TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Tak hanya paparan film, ini penyebab gangguan psikopat dan sosiopat pada anak

Bacaan 5 menit
Tak hanya paparan film, ini penyebab gangguan psikopat dan sosiopat pada anak

Penyebab gangguan perilaku psikopat dan sosiopat pada anak cenderung kompleks. Lalu, apa saja faktor yang dapat memengaruhinya?

Baru-baru ini, masyarakat dibuat geger dengan adanya peristiwa seorang remaja yang menghilangkan nyawa anak berusia 5 tahun. Pihak berwenang pun masih terus melakukan pemeriksaan. Meskipun belum ada kepastian, pelaku pun diduga mengalami gangguan kejiwaan, psikopat. Apa penyebab psikopat?

Psikopat dan sosiopat termasuk ke dalam gangguan perilaku pada seseorang. Perilaku tersebut biasanya ditandai oleh tindakan egosentris dan antisosial. Kondisi keduanya bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Bukan hanya satu, penyebab psikopat dan sosiopat juga terbilang kompleks karena melibatkan banyak faktor.

Faktor yang bisa jadi penyebab psikopat dan sosiopat pada anak dan remaja

Apa yang dilakukan remaja perempuan berinisial NF (15) dengan melakukan aksi pembunuhan tanpa rasa bersalah di Sawah Besar, Jakarta Pusat, memang menimbulkan benyak pertanyaan.

Salah satunya, mengapa anak remaja bisa melakukan perbuatan keji seperti itu? Bahkan, saat dilakukan pemeriksaan, pelaku pun tidak memperlihatkan rasa menyesal.

Banyak mencurigai bahwa aksinya tersebut didorong oleh perilaku psikopat atau sosiopat yang kemungkinan dimiliki NF. Pasalnya, pelaku dinilai sangat menikmati film-film horor, kebiasaan menggambar sesuatu yang menyeramkan, hingga kecenderungannya dalam menyiksa hewan.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian apakah benar hasrat membunuh NF dikarenakan ia adalah seorang psikopat atau pun sosiopat.

Artikel terkait: Remaja bunuh bocah 5 tahun tanpa rasa menyesal, apa kata psikolog?

penyebab psikopat

Memahami psikopat dan sosiopat

Dilansir dari laman WebMD, sebenarnya psikopat dan sosiopat bukanlah istilah resmi di dalam dunia kesehatan mental.

Dokter tidak secara resmi mendiagnosis seseorang sebagai psikopat atau sosiopat, melainkan menggunakan istilah berbeda. Istilah yang biasa digunakan untuk mendiagnosis kedua kondisi tersebut adalah Antisocial Personality Disorder (gangguan kepribadian antisosial).

Kebanyakan ahli percaya bahwa psikopat dan sosiopat memiliki sifat yang mirip. Penderitanya tidak bisa merasakan atau menilai apakah perilakunya salah atau benar. Keduanya juga cenderung tidak memiliki empati atau tidak memiliki kemampuan memahami perasaan orang lain. Namun, secara lebih rinci, psikopat dan sosiopat sebenarnya berbeda.

Tak hanya paparan film, ini penyebab gangguan psikopat dan sosiopat pada anak

Perbedaan utama antara psikopat dan sosiopat bisa dilihat dari perasaan penderita, apakah ia masih memiliki hati nurani atau perasaan bersalah ketika melakukan suatu hal.

Seorang psikolog bernama L. Michael Tompkins, EdD di Amerika menjelaskan, seorang psikopat biasanya tidak memiliki hati nurani. Saat dia melakukan kesalahan, dia cenderung tidak akan merasa bersalah sedikit pun. Seseorang yang memiliki tipe kepribadian ini melihat orang lain sebagai objek yang dapat ia gunakan untuk keuntungannya sendiri.

Berbeda dengan sosiopat, penderita sosiopat masih memiliki hati nurani atau perasaan bersalah meskipun cenderung lebih lemah dari orang normal pada umumnya.

Baik psikopat maupun psikopat, keduanya memiliki empati rendah. Mereka tidak bisa paham akan keadaan atau posisi orang lain.

Untuk perbedaan lebih lanjut mengenai psikopat dan sosiopat, Parents bisa melihat gambar berikut ini:

penyebab psikopat

Apa saja faktor penyebab dari keduanya?

Seorang Psikiater, dr. Jiemi Ardian dari Siloam Hospital Bogor menjelaskan mengenai perbedaan psikopat dan sosiopat berdasarkan faktor penyebab.

Ia memaparkan, bahwa secara umum, psikopat merupakan gangguan bawaan genetik, sedangkan sosiopat merupakan perilaku yang lebih cenderung disebabkan oleh pengaruh lingkungan.

“Secara umum, psychopat itu terbawa secara genetik dan sociopat itu lingkungan. Namun, fenomena ini bisa jadi sangat luas, dan tidak terbatas pada satu atau dua aspek saja,” jelas Jiemi dalam akun Twitter pribadinya.

Selain itu, Jiemi juga menjelaskan bahwa psikopat tidak selamanya tentang kekerasan dan sikap yang menyeramkan. Seorang psikopat pun juga menderita akibat keadaannya.

“Di dunia nyata, fenomena psikopat tidak sehitam-putih seperti yang ditampilkan di film thriller. Belum tentu juga penyebab psikopat hanya dipengaruhi genetik. Bagaimana jika itu bentukan lingkungan? Bagaimana jika dipengaruhi keduanya? Dan bagaimana jika lebih kompleks lagi?” jelas psikiater yang sering memberikan edukasi lewat sosial media miliknya.

penyebab psikopat

Sumber: Twitter Jiemi Ardian

Artikel terkait: Penelitian: Para Pelaku Kriminal Mendapat Pola Asuh Seperti Ini di Masa Kecilnya

Banyak faktor lain yang memengaruhi

penyebab psikopat

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Untuk kasus remaja yang membunuh balita tanpa penyesalan tersebut, Jiemi juga menyebutkan bahwa ada banyak faktor yang dapat memengaruhi.

Jadi, perilaku pembunuhan tersebut tidak hanya didasari oleh paparan film saja, melainkan faktor lain yang lebih kompleks. Pasalnya, tidak ada penyebab tunggal dari munculnya sebuah perilaku.

Jiemi menjelaskan, “Perilaku remaja ini terinspirasi dari film xyz, itu tidak sepenuhnya benar. Bisa jadi ada ide dari film tersebut tapi sangat mungkin ada latar belakang yang tidak disadari.”

Oleh karena itu, Jiemi menyarankan agar masyarakat tidak berspekulasi terlebih dahulu mengenai apa faktor pendorong yang menyebabkan remaja tersebut melakukan aksi pembunuhan.

Di sisi lain, untuk melihat apakah anak memiliki kecenderungan psikopat dan psikopat, juga diperlukan pemeriksaan yang memperlihatkan aktivitas otak.

Tidak hanya itu, pemeriksaan lanjutan seperti melakukan wawancara khusu juga perlu dilakukan. Biasanya, wawancara ini mengikuti panduan The American Psychiatric Association Diagnostic and Statictical Manual od Mental Disorder untuk melihat dan menentukan kepribadian anak.

Maka, penyebab psikopat dan sosiopat pada anak tidak bisa semata-mata dilihat dari satu faktor saja. Ada rangkaian pemeriksaan yang perlu dilakukan sebelum akhirnya penderita didiagnosis kedua jenis gangguan tersebut.

Tak hanya paparan film, ini penyebab gangguan psikopat dan sosiopat pada anak

Artikel terkait: Awas, ini dampak negatif gadget bagi kesehatan mental anak!

Tidak hanya itu, perilaku seseorang terutama pada anak-anak dan remaja juga terbilang kompleks. Jadi, alasan ia melakukan suatu hal ekstrim tidak bisa didasari pada satu alasan atau hanya satu faktor saja.

Misalnya, bukan semata-mata karena dia suka sesuatu, lantas menjadikan sesuatu tersebut menjadi penyebab utama dia melakukan hal tersebut. Tapi, bukan berarti ketika anak melakukan suatu hal yang menyimpang, lantas dibiarkan.

Anak yang belum cukup umur tentu saja tidak mampu berpikir dewasa sehingga tetap perlu dihindari dari paparan film yang mengandung konten negatif sehingga mampu mengundang perilaku menyimpang pada dirinya.

“Perilaku anak itu kompleks. Maka tidak heran ada istilah ‘it takes a village to raise a child’. Jadi intinya, mari perhatikan sikap anak secara menyeluruh. Jika ada sesuatu yang tidak wajar, maka jangan ragu untuk berkonsultasi pada ahli,” tutup Jiemi.

***

Referensi: WebMD, Twitter Jiemi Ardian (@jiemiardian)

Baca juga:

Jangan Abai! Ini Gejala Awal Gangguan Mental pada Remaja yang Perlu Diketahui

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Tak hanya paparan film, ini penyebab gangguan psikopat dan sosiopat pada anak
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti