TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

6 Fakta Menarik dan Sejarah Perang Pandan dari Desa Tenganan Bali 

Bacaan 4 menit
6 Fakta Menarik dan Sejarah Perang Pandan dari Desa Tenganan Bali 

Perang pandan adalah tradisi yang dipersembahkan untuk Dewa Indra, dewa peperangan dalam masyarakat Hindu di Bali.

Bali menyimpan budaya dan sejarah yang begitu beragam. Perang pandan adalah salah satunya. Tradisi yang berasal dari Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, Bali ini masih terus dilestarikan sampai sekarang.

Warisan budaya ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Dewa Indra, dewa peperangan dalam agama Hindu. Lalu, bagaimana awal mula tercetusnya rituah perang ini? Simak informasinya berikut.

6 Fakta Menarik dan Sejarah Perang Pandan dari Desa Tenganan Bali 

Mengulik budaya dan sejarah di Pulau Bali memang tidak pernah ada habisnya. Pulau ini begitu kaya akan sejarah dan budaya yang hingga kini masih terus dilestarikan. Salah satunya adalah perang pandan yang merupakan tradisi dari Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem. 

Tradisi perang ini telah diturunkan dari generasi ke generasi dan bertahan hingga ratusan tahun. Setiap tahunnya, masyarakat setempat akan menggelar tradisi perang ini sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Indra, dewa peperangan dalam agama Hindu.

Lalu, bagaimana awal mula terjadinya perang ini? Simak fakta menarik tentang perang pandan berikut ini. 

1. Berawal dari Cerita Rakyat

perang pandan

Sumber: Tempo.co/Fardi Bestari

Dahulu kala, Tenganan merupakan sebuah wilayah yang dipimpin oleh seorang raja bernama Maya Denawa. Raja Maya Denawa memimpin wilayah Tenganan dengan semena-mena. Ia bahkan mengaku dirinya sebagai seorang dewa sehingga rakyat pun harus tunduk melakukan ritual keagamaan sesuai yang ia kehendaki. 

Karena kelancangannya, para dewata pun murka dengan Raja Maya Denawa. Diutuslah Dewa Indra untuk turun ke bumi guna memerangi sang raja yang semena-mena. Peperangan itu pada akhirnya berhasil dimenangkan oleh Dewa Indra. 

2. Ritual Tahunan

perang pandan

Sumber: Liputan6.com/Dewi Divianta

Kini, masyarakat Desa Tenganan rutin menjadikan ritual peperangan ini sebagai ritual tahunan. Meski mengandung unsur kekerasan, namun darah yang tumpah dilambangkan sebagai bentuk persembahan kepada Dewa Indra. Selain itu, tradisi ini juga digunakan untuk memohon kesuburan di tanah Tenganan. 

“Tradisi ini merupakan persembahan kepada Dewa Indra, dewa perang berupa darah. Selain itu, ritual ini juga untuk kesuburan tanah Tenganan,” kata Eyang Teruna Desa Tenganan, Kadek Sukadnyana seperti dikutip dari Liputan6.com.

Baca juga: 5 Fakta Unik Tari Mandau, Tarian Perang Menggunakan Senjata Tajam

3. Ritual Perang Pandan Butuh Persiapan Matang

6 Fakta Menarik dan Sejarah Perang Pandan dari Desa Tenganan Bali 

Sumber: Qubicle

Tradisi ini memerlukan persiapan yang matang sebelum benar-benar dilaksanakan. Sedikitnya dibutuhkan waktu 10 hari sebelum ritual perang dimulai. Pelaksanaannya juga harus mengikuti penanggalan Desa Adat Tenganan. Biasanya, ritual ini dilakukan pada sasih kalima atau bulan kelima dalam kalender Desa Adat Tenganan. Ritual peperangannya sendiri memakan waktu selama 2 hari berturut-turut dimulai pukul 14.00 WITA hingga selesai.

Baca juga: Punya Banyak Keunikan, Inilah Jenis Tarian Papua dan Fakta Menarik di Baliknya

4. Tidak Ada Batas Usia dalam Perang Pandan

perang pandan

Sumber: Goodnewsfromindonesia.id

Meskipun melibatkan kekerasan di dalamnya, namun tidak ada batasan usia dalam tradisi peperangan ini. Duel dilakukan satu lawan satu dan siapa saja boleh ikut asalkan sudah siap mental. 

“Usia tidak ada batasan. Kalau sudah berani, silakan saja ikut perang pandan,” kata Sukadnyana seperti dikutip dari Liputan6.com.

Walaupun terlibat duel hingga berdarah-darah, namun usai perang selesai tak boleh ada pihak yang sakit hati. Semua harus kembali seperti semula karena ritual ini hanya untuk melestarikan tradisi. 

Baca juga: Tari Pendet: Sejarah, Makna, dan Perkembangannya

5. Pandan sebagai Senjata

6 Fakta Menarik dan Sejarah Perang Pandan dari Desa Tenganan Bali 

Sumber: Shutterstock

Perang ini disebut perang pandan karena senjata yang digunakan oleh para pemain adalah daun pandan berduri. Daun ini diikat menjadi satu hingga membentuk gada lalu masing-masing petarung dibekali tameng yang terbuat dari anyaman rotan.

Fungsi dari tameng tersebut adalah untuk melindungi diri agar tidak terkena sabetan daun pandan. Sebab, sekali terkena sabetan maka darah akan mengucur dengan deras. 

Cerita mitra kami
Tak Hanya Anak, Vaksin Flu Juga Penting Diberikan Kepada Orangtua
Tak Hanya Anak, Vaksin Flu Juga Penting Diberikan Kepada Orangtua
Pertama Kali Membawa Bayi Pulang dari Rumah Sakit, Ini 5 Hal Parents Wajib Tahu!
Pertama Kali Membawa Bayi Pulang dari Rumah Sakit, Ini 5 Hal Parents Wajib Tahu!
Mengalami ASI Seret? Ikuti 7 Tips Meningkatkan Produksi dan Kualitas ASI Berikut Ini, Bun!
Mengalami ASI Seret? Ikuti 7 Tips Meningkatkan Produksi dan Kualitas ASI Berikut Ini, Bun!
Pencernaan yang Sehat, Awal Pertumbuhan dan Perkembangan Optimal
Pencernaan yang Sehat, Awal Pertumbuhan dan Perkembangan Optimal

6. Perang Pandan Diiringi Gamelan Seloding

6 Fakta Menarik dan Sejarah Perang Pandan dari Desa Tenganan Bali 

Sumber: Detik Travel

Selama ritual peperangan, penonton akan mendengar gamelan seloding. Seloding adalah alat musik tradisional dari Tenganan yang tidak boleh dimainkan oleh sembarang orang. Hanya orang yang telah disucikan saja yang boleh memainkan alat musik ini.

Selain itu, gamelan seloding juga hanya dimainkan pada acara tertentu saja. Alat tersebut juga memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggar, yaitu tidak boleh menyentuh tanah.

***

Parents, itulah sederet fakta menarik dan sejarah perang pandan dari Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem. Jadi penasaran ya ingin menyaksikannya secara langsung. Jika ada kesempatan berkunjung ke Pulau Dewata, jangan lupa saksikan ritual ini ya Parents. Siapa lagi yang melestarikan budaya nusantara kalau bukan kita. Selamat menyaksikan!

Baca juga:

Sejarah dan Filosofi Dua Tari Tradisional Bali, Kecak dan Legong

Kenali Fungsi dan Filosofinya, Ini 9 Jenis Rumah Adat Bali

7 Wisata Kuliner Rekomendasi di Bali yang Perlu Parents Kunjungi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kebudayaan
  • /
  • 6 Fakta Menarik dan Sejarah Perang Pandan dari Desa Tenganan Bali 
Bagikan:
  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

    30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

  • Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

    Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

    30 Rempah Indonesia Beserta Kegunaannya untuk Masakan dan Obat

  • Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

    Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti