Satu pasien corona meninggal, diketahui idap penyakit komplikasi

Satu pasien corona meninggal, diketahui idap penyakit komplikasi

Pemerintah mengumumkan satu pasien corona meninggal dunia. Pasien tersebut adalah seorang WNA yang merupakan kasus nomer 25

Satu orang pasien corona meninggaldunia. Berita ini disampaikan oleh Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Diketahui pasien tersebut adalah pasien kasus 25.

“Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien identitas nomor 25 meninggal dunia,” kata Yurianto.

Sehari sebelumnya (Selasa, 10/3/2020), pemerintah telah mengumumkan sebanyak 27 pasien positif corona menjalani perawatan di Indonesia. Dua diantaranya belakangan dinyatakan negatif corona namun masih dalam proses observasi. 

Dari total 27 pasien corona tersebut, empat di antaranya adalah warga asing, termasuk perempuan yang meninggal ini. Dengan meninggalnya satu pasien, berarti jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia saat ini menjadi 26 orang.

Pasien corona yang meninggal diketahui idap penyakit komplikasi

pasien corona meninggal

Foto: Youtube/CNN Indonesia

Pasien no. 25 yang meninggal adalah seorang wanita WNA (warga negara asing) berusia 53 tahun. Pemerintah menyatakan pasien tersebut meninggal dunia bukan semata disebabkan virus corona. Namun virus tersebut telah memperparah penyakit bawaannya.

Yurianto mengatakan pasien tersebut dirawat di rumah sakit sudah dalam keadaan sakit berat.

Dia menderita penyakit antara lain diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

“Bukan karena coronavirus yang menjadi penyebab utama, tapi itu yang memperburuk kondisinya,” ujar Yuri.

“Tidak pernah kita dapatkan meninggal karena coronavirus sendiri. Selalu komplikasi,” imbuhnya.

Artikel terkait: Tidak selalu batuk dan pilek, ini kriteria suspek virus corona yang perlu diperiksakan

Jenazah pasien corona yang meninggal akan dikirimkan  ke negara asalnya

Keluarga pasien yang meninggal sudah mengetahui kabar ini karena suami pasien mendampinginya selama masa perawatan.

Sehubungan dengan status pasien yang seorang WNA, kedutaan besar sudah mengetahui dan sedang mengupayakan untuk memulangkan jenazah.

Kedutaan besar dan sebagainya sudah tahu sejak awal dan sekarang sedang dalam proses untuk mengirimkan kembali jenazahnya ke negaranya,” kata Yuri.

Yuri juga menyampaikan kabar mutakhir terkait perkembangan pasien corona yang lainnya.

“Sementara pasien yang lainnya, kondisinya semakin membaik. Mudah-mudahan tidak berapa lama lagi akan banyak lagi (pasien) yang menuju ke arah negatif dan kita akan bisa pulangkan,”

Pemerintah terus lakukan tracing pasien corona

Satu pasien corona meninggal, diketahui idap penyakit komplikasi

Sementara itu, pemerintah terus melakukan tracing (pelacakan) pasien corona dan menemukan beberapa PDP (pasien dalam pemantauan) baru. Dari hasil tracing tersebut pemerintah telah mengirimkan spesimennya ke laboratorium untuk menjalanai diperiksa pertama.

Kemudian ada pemeriksaan kedua untuk memastikan apakah pasien benar-benar positif atau negatif corona.

Yuri menjelaskan banyak PDP yang sudah diobservasi dari beberapa kali pemeriksaan menunjukkan hasil yang negatif dan tidak menunjukkan keluhan sehingga dapat dipulangkan.

Meski demikian, mereka tetap diminta untuk melakukan self isolated (mengisolasi diri sendiri di rumah) dan tetap berada dalam pantauan dinas kesehatan setempat.

Artikel terkait: Penelitian: Laki-laki lebih rentan kena virus corona dibanding perempuan

Kendala dalam tracing pasien corona

menjelaskan virus corona pada anak

Dalam melakukan tracing, pemerintah menghadapi beberapa kendala diantaranya terkait kegiatan pasien dalam 14 hari terakhir. Seringkali pasien yang jelas-jelas positif tidak mampu mengingat dengan baik dalam 14 hari terakhir telah bertemu dengan siapa saja dan bepergian kemana saja.

“Ini yang menjadi tantangan kita. Oleh karena itu tetap kita akan melakukan ini tetapi yang paling penting bagi kita adalah bagaimana memberdayakan masyarakat di sekitarnya dan memberikan yang edukasi semaksimal mungkin agar mereka tetap merespon ini dengan sikap yang hati-hati tapi tidak panik,” pungkas Yuri.

Semoga pasien corona meninggaltak semakin bertambah.

Sumber: Kompas, Youtube CNN

Baca juga:

Tak perlu panik! Lakukan ini untuk mencegah terpaparnya virus corona

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner