TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Les Tambahan Untuk Anak, Perlukah?

Bacaan 4 menit
Les Tambahan Untuk Anak, Perlukah?

Dunia anak semakin rumit ketika ia memasuki usia sekolah. Apakah les tambahan untuk anak akan membantunya untuk menghadapi segala komplikasi itu?

Jangan bebani buah hati Anda dengan terlalu banyak les tambahan.

Jangan bebani buah hati Anda dengan terlalu banyak les tambahan.

Les tambahan, apakah perlu?

les

Menjelang usia 5 tahun, seorang anak balita dengan lambat laun memahami bahwa dunianya tak akan sesederhana ketika ia masih balita. Ia harus pergi ke sekolah untuk belajar dan mematuhi peraturan yang diterapkan sekolah.

Beberapa anak ada yang mengalami hambatan dalam belajar dan mengakibatkan mereka mengalami ketertinggalan dibanding teman-teman sekelasnya. Para orang tua kemudian bertindak cepat dengan mengirim anak-anak semacam ini untuk mengikuti les tambahan di luar jam sekolah.

Seorang pakar psikologi anak, Dra. Adriani Purbo Psi, MBA mengatakan, dengan mewajibkan seorang anak usia Taman Kanak-kanak menguasai keterampilan membaca dan menulis sama saja dengan memaksakan anak untuk memiliki kemampuan yang seharusnya diajarkan di Sekolah Dasar.

Dengan memaksa anak mengikuti les tambahan dikhawatirkan akan mengurangi aktifitas bermain, sedangkan dunia anak sendiri adalah dunia yang identik dengan bermain. Melalui kegiatan bermain seorang anak usia pra-SD justru akan mempelajari banyak hal dan berkembang secara optimal.

Namun sebagian besar SD menerapkan peraturan bahwa anak sudah harus dapat membaca sebelum dapat menjadi murid kelas satu di sekolah tersebut. Mau tak mau para orang tua  kalang kabut dan didera kekhawatiran seandainya anak tidak dapat diterima di sekolah pilihan mereka.

Lalu, apakah les tambahan merupakan solusi terbaik untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialami seorang anak?

Jadilah guru lesnya

les

Bunda, Anda bukan satu-satunya ibu dengan putra putri yang mengalami kesulitan belajar membaca atau menulis. Saya pun pernah mengalaminya.

Hita, si bungsu saya, belum dapat membaca beberapa bulan sebelum masa TK berakhir dan kami mulai memilih SD yang tepat untuknya. Tentu saja hal ini membuat saya khawatir.

Hal yang dapat saya lakukan saat itu adalah tak kenal lelah mengajarinya membaca setiap hari pada jam yang sama, yaitu sekitar jam 4 sore. Awalnya ia menolak, dan lama kelamaan ia berubah dengan sedikit ‘sogokan’, yaitu jam bermain yang lebih lama dari biasanya.

Kami hanya belajar sebentar, mungkin tak lebih dari 15 menit. Sesudah itu ia bisa bermain atau menonton film kesukaannya. Hasilnya cukup menggembirakan karena beberapa saat sebelum wisuda TK ia sudah dapat mendemonstrasikan kemampuannya dengan membaca papan reklame di sepanjang jalan yang kami lewati ketika mengajaknya bepergian.

Menurut saya, belajar membaca bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan dan dipahami, meski seandainya anak Anda merupakan tipe yang ogah-ogahan untuk diajak belajar. Anda bisa kok menjadi guru les untuk anak sendiri.

Dengan sedikit kesabaran dan kreatifitas, buat strategi agar si kecil mau duduk bersama Anda di meja belajar. Jangan paksa mereka belajar terlalu lama, atau mereka akan merasa bosan dan apa yang telah Anda ajarkan padanya menjadi sia-sia.

Les untuk menghadapi ujian

les

Lalu, bagaimana kita menyikapi les tambahan yang dijalani oleh anak-anak di sekolah tingkat lanjut, seperti di SMP atau SMA? (Beberapa SD juga telah menerapkan les tambahan untuk murid mereka)

Hal ini saya lontarkan berdasarkan keprihatinan ketika menemui kenyataan banyak sekali murid SMP, SMA, dan bahkan SD yang harus pulang ke rumah di sore hari karena harus mengikuti les tambahan di sekolah (dan di tempat bimbingan belajar).

Ya, saya paham semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan tak satupun orang tua yang ingin melihat buah hati mereka gagal dalam ujian. Akan tetapi, yakinkah Anda bahwa semua les itu tak membuat anak tertekan, baik secara fisik maupun psikis?

Jika anak remaja Anda benar-benar membutuhkan les tambahan, pilihlah waktu yang tepat sehingga ia tak terlalu lelah dan cukup istirahat.

Anda dapat berkonsultasi dengan guru kelas atau pihak sekolah jika Anda merasa jam les tambahan yang wajib diikuti anak tidak masuk akal. Jika anak Anda mengikuti les tambahan di sebuah bimbingan belajar, pilihlah satu atau dua mata pelajaran yang benar-benar tak dikuasainya.

Jangan lupa untuk menyenangkan hati anak dengan memberi kejutan kecil seperti memasak makanan kesukaannya atau membelikan DVD film kesukaannya untuk Anda tonton bersama di akhir pekan. Hal ini penting agar anak tak merasa sedang berada di bawah tuntutan kerja rodi karena harus terus menerus belajar tanpa henti.

Referensi :

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Bukan Belajar Komputer, Ini Lima Aktivitas Seru untuk Mengenalkan Keterampilan Berpikir Komputasional pada Anak
Bukan Belajar Komputer, Ini Lima Aktivitas Seru untuk Mengenalkan Keterampilan Berpikir Komputasional pada Anak
  • Perlukah Anak Mendapat Pelajaran Tambahan?
  • Jelang UN, Sekolah Beri Pelajaran Tambahan ke Siswa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • Les Tambahan Untuk Anak, Perlukah?
Bagikan:
  • 7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

    7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

    7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

  • 7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

    7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

    7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti