TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jangan ditiru! Orangtua berkelahi di arena bermain anak

Bacaan 4 menit
Jangan ditiru! Orangtua berkelahi di arena bermain anak

Sebuah video menampilkan orangtua berkelahi di arena bermain anak, seharusnya bisa menjadi peringatan bagi orangtua akan bisa menjaga emosi di depan anak.

Orangtua adalah figur teladan bagi anak yang semestinya bisa memberi contoh yang baik dalam mengendalikan emosi dan amarah. Namun, beberapa orang tidak bisa menahan diri dan malah berkelahi di arena bermain anak. Peristiwa orangtua berkelahi di arena bermain anak menjadi viral di Cina.

Video orangtua berkelahi ini direkam dan dipublikasikan di internet pada hari Selasa, 10 Oktober lalu. Peristiwa orangtua berkelahi ini terjadi di arena bermain anak di sebuah pusat perbelanjaan di Shenzen, Cina.

Semua berawal ketika salah satu orangtua tidak terima mainan anaknya diambil anak lain dan memulai perkelahian dengan orangtua anak tersebut.

Anak-anak yang sedang bermain berteriak ketakutan, sedangkan ibu dari anak-anak tersebut malah memulai perkelahian dengan saling menjambak rambut.

Berikut ini adalah videonya.

Saat seseorang berusaha melerai perkelahian tersebut, orangtua lain malah ikut menambah rusuh dengan bergabung dalam panasnya perkelahian di arena bermain anak. Beberapa orang terlihat menonton dan tidak ada yang berusaha memisahkan.

Artikel terkait: Balita Berebut Mainan? Inilah Cara Mendidik Anak Agar Mau Berbagi

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus orangtua berkelahi di arena bermain anak

Mungkin Parents merasa gemas melihat ulah anak lain yang merebut mainan yang sedang dimainkan oleh si kecil. Rasanya hati ini panas dan ingin memarahi anak tersebut.

Apalagi jika orangtua si anak ada di dekat situ dan tidak berbuat apa pun. Inginnya sih ikut ngomelin anak dan ibunya sekalian biar lega.

Namun, seorang spesialis anak Magda Gerber dalam bukunya yang berjudul Your Self-Confident Baby: How to Encourage Your Child’s Natural Abilities – From the Very Start menyarankan orangtua untuk menerima dan mencoba tidak ikut campur dalam urusan rebutan mainan. Magda menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama parenting adalah agar anak bisa memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain.

Tentu hal ini kurang dapat tercapai jika Parents terus mencampuri interaksi anak dengan saudara atau teman sebayanya.

Berikut alasan yang menegaskan mengapa Parents tidak perlu mengintervensi anak ketika ia sedang bermain dengan temannya.

1. Merebut mainan adalah cara untuk menarik perhatian Parents

Meski anak sedang sibuk bermain dengan anak lain, ia tetap menginginkan orangtuanya tetap memperhatikannya. Saat perhatian Parents teralih pada ponsel atau karena mengobrol dengan orangtua lain yang ada di sana, anak mulai mencari cara untuk menarik perhatian Anda.

Ya, salah satunya tentu saja dengan merebut mainan temannya. Cara ini bagi anak dianggap efektif namun tidak berbahaya.

Dalam pandangan anak, ia mungkin berpikir seperti ini: “Apa salahnya sih ngambil mainan temen?”

Ketika Parents mengeluarkan reaksi berlebihan dan mencap apa yang dilakukan anak sebagai sesuatu yang buruk, ia justru akan semakin impulsif untuk merebut mainan orang lain. Bahkan tak jarang, ia malah jadi menyerang anak lain karena tidak bisa mengekspresikan perasaannya pada Anda.

2. Anak-anak merasa bermain dengan cara yang berbeda

Anak-anak memandang segala sesuatu dengan sudut pandang baru. Mereka tidak tahu sebelumnya bagaimana caranya bermain yang baik, apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi mereka untuk belajar bagaimana melibatkan diri untuk bermain bersama anak lain. Cara satu-satunya adalah dengan bereksperimen dan membiarkan anak mencoba bermain bersama teman lain.

Berikan mereka kepercayaan saat bermain dan jangan sedikit-sedikit mengintervensinya. Tentu Parents tak mau anak tumbuh menjadi seseorang yang terus-menerus tergantung pada Anda dan tidak memiliki kepercayaan diri, bukan?

Merebut mainan bagi anak merupakan cara paling umum yang bisa ia pelajari saat harus bermain bersama dengan anak lain. Berawal dari merebut mainan, kemudian terjadilah interaksi.

3. Anak tetap butuh diawasi

Meski Magda menyarankan Parents untuk tidak terlalu banyak ikut campur, namun anak tetap membutuhkan kehadiran Anda. Bertindaklah sebagai pelatih dibanding sebagai wasit.

Tugas pelatih adalah mengingatkan dan mengatur strategi, sedangkan wasit yang akan memisahkan jika terjadi perseteruan. Anak membutuhkan kita untuk memastikan kondisi tetap aman dan mengingatkan dengan lembut, “Kalau nanti kamu sudah selesai bermain dengan mobil yang hijau, gantian pinjamkan ke teman ya…”

Parents boleh turun tangan jika rebutan mainan itu menyebabkan salah satu anak terluka.

4. Ketika kita berhenti menghakimi, anak-anak akan mulai berbagi

Terkadang anak melakukan kebalikan apa yang kita minta. Setiap kali kita mengatakan, “Ayo, jangan rebut mainan temanmu. Kembalikan ya…”, justru mendorongnya untuk terus-menerus merebut.

Tapi ketika Parents memberikan kepercayaan padanya (sambil sedikit memberikan arahan, tentunya), anak akan mulai berbagi mainan dengan sendirinya.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Nah, jadi mulai sekarang Parents nggak perlu lagi naik darah kalau melihat ada yang datang merebut mainan si kecil atau sebaliknya. Apalagi kalau sampai berkelahi seperti dalam video di atas, wah memalukan sekali!

Jangan lupa bagikan artikel ini agar makin banyak orangtua yang paham untuk tidak selalu ikut campur pada urusan bermain anak-anak.

Referensi:  Shanghaiist, Janet Lansbury

Baca juga:

Anak-Anak Berkelahi? Ajarkan Beberapa Hal Ini Untuk Mengatasi dan Mencegahnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Jangan ditiru! Orangtua berkelahi di arena bermain anak
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti