10 Tips Dan Panduan Membawa ASI di Pesawat

10 Tips Dan Panduan Membawa ASI di Pesawat

Sebagai ibu menyusui, bepergian jauh tentunya perlu perencanaan yang matang. Simak tips dan panduan membawa ASI di pesawat berikut ini.

Bunda mungkin sudah sering mendengar cerita ‘horor’ para ibu menyusui yang membawa ASI di pesawat, mulai dari petugas bandara yang ‘rese’, sampai musibah botol pecah?

Sebelum mengalaminya sendiri, simak dulu panduan dan tips membawa ASI di pesawat ini.

Panduan membawa ASI di pesawat

1, Penerbangan internasional

Dalam penerbangan internasional, penumpang umumnya dibatasi hanya boleh membawa cairan maksimal 3 ounces atau maksimum 100 mililiter ke dalam kabin.

Namun untuk ASI, aturannya berbeda.

Sebaiknya, cek ketentuan setiap negara yang akan Anda kunjungi, termasuk maskapai penerbangan yang akan Anda gunakan, karena setiap negara bisa saja memiliki ketentuan yang berbeda.

Amerika Serikat memiliki ketentuan yang  tercantum dalam TSA (Transportation Security Administration atau Badan Keamanan Transportasi) berikut ini:

  • Laporkan terlebih dahulu ke pabean jika Ibu terbang dengan atau tanpa anak dan membawa ASI/susu formula/jus dalam jumlah lebih dari 100 ml.
  • Prosuder pemeriksaan ASI atau susu formula yang dibawa di tas jinjing atau tas lainnya sama dengan barang-barang lain, yaitu melalui pemeriksaan sinar X, pabean, dan boleh dibawa ke dalam kabin. Bunda dan anak tidak akan diminta untuk mengetes ASI atau susu formula tersebut.
  • ASI atau susu formula harus dipisah dari cairan lain (gel, aerosol, cairan). Sebaiknya simpan di dalam tas  berukuran 1 liter yang memiliki risleting di bagian atas.

2. Penerbangan domestik

Dalam penerbangan domestik, ketentuannya  tercantum dalam pasal 3 ayat 2, Peraturan Dirjen Perhubungan Udara SKEP/43/III/2007, mengenai obat-obatan medis/makanan/minuman/susu bayi dan makanan/minuman penumpang untuk program diet khusus.

Peraturan ini menyatakan bahwa makanan/minuman/susu bayi tidak usah diperlakukan seperti membawa cairan, aerosol dan gel.

Jadi, Bunda bisa membawa ASI ke dalam kabin. Atau untuk lebih jelasnya, hubungi maskapai penerbangan yang akan Bunda gunakan untuk lebih pasti dan jelas.

Simak juga 10 tips membawa asi di pesawat yang kami kumpulkan dari para ibu menyusui yang sudah berpengalaman berikut ini:

Tips membawa asi di pesawat

  • Pompa asi tidak dihitung sebagai barang bawaan kabin, melainkan sebagai “perangkat medis”. Sedangkan tas pendingin masuk kategori bagasi jinjing. Jadi sebaiknya jangan membawa pompa asi di dalam cooler bag (terutama untuk penerbangan internasional).
  • Minta petugas bandara untuk menggunakan sarung tangan yang bersih saat memeriksa ASI. Bunda berhak untuk hal ini.
  • Saat memesan hotel, pastikan untuk meminta kamar yang menyediakan freezer. Jika tidak memungkinkan, tanyakan apakah Bunda bisa menitipkan ASI yang sudah diperah untuk disimpan dalam freezer hotel.
  • Dalam penerbangan pulang, Bunda akan membutuhkan banyak ice-pack untuk menjaga ASI tetap beku. Jika Bunda tidak memiliki cukup ice-pack, cobalah untuk meminta dry-ice di cafe hotel atau bandara.
  • Ingat, Bunda boleh membawa ASI sebanyak apapun.

    Pemeriksaan bandara jika membawa ASI di pesawat. Sumber: lifewithzachary.com.

    Pemeriksaan bandara jika membawa ASI di pesawat. Sumber: lifewithzachary.com.

  • Ketika melewati keamanan bandara, selalu laporkan ASI yang Bunda bawa. Jika ASI dalam bentuk beku, petugas keamanan tidak perlu melakukan tes khusus. Mereka hanya boleh memeriksa secara visual. Jika ASI dalam keadaan cair atau semi padat, petugas biasanya melakukan tes khusus pada setiap kantong atau botol, di mana selembar kertas akan disapukan pada botol atau kantong. Kemudian kertas tersebut dimasukkan ke dalam mesin yang menguji apakah mengandung bahan peledak atau tidak.

  • Jika Bunda perlu memompa ASI di bandara, tanyakan apakah ada ruang untuk perawatan bayi. Jika tida, carilah ruang yang cukup tenang dan bersih untuk memompa ASI.
  • ASI dapat dikirim via kargo bandara, jika Bunda melakukan perjalanan panjang. Namun mengirim ASI biayanya cukup mahal. Yang dibutuhkan adalah dry-ice dan kotak styrofoam. Dry-ice sangatlah dingin, untuk itu pastikan botol dan kantong ASI cukup aman. Bunda bisa membungkus kantong atau botol ASI dengan plastik ziplock, lalu bungkus dengan kertas koran agar tidak pecah.
  • Beberapa rekomendasi ini mungkin tidak berlaku di beberapa bandara. Jika Bunda melakukan penerbangan internasional, cobalah hubungi konsulat dari negara tujuan untuk memastikan peraturan mereka.

Semoga tips ini membantu ya, Bunda.

 

Baca juga tips perjalanan lainnya:

7 Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan Saat Mudik Bersama Bayi

10 Tips Mudik Lebaran Saat Hamil

Tips Mudik Bersama Bayi dengan Kendaraan Umum

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner