TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Istri jadi pahlawan medis, jenazahnya ditolak warga, sang suami: "Rasanya perih"

Bacaan 4 menit
Istri jadi pahlawan medis, jenazahnya ditolak warga, sang suami: "Rasanya perih"

Jenazah perawat asal Ungaran, Semarang, ditolak oleh warga sekitar karena dikhawatirkan bisa menyebarkan virus Corona. Penolakan pemakaman jenazah ini dikecam oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Kasus jenazah yang ditolak untuk dimakamkan karena terinfeksi Covid-19 semakin banyak terjadi di Indonesia. Alasan utama dari warga sekitar, penolakan jenazah korban corona ini tidak terlepas lantaran jika virus tersebut menyebar di lingkungan mereka.

Tak hanya itu, penolakan jenazah ini tentu saja bisa disebabkan dari kurangnya edukasi kepada masyarakat mengenai cara penyebaran virus tersebut. Sensitivitas masyarakat yang terlalu tinggi ini juga mengakibatkan munculnya stigma yang kurang baik akan jenazah korban Covid-19 tersebut.

Istri jadi pahlawan medis, jenazahnya ditolak warga, sang suami: Rasanya perih

Pemakaman jenazah korban Corona. Sumber: 5News

Saat ini, virus Corona memang sudah merenggut nyawa banyak orang. Wabah ini tidak memandang status ataupun profesi. Tidak hanya rakyat sipil, banyak sekali tokoh penting dunia yang sudah terinfeksi Covid-19.

Begitu pula para tenaga medis yang gugur setelah sehari-harinya terpapar virus dari pasien yang mereka rawat. Profesi yang mengharuskannya menjadi di garda depan merawat pasien-pasien Covid-19, menyebabkan rentan terinfeksi virus.

Termasuk Nuria Kurniasih, perawat RSUP dr. Kariadi Semarang yang akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 9 April 2020 lalu.

Pemakaman jenazah perawat korban Corona ditolak warga sekitar

Istri jadi pahlawan medis, jenazahnya ditolak warga, sang suami: Rasanya perih

Cuplikan video saat penolakan pemakaman jenazah

Rencananya, Nuria akan dimakamkan di TPU Siwarak, Sewakul Semarang. TPU tersebut menjadi tempat di mana sanak keluarga Nuria dimakamkan.

Jenazah sudah siap dipindahkan ke pemakaman dengan menggunakan ambulans, namun sekitar 500 meter sebelum sampai ke pemakaman, muncul sekelompok orang yang menghalangi ambulans tersebut. Warga menolak jenazah Nuria untuk dimakamankan di Sewakul.

Jenazah Nuria pun dikembalikan ke RS Kariadi. Pihak RS kemudian menghubungi pemerintah kota Semarang agar Nuria bisa dikebumikan di TPU Bergota, Semarang. Akhirnya Nuria dimakamkan di komplek pemakaman rumah sakit tersebut.

Ada beberapa video yang beredar mengenai kasus penolakan jenazah tersebut. Pada video pertama, terlihat keluarga dari yang bersangkutan menangis karena jenazah tidak bisa dimakamkan di tempat tersebut.

Video lainnya yang diunggah akun instagram @lambe_turah menunjukkan suasana ambulans yang mengangkut jenazah meninggalkan Sewakul. Tampak juga beberapa polisi yang mengamankan jalan.

Sementara, pria yang merekam video tersebut justru berkata, “Alhamdulillah tidak jadi dimakamkan di Sewakul.”

Perisitiwa ini mendapatkan kecaman dari masyarakat setelah viral di media sosial. TPU Siwarak pun dipenuhi karangan bunga yang menyatakan duka atas penolakan jenazah Nuria.

Artikel terkait: Viral keluarga bongkar plastik jenazah pasien Corona, ini aturan pemakaman yang benar

Tetap bekerja meski sedang sakit

Istri jadi pahlawan medis, jenazahnya ditolak warga, sang suami: Rasanya perih

karangan bunga memenuhi TPU Sewakul. Sumber: Tribun News

Perawat berusia 38 tahun tersebut sudah menjalankan profesinya sejak tahun 2005. Di mata keluarga dan rekan sejawatnya, almarhum adalah perawat yang gigih dan bekerja seoptimal mungkin. Hal ini juga diungkapkan suaminya, Joko Wibowo melalui teleconference di acara Mata Najwa yang tayang pada hari Rabu, 15 April 2020.

“Dia (Nuria) dirawat di rumah sakit pun dalam kondisi dia masih bekerja. Saat itu kondisinya sebenarnya sudah panas. Tapi dia memaksakan diri untuk tetap bekerja,” ujar Joko.

Joko tidak tahu menahu bagaimana Nuria bisa tertular virus tersebut. Yang ia ketahui istrinya itu masuk di ruang rawat inap biasa pada tanggal 16 Maret. Keluhan yang dirasakan adalah demam dan pusing, namun setelah dirawat selama empat hari Nuria merasakan sesak dan kesulitan untuk bernapas.

“Dibawa ke isolasi UGD, kemudian diperiksa, di-swab, foto rontgen, dan diambil darah, Istri sudah mulai sesak napas, diberi oksigen. Malam itu juga ditempatkan di ruang isolasi,” ceritanya.

Selang satu hari Nuria dipindahkan ke ruang ICU. Joko tidak bisa menengok ataupun menemani istrinya karena harus masuk ruang isolasi. Joko mengaku kecewa karena ia sudah lama tidak bertemu istrinya dan masih harus berhadapan dengan penolakan jenazah yang dilakukan oleh warga.

“Saya rasanya perih. Sudah habis rasanya saat ini, Hanya satu keinginan supaya istri itu cepat mendapatkan tempat namun ada beberapa orang yang menolak, itu rasanya sungguh sakit sekali,” ungkap Joko sambil sesekali mengusap air matanya.

Artikel terkait: Disangka meninggal sakit jantung, jenazah yang dimandikan warga ternyata positif corona

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap tidak ada lagi penolakan jenazah korban Corona

Istri jadi pahlawan medis, jenazahnya ditolak warga, sang suami: Rasanya perih

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Melalui akun Instagramnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunggah video untuk memohon agar tidak ada lagi penolakan jenazah tenaga medis korban Covid-19.

“Jangan tolak jenazah, Saya minta maaf… semoga almarhum/almarhumah husnul khotimah,” tulis Ganjar sebagai caption video tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengurusan jenazah korban Covid-19 sudah melalui prosedur yang aman baik dari segi agama maupun medis. Jenazah juga sudah dibungkus dengan kantung plastik yang tidak tembus air hingga dimasukkan peti.

“Ketika jenazah sudah dikubur, secara otomatis virusnya akan mati karena inangnya juga mati. Saya tegaskan sekali lagi, kalau jenazah itu sudah dikubur virusnya ikut mati di dalam tanah. Tidak bisa keluar kemudian menjangkiti warga,” jelasnya dalam video berdurasi 2 menit tersebut.

Ganjar pun berharap kejadian di Ungaran ini adalah kejadian yang terakhir kali.

“Para perawat, dokter, dan tenaga medis tidak pernah menolak pasien. Kenapa kita tega menolak jenazah mereka yang telah berkorban untuk menyelamatkan mereka?” Ganjar berucap sambil memohon maaf mewakili seluruh warga Jawa Tengah.

Sumber: cnnindonesia, narasitv, suara.com, suarajawatengah.id, Instagram, Youtube

Baca juga:

Seorang dokter di Medan meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Istri jadi pahlawan medis, jenazahnya ditolak warga, sang suami: "Rasanya perih"
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti