Outsourcing Parenting; Apakah Anda Salah Satu Pelakunya?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Tanpa sadar, banyak orang tua menerapkan outsourcing parenting. Apakah Anda salah satu dari mereka? Bacalah ulasan menarik ini.

Mempercayakan seluruh kegiatan anak kepada pengasuh, salah satu bentuk outsourcing parenting yang tidak kita sadari.

Mempercayakan seluruh kegiatan anak kepada pengasuh, salah satu bentuk outsourcing parenting yang tidak kita sadari.

Peran orang tua di ‘outsource’? Seperti karyawan atau buruh saja. Jangan salah, kenyataannya, banyak orang tua melakukan outsourcing parenting – melimpahkan tugas mengasuh anak kepada orang lain, dalam hal ini asisten rumah tangga atau baby sitter. Ada dua hal penting yang termasuk  outsourcing parenting.

Pertama, orang tua mendelegasikan salah satu tanggung jawab mereka kepada orang lain.

Kedua, orang tua menyerahkan semua/banyak tugas dan tanggung jawab secara keseluruhan, sosok orang tua digantikan oleh orang lain. Banyak orang tua menyangkal poin kedua ini, tanpa menyadari bahwa mereka juga melakukannya.

Outsourcing parenting, semua orang tua melakukan hal ini!

Mark Oppenheimer, seorang penulis yang juga sosok seorang ayah menulis artikel tentang outsourcing parenting. Ia mengungkapkan, semua orang tua melakukannya, tanpa mereka sadari atau tidak.

Dalam hal ini Oppenheimer menggunakan definisi pertama. Ia mengungkapkan bahwa orang tua mencari bantuan orang lain dalam melakukan minimal salah satu tugas dan tanggung jawab mereka. Orang tua menganggap bahwa outsourcing ini membantu meringankan tugas mereka .

Contoh paling konkret dalam hal outsourcing adalah pendidikan. Memang lumrah menyekolahkan anak, di mana anak memang memerlukan pendidikan formal untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dari ijazah yang mereka dapatkan.

 





Bayi Bayi baru lahir Pra Sekolah Praremaja Usia Sekolah