Jangan anggap remeh flu, simak penjelasannya berikut ini!

lead image

Tahukah Anda perbedaan antara influenza atau flu, dengan penyakit pilek biasa? Berikut serba-serbi penyakit flu yang sebaiknya diperhatikan.

Penyakit flu menjadi hal yang membuat banyak orang salah mengira, kebanyakan menganggapnya sama dengan pilek padahal faktanya bukan demikian. Faktanya, influenza dan pilek adalah dua hal yang berbeda. Flu nyatanya lebih berat dan berlangsung lebih lama dibandingkan pilek.

Penjelasan mengenai flu

Flu merupakan infeksi yang menular dan memengaruhi sistem pernapasan, kondisi ini disebabkan oleh virus influenza. Pada anak, penyakit ini sering disertai diare sehingga kerap dikaitkan dengan flu perut yang sebenarnya tidak ada korelasinya dengan flu.

Terdapat 3 tipe utama virus influenza yakni tipe A, B, dan C. Flu burung dan Flu Hongkong menjadi contoh flu yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Bagi beberapa orang, flu bisa jadi sangat mengganggu bahkan bisa menjadi penyebab komplikasi penyakit lainnya.

Penyakit flu, seperti apa gejalanya?

Berbeda dengan pilek, gejala penyakit flu bisa muncul mendadak sementara pilek gejalanya muncul secara bertahap. Ciri awal yang muncul yaitu radang tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat atau meler dan bersin yang mana gejala ini mirip dengan pilek yang selama ini dianggap sama dengan flu.

Gejala lain yaitu merasa lelah berlebihan, badan terasa sakit, demam dengan intensitas ringan hingga berat dan badan menggigil. Nah, gejala inilah yang membedakannya dari pilek biasa.

Masa inkubasi

Gejala di atas umumnya berlangsung sekitar 1-4 hari, namun orang dewasa bisa saja terinfeksi satu hari sebelum gejala muncul dan berlangsung hingga 5 sampai 7 hari setelah infeksi. Namun, anak dan orang dewasa dengan sistem kekebalan yang lemah bisa saja tertular dalam waktu lebih lama.

Baca juga: 7 Cara Alami untuk Mengatasi Demam

Penyebaran penyakit flu, seperti apa?

Penyakit ini mudah dan cepat sekali menyebar melalui kontak langsung dengan penderita. Ketika penderita  bicara, bersin, atau batuk maka air liur atau lendirnya bisa saja menyebar di udara meski hanya berupa sedikit tetesan saja. Tetesan ini akan terhirup dan menyebabkan infeksi orang di sekitarnya, bahkan bisa juga menyebar melalui sentuhan.

Misalnya, ketika si Kecil bermain dengaa temannya yang terserang flu dan teman tersebut menyentuh mainan si Kecil maka virus bisa menyebar dan menginfeksi si kecil. Namun jika Parents atau si Kecil pernah mendapatkan strain flu tertentu atau mendapat vaksinansi flu, maka tubuh Parents mungkin kebal dengan strain tertentu.

Baca juga: Apakah Efek Samping Vaksin Flu Berbahaya untuk Anak?

Hanya saja kekebalan tersebut tidak akan melindungi Parents dan keluarga dari jenis flu pada subtipe baru. Hal ini terjadi karena subtipe virus baru bisa jadi sangat berbeda dari subtipe yang pernak divaksinasikan kepada Parents dan keluarga.

Penyakit flu dapat menimbulkan komplikasi, waspada!

Kendati bisa dialami siapa saja dan dianggap biasa, penyakit ini nyatanya dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis, infeksi telinga, infeksi sinus dan pneumonia. Pneumonia dapat mengancam kehidupan golongan orang lanjut usia dan kelompok orang dengan penyakit kronis.

Berikut ini kelompok orang yang berisiko tinggi terinfeksi flu:

  • Orang dewasa di atas usia 65 tahun
  • Anak-anak usia 6 bulan sampai kurang dari 5 tahun
  • Ibu hamil
  • Orang dewasa dan anak-anak yang memiliki gangguan kronis paru-paru atau jantung, termasuk asma
  • Orang dewasa dan anak-anak yang memerlukan perawatan medis reguler atau rawat inap sepanjang tahun sebelumnya karena penyakit metabolik kronis (termasuk diabetes melitus), ginjal, saraf, hati, atau kelainan darah, serta imunosupresi (termasuk imunosupresi disebabkan oleh obat atau virus penyebab menurunnya daya tahan tubuh)

Pencegahan penyakit flu

Di samping pola hidup sehat, melakukan vaksinasi influenza tahunan dianjurkan untuk melindungi tubuh dari penyakit. Berikut langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit flu:

  • Jagalah kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih
  • Jauhi tempat ramai kala Anda merasa kurang sehat
  • Jangan berdekatan dengan orang yang sakit, jika Anda sakit kenakan masker agar virus tidak menyebar

Kapan harus ke dokter?

Bila si Kecil terinfeksi flu, maka sebaiknya biarkan si Kecil istirahat total di rumah dan tidak masuk sekolah untuk sementara. Pastikan anak minum banyak cairan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Segera hubungi dokter jika penyakit flu tak kunjung sembuh.

Parents, semoga informasi di atas bermanfaat.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner