TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Mengapa pelecehan seksual jarang dipolisikan? Ini sebabnya

Bacaan 3 menit
Mengapa pelecehan seksual jarang dipolisikan? Ini sebabnya

Jangan menyalahkan korban pelecehan seksual. Jika Anda melecehkannya, maka kelak Anda maupun orang terdekat bisa jadi korban tanpa ada pembelanya.

Masih ingat kehebohan akun Twitter @nyolongfoto yang kini sudah ditutup karena dilaporkan ramai-ramai oleh netizen sebagai akun yang sering melakukan pelecehan seksual ke perempuan? Pemilik akunnya belum diketahui hingga kini dan kasus ini menambah daftar panjang anggapan bahwa pelecehan seksual jarang dipolisikan.

Akun @nyolongfoto itu memotret para perempuan di kereta tanpa izin. Vice mencatat bahwa kadang foto candid tersebut diarahkan pada belahan dada, bokong, rok bawah, dan bagian pribadi lainnya.

Akun yang pernah membuat geram para netizen ini hanyalah satu di antara banyak akun media sosial yang suka melakukan pelecehan seksual ke perempuan. Sayangnya, adanya banyak kasus tak lantas membuat kepolisian dan lembaga terkait bergerak untuk mempidana pelakunya.

Fenomena pelecehan seksual jarang dipolisikan oleh korbannya ini terjadi tak hanya di Indonesia. Tapi juga di luar negeri.

Artikel terkait: 3 tanda kekerasan seksual yang dialami oleh anak.

Di Swedia misalnya. Setiap tahun, selalu saja ada kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual di festival musik Bravalla. Banyaknya laporan pelecehan dari para lelaki ke perempuan membuat pihak penyelenggara memutuskan untuk membuat aturan bahwa di tahun 2017 ini, lelaki dilarang masuk ke dalam lokasi konser Bravalla.

Pelarangan lelaki masuk ke area konser ini dilakukan sampai lelaki belajar untuk bersikap baik pada sesamanya. Dengan adanya pelarangan ini, para lelaki diharapkan untuk sadar konsekuensi sosial yang mesti diemban.

Jika kasusnya banyak dan terjadi di berbagai tempat, mengapa pelecehan seksual jarang dipolisikan? Berikut beberapa sebabnya:

1. Korbannya akan disalahkan

Saat terjadi peristiwa pelecehan seksual, biasanya orang akan menyalahkan korbannya. Misal dengan menyalahkan pakaian, mengapa ia berada di lokasi tersebut di waktu tersebut, mengapa ia sendirian, mengapa tidak berteriak, dan sebagainya.

Terlalu sering disalahkan ini membuat banyak wanita jadi makin enggan melaporkan pelecehan seksual yang ia hadapi. Karena sudah pesimis dengan respon kepolisian dan masyarakat sekitarnya.

2. Lelaki dianggap sebagai kucing, perempuan dianggap sebagai ikan

Banyak sekali orang yang menganggap wajar jika lelaki melecehkan perempuan. Karena, “kucing mana sih yang nggak suka dikasih ikan?”

Hal yang harus dipahami, lelaki bukanlah kucing, dan perempuan bukanlah ikan. Menganggap bahwa semua lelaki adalah kucing sama saja menghina semua lelaki karena dianggap lelaki tak bisa mengendalikan dirinya.

Lelaki yang baik tak akan menyentuh dan menikmati sesuatu yang bukan haknya. Lelaki beradab tidak akan mencuri maupun melukai orang lain.

Perempuan pun bukan ikan yang pasrah dengan apa yang terjadi adanya. Perempuan adalah makhluk utuh yang punya perasaan, bukan sesuatu yang hanya terdiri dari tulang, daging, dan darah semata.

Sebaiknya, kita berhenti menyamakan manusia dengan binatang maupun benda-benda lainnya. Manusia ya manusia. Mengapa harus berganti jadi kucing, ikan, permen, dan lainnya yang tidak manusiawi?

3. Tidak adanya payung hukum yang tepat

Di Indonesia, RUU penghapusan kekerasan seksual belum disahkan oleh DPR. Padahal, tanpa UU ini, sulit untuk mencari keadilan untuk korban pelecehan seksual dan perkosaan.

4. Pendidikan yang salah

Banyak orangtua mendidik anak perempuannya agar jadi wanita yang baik. Tapi jarang orangtua yang mendidik anak lelakinya untuk menghormati perempuan karena dianggap wajar jika lelaki bertindak seperti “pemburu”.

Perbedaan pendidikan ini membuat lelaki lebih bebas melakukan apapun sekalipun itu salah. Seolah jika terjadi sebuah pelecehan, wanita lah yang harus menjaga dirinya tanpa ada usaha lelaki untuk dapat mengendalikan dirinya.

Semoga saja, hukum kita nantinya akan jadi lebih baik lagi ke depannya. Jangan sampai orang sekitar kita jadi korban.

 

Baca juga:

Wajib Simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Gaya Hidup
  • /
  • Mengapa pelecehan seksual jarang dipolisikan? Ini sebabnya
Bagikan:
  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

  • 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

    15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

  • 11 Film Komedi Indonesia Terbaik, Ada 'Tinggal Meninggal' hingga 'Agak Laen 2'!

    11 Film Komedi Indonesia Terbaik, Ada 'Tinggal Meninggal' hingga 'Agak Laen 2'!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

  • 15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

    15 Tempat Wisata di Jakarta yang Lagi Hits, Wajib Dikunjungi!

  • 11 Film Komedi Indonesia Terbaik, Ada 'Tinggal Meninggal' hingga 'Agak Laen 2'!

    11 Film Komedi Indonesia Terbaik, Ada 'Tinggal Meninggal' hingga 'Agak Laen 2'!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti