Panduan Menu MPASI Lengkap Kemenkes, Cek di Sini!

Berikut ini panduan menu MPASI lengkap dari Kemenkes yang perlu Parents ketahui. Yuk, baca lengkapnya di artikel ini!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Buat si Kecil yang sudah mulai makan makanan pendamping ASI, panduan menu MPASI dari Kemenkes berikut ini perlu Parents ketahui. 

Panduan resmi Kemenkes menekankan bahwa menu MPASI harus beragam, padat gizi, dan mengandung protein hewani setiap hari, dimulai saat bayi berusia 6 bulan ke atas.

Yuk, baca penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Artikel Terkait: 5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

Menurut petunjuk teknis Kementerian Kesehatan, MPASI yang baik harus mengandung minimal 5 dari 8 kelompok makanan, yaitu ASI, makanan pokok (seperti nasi, kentang, jagung), kacang-kacangan, produk susu, daging, telur, sayur dan buah kaya vitamin A, serta sayur dan buah lainnya.

Kemenkes menekankan pentingnya keragaman bahan makanan karena tidak ada satu pun makanan yang mampu memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan bayi.

Dengan kata lain, menu MPASI harian idealnya selalu mengombinasikan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak sehat, dan aneka sayur serta buah berwarna.

Selain beragam, MPASI juga harus padat energi dan zat gizi, terutama protein hewani, zat besi, dan zinc untuk mendukung pertumbuhan dan mencegah stunting.

Kemenkes menganjurkan penggunaan minyak atau lemak dalam jumlah cukup agar MPASI menjadi lebih padat energi tanpa menambah volume makan yang berlebihan. Jadwal makan yang disarankan adalah 3 kali makan utama dan 2–3 kali selingan per hari, disesuaikan usia dan nafsu makan bayi.

Tekstur menu mengikuti kemampuan oromotor anak, dimulai dari lumat atau halus kemudian bertahap menjadi cincang kasar dan makanan keluarga.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Di awal pemberian, MPASI dapat berupa bubur atau puree dengan tekstur halus yang mengandung sumber karbohidrat dan protein hewani. Misalnya, bubur beras dengan daging, ayam, atau ikan yang dihaluskan.

Penambahan sedikit minyak atau lemak dianjurkan untuk meningkatkan kepadatan energi dalam porsi yang masih kecil.

Selain itu, Kemenkes menyarankan pemberian MPASI dilakukan secara bertahap dari segi jumlah, frekuensi, dan variasi bahan makanan.

Parents dapat mulai dengan porsi 1–2 sendok makan, kemudian meningkat sesuai toleransi anak, sambil memperkenalkan satu per satu jenis bahan makanan untuk memantau reaksi alergi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Di fase awal ini, pengenalan sayur dan buah dapat dilakukan sebagai pelengkap. Namun, menu utama tetap diupayakan mengandung protein hewani untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan mencegah masalah gizi.

Artikel Terkait: 10 Ciri-Ciri dan Tanda Anak Siap MPASI, Parents Wajib Tahu!

Apa Saja Menu MPASI 6 Bulan Pertama?

Pada usia 6–8 bulan, Kemenkes merekomendasikan MPASI yang memenuhi empat syarat: tepat waktu, adekuat, aman, dan diberikan dengan cara yang benar.

Menu harian bayi di rentang usia ini idealnya terdiri dari bubur atau makanan lumat yang mengombinasikan makanan pokok (nasi, kentang, ubi), sumber protein hewani (ikan, ayam, daging, telur), kacang-kacangan atau olahannya, serta sayur dan buah berwarna.

ASI tetap diberikan sesuai permintaan bayi, dan MPASI berfungsi sebagai pendamping, bukan pengganti total.

Frekuensi makan pada usia ini umumnya 2–3 kali makan utama dengan 1–2 kali selingan. Misalnya, buah lumat atau camilan kaya energi dan protein.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya kebersihan saat menyiapkan MPASI. Mulai dari mencuci tangan, peralatan makan bersih, hingga penyimpanan bahan makanan yang tepat untuk mencegah kontaminasi.

Seiring bertambahnya usia, tekstur MPASI perlu dinaikkan secara bertahap agar keterampilan mengunyah bayi berkembang optimal dan ia siap mengonsumsi makanan keluarga.

Artikel Terkait: Mengenal Tekstur MPASI 9 Bulan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sayur Apa yang tidak boleh untuk MPASI?

Pedoman resmi Kemenkes tidak membuat daftar “sayur terlarang”, tetapi menekankan prinsip keamanan pangan, kebersihan, dan cara pengolahan yang benar dalam penyiapan MPASI.

Anak dianjurkan mendapatkan berbagai jenis sayur, terutama sayur dan buah kaya vitamin A seperti wortel, labu kuning, dan bayam, sebagai bagian dari minimal 5 kelompok makanan dalam menu hariannya.

Namun, Parents perlu memperhatikan cara memasak, kebersihan, dan porsi, terutama untuk sayuran berdaun hijau yang mengandung nitrat, agar tetap aman untuk bayi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kemenkes menekankan bahwa MPASI harus adekuat dan aman. Artinya, bahan makanan dipilih yang segar, bersih, dimasak hingga matang, dan disajikan segera untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Untuk sayuran seperti bayam dan jenis berdaun hijau lainnya, Parents disarankan tidak memberikan dalam jumlah berlebihan.

Jika ragu terhadap jenis sayur tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi di fasilitas kesehatan adalah langkah yang dianjurkan.

***

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, Januari 22). Pemberian Makanan Pendamping ASI yang Tepat untuk Mencegah Stunting.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, Desember 18). Pemberian Mpasi Harus Penuhi 4 Syarat Ini.

Dinas Kesehatan Aceh. (2024, Januari 24). Panduan MP-ASI yang Tepat dari Kemenkes untuk Cegah Anak Stunting.

Baca Juga:​

12 Penyebab Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus dan Cara Mengatasinya

7 Menu MPASI Bayi 11 Bulan Anti GTM yang Mudah Dibuat

Murah Meriah! Ini 3 Manfaat Tempe untuk MPASI Bayi