TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pay Later Nunggak Hingga Rp 28 Juta, Perempuan Ini Kehilangan Rumah

Bacaan 5 menit
Pay Later Nunggak Hingga Rp 28 Juta, Perempuan Ini Kehilangan Rumah

Tagihan pay later perempuan ini nunggak hingga puluhan juta rupiah lantaran suka membeli baju secara online.

Bunda pernah memakai fasilitas pay later? Pay later atau bayar nanti merupakan metode pembayaran yang memungkinkan pelanggan menunda pembayaran. Sayangnya, kemudahan yang ditawarkan ini justru bisa bikin kebablasan yang berujung pay later nunggak.

Setidaknya, hal ini dialami oleh perempuan asal Inggris bernama Tabby. Perempuan berusia 24 tahun itu kalap hingga tak terasa tagihan pay later miliknya telah mencapai lebih dari Rp 28 juta.

Ia bahkan sampai kehilangan tempat tinggal untuk melunasi tagihannya yang membludak. Seperti apa kisahnya? Simak laporan lengkapnya berikut ini.

Pay Later Nunggak Rp 28 Juta Gara-gara Sering Belanja Baju

pay later nunggak

Sumber: Shutterstock

Tabby tak pernah menyangka, kebiasaannya membeli baju ternyata bisa membawa petaka bagi dirinya. Gadis muda berusia 24 tahun itu senang membeli baju di ASOS, marketplace khusus fashion yang berpusat di Inggris.

Sayangnya, hobinya berbelanja tidak diimbangi dengan sikap disiplin dan tanggung jawab. Ia terlena dengan fasilitas pay later hingga tak terasa tagihannya telah mencapai 1.500 poundsterling atau sekitar Rp 28 juta.

“Itulah awal dari jalan berbahaya yang membuatku meninggalkan utang sebanyak 1.500 poundsterling, yang memaksaku untuk kembali ke rumah ibuku dan terkena serangan panik,” ujar Tabby, seperti dikutip The Sun.

Baca juga: 4 kesalahan pengelolaan keuangan keluarga Indonesia yang rentan picu perceraian, begini cara mengatasinya!

Pay Later Nunggak Rp 28 Juta Hingga Tak Bisa Bayar Sewa Rumah

pay later nunggak

Sumber: Shutterstock

Lantaran menunggak begitu banyak, Tabby pun terpaksa meninggalkan rumah sewanya. Ia kembali ke rumah orangtuanya karena tak mampu membayar rumah sewa. Hal ini membuatnya merasa sangat malu di hadapan orang tua.

Namun, tak cukup hanya kehilangan tempat tinggal, untuk melunasi semua utangnya, gadis muda yang bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan swasta itu juga terpaksa mencari pekerjaan tambahan. Ia mengambil pekerjaan tambahan sebagai petugas cleaning service hingga mengasuh balita.

Sayangnya, semua itu tetap tak bisa menutup tagihan pay later miliknya yang membengkak. Alhasil, untuk melunasi tagihannya, ia kemudian meminjam uang dari bank dan ibunya. Namun, hal ini rupanya membuat Tabby merasa bersalah.

“Aku merasa sangat bersalah,” katanya.

Mengenal Pay Later dan Resikonya Bagi Para Pengguna

pay later nunggak

Sumber: Shutterstock

Seiring perkembangan zaman, metode pembayaran semakin berkembang hingga akhirnya muncul metode pay later atau bayar nanti. Di Indonesia sendiri, ada banyak perusahaan yang telah menyediakan fasilitas pembayaran pay later mulai dari perusahaan perjalanan, makanan, ojek online, dan masih banyak lagi.

Memang, banyak orang telah merasakan kemudahan mengakses metode pembayaran pay later. Pasalnya, hampir semua orang kini bisa menggunakan fasilitas ini tanpa perlu memakai kartu kredit. Namun, tak sedikit juga yang terperangkap dalam lingkaran utang akibat adanya fasilitas ini.

Alexander Adrianto Tjahyadi, Audit and Assurance Partner Grant Thornton Indonesia mengatakan, apabila digunakan secara hati-hati maka fasilitas pay later bisa meningkatkan roda perputaran ekonomi di dalam negeri. Namun, salah sedikit saja, pay later justru bisa memicu permasalahan keuangan.

“Pemahaman fitur pay later dengan baik sangat dibutuhkan agar pengguna terhindar dari jeratan utang maupun cicilan yang melilit, jika digunakan dengan hati-hati tentunya fitur pembayaran ini mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan Indonesia,” katanya, September 2019 silam seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: 7 Trik cerdas mengatur keuangan keluarga, coba yuk Bun! 

5 Resiko Penggunaan Metode Pembayaran Pay Later

pay later nunggak

Sumber: Shutterstock

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara aman menggunakan fasilitas pay later, calon pengguna perlu mengetahui resikonya. Berikut 5 resiko pemakaian pay later seperti dikutip dari Kompas.com:

1. Menjadi Lebih Konsumtif

Kemudahan yang ditawarkan pay later membuat kita makin terdorong untuk berbelanja. Alhasil, kita jadi makin konsumtif dan cenderung membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Inilah yang perlu diwaspadai oleh konsumen. Para pengguna pay later perlu bersikap lebih bijaksana agar tak terjebak menjadi konsumtif.

2. Biaya yang Tidak Disadari

Fasilitas ini memang mudah namun bukan berarti gratis. Biasanya setiap aplikasi telah memiliki patokan harga atau biaya administrasi. Meskipun nominalnya relatif kecil namun apabila Parents memiliki banyak pay later sekaligus tentu akan menyulitkan ketika jatuh tempo tiba. Karena relatif kecil itu makanya biayanya sering tidak kita sadari.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

3. Keuangan Bermasalah

Disadari atau tidak, penggunaan pay later seringkali memicu masalah keuangan. Pasalnya, kita sering menggunakan fasilitas ini secara tak terduga. Memang tidak akan terasa di awal pemakaian, namun ketika jatuh tempo, jumlah tagihan yang cukup tinggi bisa menyebabkan masalah dalam keuangan kita.

4. Penunggakan Bikin Reputasi Buruk

Ini wajib diwaspadai bagi mereka yang sering terlambat membayar tagihan. Pelunasan yang tersendat bisa menjadi catatan buruk bagi catatan keuangan kita. Alhasil, hal ini akan berakibat ke reputasi catatan kredit kita di mata perusahaan. Kalau ini dibiarkan berulang, bisa jadi kita akan masuk dalam daftar hitam mereka atau dipersulit ketika akan mengajukan kredit.

5. Identitas Diretas

Perlindungan data memang masih menjadi persoalan di Indonesia. Keamanan digital yang lemah kerap dimanfaatkan oleh para peretas untuk mencuri data atau bahkan uang yang tersimpan dalam pay later. Untuk mencegahnya, kenali aplikasi yang menawarkan fitur pay later dengan baik. Dengan demikian, apabila terjadi peretasan, Parents tahu bagaimana cara mengatasinya.

Nah, itu tadi sepenggal kisah dari Tabby yang sampai kehilangan tempat tinggal gara-gara tagihan pay later nunggak. Kalau Parents sendiri sering pakai fasilitas ini?

Baca juga:

Kakeibo, Cara Atur Keuangan Ala Jepang Ini Bikin Parents Tidak Boros

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Pay Later Nunggak Hingga Rp 28 Juta, Perempuan Ini Kehilangan Rumah
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti