Peran ayah bisa berkurang akibat dad shaming saat mengasuh anak

Peran ayah bisa berkurang akibat dad shaming saat mengasuh anak

Setiap kritik pedas yang ditujukan, terkadang membuat ayah jadi kurang percaya diri untuk mengasuh anak. Baca penjelasan selengkapnya di sini, Bun!

Bila selama ini kita sudah akrab dengan istilah mom shaming, di mana cara seorang ibu melahirkan, menyusui atau mengasuh anak mereka mendapat kritikan pedas. Ternyata, hal ini juga bisa dialami oleh seorang pria, peran ayahdalam mengurus anak seharusnya bisa didorong dan diberikan semangat, bukan malah disindir dengan dad shaming hingga membuat si ayah tidak PD untuk mengasuh buah hatinya.

Peran ayah sangat penting untuk perkembangan anak, sehingga keterlibatannya juga dinilai sama pentingnya dengan Bunda. Namun, pola asuh yang diberikan Ayah kepada anaknya kerap mendapat banyak kritik dan cemooh dari orang-orang sekitar termasuk mungkin dari Bunda sendiri.

Kritik negatif inilah yang disebut dengan dad-shaming, yang pada akhirnya bisa membuat ayah kurang percaya diri atau bahkan enggan untuk berpartisipasi lagi dalam mengasuh buah hati.

Hal ini juga diperkuat oleh sebuah penelitian dari Universitas Michigan. Penelitian tersebut mengatakan bahwa, lelaki yang menerima kritik ketika interaksi dengan anak membuat ia tidak percaya diri dan tidak mendapat cukup motivasi untuk ikut serta terlibat dalam mengasuh anak.

Artikel terkait: 6 Tipe ayah terbaik untuk anak, suami termasuk yang mana?

Dad-Shaming: Kritik membuat peran ayahberkurang dalam mengasuh anak
peran ayah
Bentuk Dad-Shaming yang sering tidak disadari

Dad-Shaming atau kritik terhadap pola asuh yang diberikan ayah bisa berbentuk verbal maupun tidak verbal. Bahkan, kritik tersebut juga bisa terlontar dalam bentuk candaan.

Mungkin saja ayah yang mendapatkan kritik menanggapi hal tersebut dengan santai, bahkan ikut tertawa dengan Anda. Padahal, bisa jadi rasa kurang percaya diri dalam dirinya berkurang sehingga ia memilih untuk tidak melanjutkan kontribusinya dalam membesarkan anak.

Beberapa contoh dad-shaming:

  • “Hati-hati, gendongnya jangan gitu nanti anaknya jatuh.”
  • “Kalau nyuapin tuh jangan sambil main, dong. Anaknya malah fokus main kan, daripada makan.”
  • “Pantes anaknya bandel. Si ayah jarang pulang sih, nggak pernah ada waktu buat ketemu langsung. Mending nggak usah ngehubungin anak sekalian daripada cuma video call.”
  • “Ayahnya nggak pernah ngajak jalan-jalan nih, kayaknya. Anaknya keliatan nggak bahagia.”
  • “Anaknya kurus banget. Sering dimarahin ayahnya, nih.”
Peran ayah bisa berkurang akibat dad shaming saat mengasuh anak
Dukungan yang bisa Bunda berikan pada Ayah

Pskikolog anak dan remaja Saskhya Prima dalam instagram story Tiga Generasi, menjelaskan bahwa ada beberapa cara agar Bunda bisa menjadi supporter utama bagi ayah. Hal ini dilakukan agar ayah lebih termotivasi dan percaya diri untuk tetap terlibat dalam membesarkan anak. Cara tersebut di antaranya:

  • Jangan membandingkan suami sendiri dengan suami orang lain

Hal ini maksudnya, Bunda diharapkan untuk tidak membanding-bandingkan peran suami dalam mengurus anak. Setiap ayah memiliki cara terbaik mereka masing-masing dalam mendidik anaknya.

Hindari juga membandingkan kehidupan rumah tangga Anda dengan rumah tangga orang lain. Selain dapat membuat pak suami kurang percaya diri dalam mengurus anak, hal tersebut juga tidak bagus untuk hubungan kalian sebagai pasangan.

  • Pembagian tugas

Pembagian tugas yang dimaksud adalah, Anda harus menyesuaikan tugas ayah dalam mengasuh anak sesuai dengan kondisi masing-masing. Dalam hal ini, kerja sama Bunda dan Ayah dibutuhkan.

Kira-kira kapan waktu yang tepat bagi si kecil untuk menghabiskan waktu ibunya, dan kapan juga waktu yang tepat untuk ia menghabiskan waktu dengan ayahnya.

Artikel terkait: Tak kalah penting dengan Bunda, setiap lelaki terlahir menjadi Ayah yang hebat

Peran ayah bisa berkurang akibat dad shaming saat mengasuh anak

  • Sabar

Setiap tindakan pasti membutuhkan proses untuk mencapai hasil yang sempurna. Maka, Bunda juga harus sabar terkait proses keterlibatan suami dalam mengasuh anak.

  • Beri masukkan, bukan cemoohan

Semua orang pernah salah, begitu juga ayah. Ketika ayah melakukan kesalahan, sebisa mungkin Bunda harus memberitahunya secara baik-baik dan bukan dalam bentuk bentakan. Beri tahu kesalahannya lalu berikan ia masukan yang benar untuk memperbaiki kesalahannya.

***

Menjadi seorang ayah yang hebat memang bukan proses mudah. Maka dari itu, setiap ayah membutuhkan dukungan positif dari setiap Bunda dan orang-orang di sekitar mereka untuk mewujudkannya.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Referensi: Tiga generasi, webmd

Baca juga:

Jangan anggap sepele, ini pentingnya peran ayahdalam perkembangan anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner