Kebutuhan nutrisi anak 2 tahun pertama sangatlah penting karena di masa pertumbuhan, anak membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap untuk mendukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan fisik secara optimal. Nutrisi penting seperti DHA serta kombinasi omega berperan dalam mendukung fungsi kognitif, kesehatan tubuh, dan sistem imun anak.
Namun, perhatian terhadap kecukupan gizi tidak berhenti di sana. Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia berada pada angka 19,8 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupannya.
Karena itu, pemenuhan nutrisi harian, termasuk melalui konsumsi susu dan pola makan bergizi seimbang, menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak dini.
Apa Saja Kebutuhan Nutrisi Anak di Usia 2 Tahun Pertama?
Kebutuhan nutrisi anak di usia 2 tahun pertama mencangkup gizi seimbang yang mengandung makronutrien dan mikronutrien. Sebagai acuan, Parents bisa mengikuti Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019 terbaru yang dianjurkan Kementerian Kesehatan Indonesia untuk balita usia 1 hingga 3 tahun, meliputi:
Kebutuhan Gizi Makronutrien Usia 1 – 3 Tahun
- Energi: 1.350 kkal
- Protein: 20 gram
- Lemak total: 45 gram
- Karbohidrat: 215 gram
- Serat: 19 gram
- Air: 1.150 ml
Kebutuhan Gizi Mikronutrien Usia 1 – 3 Tahun
Vitamin
- Vitamin A: 400 RE
- Vitamin D: 15 mcg
- Vitamin E: 6 mcg
- Vitamin K: 15 mcg
- Vitamin B1 (Tiamin): 0,5 mg
- Vitamin B2 (Riboflavin): 0,5 mg
- Vitamin B3 (Niasin): 6 mg
- Vitamin B5 (Asam Pantotenat): 2 mg
- Vitamin B6: 0,5 mg
- Folat (Vitamin B9): 160 mcg
- Vitamin B12: 1,5 mcg
- Biotin: 8 mcg
- Kolin: 200 mg
- Vitamin C: 40 mg
Mineral
- Kalsium: 650 mg
- Fosfor: 460 mg
- Magnesium: 65 mg
- Natrium: 800 mg
- Kalium: 2.600 mg
- Zat Besi: 7 mg
- Zink (Seng): 3 mg
- Iodium: 90 mcg
- Selenium: 18 mcg
- Mangan: 1,2 mg
- Kromium: 11 mcg
- Tembaga: 350 mcg
- Fluor: 0,7 mg
Panduan Nutrisi Pola Makan Anak 2 Tahun Pertama untuk Mendukung Pertumbuhan Optimal Anak
Beberapa nutrisi penting yang perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan optimal anak di usia 2 tahun pertama adalah sebagai berikut:
- DHA dan zat besi: mendukung perkembangan otak dan fungsi kognitif anak
- Kombinasi omega 3 & 6: membantu meningkatkan sistem imunitas
- Protein: mendukung pertumbuhan fisik yang optimal
- 0g sukrosa: menjadi pilihan asupan yang lebih sehat untuk anak
1. DHA & Zat Besi
Melansir laman Healthline, DHA (docosahexaenoic acid) merupakan salah satu komponen utama pembentuk otak dan retina mata, sehingga perannya sangat penting bagi kecerdasan dan pertumbuhan anak.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Frontiers pada 2025, asupan DHA yang cukup membantu mendukung perkembangan fungsi kognitif, seperti kemampuan belajar, daya ingat, dan konsentrasi, serta turut mendukung perkembangan penglihatan anak.
Peran DHA ini menjadi semakin krusial pada masa awal pertumbuhan, ketika otak anak sedang berkembang sangat cepat.
DHA umumnya dapat diperoleh dari ikan berlemak, ASI, atau makanan dan produk yang telah diperkaya DHA, sehingga penting bagi orang tua untuk memastikan asupan ini tercukupi setiap hari.
Selain DHA, zat besi untuk perkembangan otak anak juga tidak kalah penting. Menurut penelitian yang dipublikasikan di National Library of Medicine pada 2023, zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mendukung suplai oksigen ke otak, yang pada akhirnya turut memengaruhi konsentrasi dan energi anak sehari-hari.
2. Omega 3 & 6
Kombinasi omega 3 & 6 juga berperan penting dalam mendukung imunitas anak.
- Omega-3 → pengatur imun (immune regulator)
Menurut Jurnal Immunomodulatory Effects of Omega-3 Fatty Acids yang dipublikasikan pada 2025, beberapa manfaat omega 3 di antaranya adalah:
- Membantu mencegah peradangan berlebihan dan mendorong proses resolusi peradangan (inflammation resolution).
- Membantu sistem imun anak tumbuh dan berkembang dengan baik, karena berperan dalam pembentukan sel-sel imun yang bertugas mengenali dan melawan kuman.
- Membantu sel-sel imun saling “bekerja sama” dengan lebih baik, sehingga tubuh bisa merespons infeksi secara tepat dan seimbang.
- Omega-6 → pengaktif imun (immune activator)
Menurut Jurnal terbaru 2025, Synergic Effects and Possible Mechanism of Omega-6 Fatty Acids on Immune System, Inflammation, and Cancer, beberapa manfaat omega 6 untuk anak di antaranya:
- Membantu memicu respons peradangan tubuh saat melawan infeksi, sebagai salah satu cara alami tubuh melindungi diri dari kuman.
- Membantu mengaktifkan sel-sel imun tubuh (seperti sel pemakan kuman dan sel pembunuh alami) untuk melawan bakteri, virus, atau kuman lain yang masuk ke tubuh.
- Mendukung proses imun yang terlibat dalam produksi antibodi.
Kombinasi kedua jenis lemak baik ini dapat membantu mendukung daya tahan tubuh anak, sekaligus menunjang tumbuh kembang dan kesehatan secara menyeluruh, terutama jika dikonsumsi dalam pola makan yang seimbang setiap harinya.
3. Protein
Berdasarkan jurnal The Biological Value of Proteins for Pediatric Growth and Development: A Narrative Review yang dipublikasikan pada 2025, protein merupakan zat gizi makronutrien yang penting untuk pertumbuhan fisik anak yang optimal.
Selain itu, protein berkontribusi penting pada perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh anak, sementara kekurangan protein dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, otot lemah, rambut mudah rontok, konsentrasi menurun, dan daya tahan tubuh berkurang.
Sehingga, memastikan asupan protein berkualitas sesuai kebutuhan usia anak sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal mereka.
Bunda, nutrisi penting ini sesungguhnya dapat dipenuhi melalui asupan harian yang seimbang, salah satunya melalui konsumsi jenis makanan yang tepat.
Anak 2 Tahun Butuh Protein Berapa?
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 dari Kementrian Kesehatan Indonesia, anak 2 tahun butuh protein 20 gram per harinya.
Kebutuhan tersebut bisa didapatkan dari protein hewani seperti telur, ikan, ayam, atau daging dan nabati seperti tahu dan tempe.
Anak 2 Tahun Minimal BB Berapa?
Berdasarkan standar grafik pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas minimal berat badan normal anak usia 2 tahun adalah 9,7 kg untuk anak laki-laki dan 9 kg untuk anak perempuan.
Berapa Gram Nasi Sekali Makan Anak 2 Tahun?
Porsi nasi yang dianjurkan untuk anak usia 2 tahun adalah sekitar 50 hingga 125 gram per sekali makan. Hal ini juga mengikuti pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa porsi karbohidrat untuk anak usia 2 tahun adalah sekitar 2/3 dari setengah piring atau setara dengan 7 sendok makan (125 gram) nasi putih per porsi makan.
DANCOW IMUNUTRI Hadir untuk Dukung Pertumbuhan Anak
Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Buah Hati, hadir DANCOW IMUNUTRI yang mengandung DHA & zat besi, kombinasi omega 3 & 6, protein tinggi, serta 0g sukrosa.
DANCOW IMUNUTRI dirancang untuk mendukung tiga aspek penting tumbuh kembang anak, yaitu perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan fisik, sehingga membantu Ayah dan Bunda memberikan fondasi nutrisi yang lebih lengkap sejak dini.
DANCOW tersedia dalam rangkaian lengkap, yaitu DANCOW 1+, 3+, hingga 5+, dengan kandungan nutrisi yang disesuaikan untuk setiap tahapan usia anak
Dengan begitu, kebutuhan nutrisi Si Buah Hati dapat terus terpenuhi seiring bertambahnya usia dan aktivitas.
Pantau Tumbuh Kembang si Buah Hati dengan DANCOW Growth Tracker
Memenuhi nutrisi saja tidak cukup, memantau milestone pertumbuhan secara berkala juga sama pentingnya.
Salah satu tools yang bisa Ayah dan Bunda manfaatkan adalah DANCOW Growth Tracker, alat bantu untuk memantau tumbuh kembang anak sesuai tahapan usianya.
Melalui DANCOW Growth Tracker, Bunda dapat:
- Mendeteksi dini kemungkinan keterlambatan pertumbuhan pada anak
- Mendapatkan panduan nutrisi yang sesuai untuk setiap fase perkembangan anak
Yuk, cek sudah sejauh mana pencapaian Si Buah Hati lewat Growth Tracker DANCOW!
Tak lupa, jadilah Bunda Cerdas yang paham nutrisi dan pilih DANCOW untuk mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati optimal di setiap tahapan usianya.
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.