diperhatikan Parents

perawatan bayi prematur

Saat si kecil hadir, umumnya sebagai orangtua tentu memiliki keinginan untuk segera membawa si kecil pulang. Berpikir bahwa dia hanya membutuhkan sirkulasi udara yang cukup di inkubator. Bersabarlah. Faktnya bayi yang lahir secara prematir memang masih rentan dan butuh perawatan professional oleh tenaga medis.

Oleh karena itu, hal utama yang perlu dilakukan adalah melakukan konsultasi terlebih dulu kepada dokter yang bersangkutan mengenai perawatan seperti apa yang cocok sesuai kondisi bayi.

Konsultasi diperlukan karena jenis perawatan setiap bayi prematur itu berbeda, perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing bayi saat lahir.

Rangkaian Skrining

Bayi prematur dianjurkan melakukan serangkaian skrining untuk mengidentifikasi penyakit atau segala risiko kelainan yang rentan yang dialaminya. Salah satunya adalah gangguan perkembangan pembuluh darah pada retina atau ROP (Retinophaty of Prematurity)

Serangkaian skrining yang harus dijalani oleh bayi prematur di antaranya:

  • Penglihatan
  • Pendengaran
  • Pemeriksaan jantung
  • Skrining pada kepala
  • Skrining pernapasan dan saluran cerna

Artikel Terkait: Penelitian Terkini: Lahir Prematur Tak Pengaruhi Kecerdasan Bayi

Perawatan Metode Kanguru (PMK)

Lebih lanjut, dr. Agung memaparkan,  setelah skrining biasanya tenaga medis akan mengarahkan Bunda untuk memberikan perawatan metode kanguru pada si kecil.

PMK merupakan perawatan bayi premature yang paling sederhana dan bebas biaya, karena hanya butuh interaksi kulit antara Bunda dan buah hati. Bunda tinggal memeluk si kecil di dada tanpa pakaian, serta selimut disampirkan pada tubuh kalian berdua dari luar.

Posisi ini bisa menghangatkan bayi selayaknya ia masih dalam kandungan. Fungsinya sama dengan inkubator, hanya saja metode ini lebih murah dan mudah dilakukan.

Meski pun mudah, melakukan perawatan metode ini harus tetap dalam pengawasan tenaga medis, ya, Bun.

Jika Bunda tidak bisa memberikan perawatan ini karena kondisi tertentu, PMK pada bayi juga bisa dilakukan oleh sang Ayah. 

Neonatal Intensive Care Unit (NICU)

Umumnya, bayi yang lahir di bawah usia kehamilan 34 minggu diwajibkan untuk mendapat perawatan di dalam fasilitas NICU. Hal ini lantaran bayi yang kurang bulan memiliki permasalahan serius dengan alat vital termasuk pernapasan.

Untuk menangani permasalahan pernapasan tersebut, bayi biasanya membutuhkan ventilator, dan alat tersebut hanya ada di NICU.

Perlu Parents ketahui, ventilator dan inkubator merupakan dua alat yang berbeda. Inkubator merupakan boks yang hanya berfungsi untuk mengstabilkan suhu, sedangkan ventilator adalah alat bantu pernapasan pada bayi yang belum memiliki kemampuan bernapas yang optimal. Sehingga ventilator penting bagi  keberlangsungan hidup bayi prematur.

Selain ventilator, beberapa perawatan yang didapatkan bayi di fasilitas NICU adalah:

  • Ditempatkan di inkubator
  • Dipasang tabung infus/selang untuk menerima cairan makanan
  • Diberikan sinar dari lampu bilirubin, untuk jangka waktu tertentu. Hal ini dilakukan untuk mengobati penyakit kuning bayi.
  • Bayi premature mungkin juga memerlukan transfuse darah untuk meningkatkan volume darahnya, terutama jika bayi Anda kerap diambil sampel darahnya untuk melakukan berbagai tes.

Artikel terkait: Begini cara menyusui bayi prematur yang tepat

Kapan bayi bisa pulang ke rumah?

Buah hati akan siap untuk pulang ketika ia:

  • Mampu bernapas tanpa alat bantu
  • Suhu tubuhnya sudah stabil
  • Bunda sudah bisa menyusuinya atau bayi sudah bisa menerima cairan (susu) lewat botol, tanpa perlu menggunakan selang bantu
  • Berat badannya kian bertambah
  • Bebas dari infeksi
  • Adanya persetujuan dari tim medis untuk pulang

Sebelum pulang, Parents biasanya akan dibantu oleh dokter yang bersangkutan tentang bagaimana cara merawat bayi prematur di rumah.

Perawatan bayi prematur memang perlu dilakukan secara maksimal dan hati-hati di awal kehidupannya. Jika usianya sudah mencapai satu tahun lebih, maka tandanya Parents telah memberikan perawatan yang optimal padanya. Parents bisa bernapas lega karena si kecil juga sudah berhasil berjuang dalam melewati masa-masa kritisnya.

Referensi: Mayoclinic

Baca juga: 

5 Hal Penting Tentang Kelahiran Bayi Prematur

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner