Mengenal tentang orgasme vagina yang dianggap sebagai mitos

lead image

Benarkah orgasme vagina hanyalah mitos belaka? Cari tahu jawabannya di sini, Bun!

Penjelasan mengenai orgasme vaginasebenarnya masih menjadi tanda tanya. Emma McGowan, seorang penulis sekaligus pakar seks bersertifikat memaparkan, sebenarnya belum ada penelitian yang pasti terkait jenis orgasme tersebut. Secara ilmiah, penjelasan mengenai hal ini pun terbilang kompleks dan menuai perdebatan.

Artikel terkait: 7 Jenis orgasme yang bisa terjadi pada wanita, Bunda sudah alami yang mana saja?

Orgasme vagina, antara mitos dan fakta

orgasme vagina

Umumnya, orgasme pada wanita dikategorikan menjadi dua bagian besar yakni orgasme klitoris dan orgasme vaginal. Namun menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Wiley Online Library, sebenarnya hanya ada satu jenis respon orgasme yang dirasakan wanita ketika berhubungan seksual. Tidak ada yang namanya orgasme vaginamaupun orgasme klitoris, karena keduanya terbilang sama secara fisiologis.

Bahkan menurut Dr. Puppo, seorang pakar seks, istilah “orgasme vagina” adalah istilah yang tidak tepat. Dia menjelaskan bahwa, vagina tidak memiliki struktur anatomi yang menyebabkan orgasme.

Hal ini karena, orgasme secara vaginal yang dirasakan wanita sebenarnya selalu disebabkan oleh organ ereksi lainnya.

“Tekanan pada vagina selama aktivitas seksual dapat mengakibatkan getaran serta stimulasi klitoris. Oleh karena itu, merupakan langkah yang kurang tepat jika kita harus mendefinisikan orgasme klitoris dan orgasme vaginasebagai dua fenomena berbeda,” jelasnya seperti dikutip dalam Medical News Today.

Jadi secara teknis, seorang wanita tidak bisa mendapatkan orgasme vaginal yang benar-benar murni. Murni dalam hal ini maksudnya, orgasme tersebut tidaklah melibatkan klitoris.

Emma McGowan menganggap hal itu tidak akan pernah terjadi karena secara sederhana, vagina membutuhkan reaksi klitoris untuk mendapatkan klimaks dalam segala jenis kegiatan seksual.

Artikel terkait: Puncak orgasme wanita ada di usia ini, Bunda wajib tahu!

Apa yang sebenarnya terjadi selama orgasme?

orgasme vagina

Yang terjadi dalam tubuh wanita selama orgasme adalah ketika vagina, uterus, anus, serta terkadang bagian tubuh lainnya seperti tangan dan kaki, berkontraksi 3-15 kali lebih cepat dari biasanya.

Kemudian, rasa kontraksi itu pun disertai dengan keluarnya cairan dari uretra. Cairan tersebut berupa cairan keputiham dari peri-uretra dan urin yang jernih bernama skene.

Tapi proses tersebut tidak selalu sama, mengingat setiap orang pun tidak akan pernah merasakan orgasme yang sama.

Itulah mengapa, setiap orang dianjurkan untuk menemukan sendiri apa yang disukai oleh tubuh Anda untuk mencapai kepuasan dalam aktivitas seksual.

Meski demikian, tidak ada salahnya Bunda paham mengenai 4 tahapan dalam mencapai respons seksual. Tahapan-tahapan ini berdasarkan penjelasan dari buku Human Sexual Respons, yakni:

  • Merasa bergairah
  • Timbulnya gerakan berulang yang menyenangkan
  • Orgasme, semburan kesenangan
  • Resolusi, pemikiran dan tindakan apakah ingin mengulangi tahapan sebelumnya lagi ataukah tidak.

Artikel terkait: Ssstt… Ini 7 rahasia agar mendapatkan orgasme yang dahsyat! Wajib baca!

Perlukah wanita merasakan orgasme saat bercinta?

orgasme vagina

Bentuk gairah, fantasi, hingga orgasme seksual setiap wanita itu terbilang unik. Sebuah studi teranyar dari National Library of Medicine bahkan menjelaskan, bahwa hanya ada sekitar 6 persen wanita yang bisa mencapai orgasme setiap kali berhubungan seks.

Namun, wanita yang tidak bisa mencapai orgasme bukan berarti ia tidak akan merasakan kepuasan dari aktivitas seksual.

Beberapa orang juga harus paham, kepuasan seksual merupakan konsep yang unik. Apakah Anda merasa telah mendapatkan orgasme klitoris, orgasme vagina, atau pun jenis orgasme yang berasal dari stimulasi lainnya itu tidak masalah.

Karena kepuasan terbaik saat bercinta bukanlah orgasme, melainkan rasa bahagia dan gairah yang dialami oleh masing- masing mereka yang terlibat dalam aktivitas seks.

Setiap tubuh manusia itu berbeda, begitu pula dengan orgasme. Dan apabila Anda ingin merasakannya, jalan utamanya adalah bagaimana Anda menjalin komunikasi dengan pasangan dan terus mencoba hal-hal baru dari aktivitas seksual.

Rasakan dan nikmati setiap sensasi dari proses tersebut. Bunda pun harus ingat bahwa orgasme bukanlah tujuan akhir dari kegiatan bercinta. Kepuasan seksual tetap akan didapat meski Anda tidak mendapatkan orgasme.

***

Anda bisa bergabung dengan jutaan ibu lainnya di aplikasi theAsianparent untuk berinteraksi dan saling berbagi informasi terkait kehamilan, menyusui, dan perkembangan bayi dengan cara klik gambar di bawah ini.

TAP-Web-Banner_Ask other parents

Referensi: Bustle, Medical News Today, Healthline

Baca juga:

Mengapa perempuan sering susah orgasme? Penelitian ini ungkap 7 alasannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner