Mau Mudik Bersama si Kecil? Ini 7 Tips yang Wajib Diperhatikan agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau mudik bersama anak? Ini 7 tips dari dokter agar dia aman dan nyaman selama perjalanan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Wah, Hari Raya tinggal menghitung hari, ya, Moms. Apakah sekarang sedang bersiap-siap untuk mudik bersama anak?

Rencana mudik atau bepergian membawa si Kecil harus dipersiapkan dengan baik, nih, Moms

Simak, yuk, beberapa tips dari dokter dr. Hans Natanael, Sp.A, BCCS, CIMI, CBATR, C.HydroT, agar mudik bersama anak tetap nyaman, lancar, dan aman. Yang terpenting, semua tetap sehat-sehat sejak keberangkatan sampai kembali lagi ke rumah.

7 Tips Mudik Bersama Anak agar Nyaman dan Aman

1. Siapkan Barang-barang Penting Keperluan Anak

Selain pakaian istimewa untuk Hari Raya dan oleh-oleh untuk saudara-saudara, barang-barang si Kecil jangan sampai ada yang tertinggal, ya, Moms.

Bukan hanya di perjalanan, barang-barang ini pastinya akan sangat diperlukan selama menetap di tempat mudik atau berlibur. 

Jika memang bisa disiapkan sebelum keberangkatan, sebaiknya dilakukan ya, Moms. Agar nantinya di perjalanan atau di tempat tujuan tak perlu harus repot lagi mencari tempat untuk beli keperluan ini. 

dr. Hans menyarankan mempersiapkan dan membawa barang-barang penting ini saat mudik bersama anak:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  • Diaper dan perlak. Pastikan jumlah diaper cukup untuk selama di perjalanan berangkat, di tempat tujuan, dan perjalanan pulang.
  • Tisu basah dan tisu kering. Ini sangat diperlukan untuk membersihkan tubuh si Kecil setiap kali ganti diaper atau ketika terkena kotoran dan keringat.
  • Hand sanitizer. Idealnya memang kita mencuci tangan dengan air bersih mengalir. Namun, jika belum mungkin, membersihkan tangan dengan tisu basah dan sanitizer adalah solusi paling praktis.
  • Baju ganti. Pisahkan baju-baju si Kecil sesuai fungsinya. Baju-baju untuk acara istimewa bisa ditata dalam koper besar. Siapkan baju-baju nyaman untuk kebutuhan selama di perjalanan, dalam satu tas khusus yang selalu mudah diraih dan ada di dekat Moms, misalnya dalam diaper bag.
  • Kaos kaki dan sarung tangan. Sebaiknya dibawakan beberapa pasang. Sebagian disimpan dalam koper dan sebagian kecil tersedia di diaper bag.
    Sebab akan berada di dalam kendaraan ber-AC selama beberapa jam, bisa saja si Kecil butuh kaos kaki dan sarung tangan agar tetap nyaman.
  • Stok susu dan perlengkapannya. Jika si Kecil minum ASI, tidak atau belum minum susu tambahan, memang akan lebih praktis. Moms mungkin hanya perlu siapkan pompa ASI, stok botol, dan sterilizer.
    Tapi kalau ada susu tambahan yang rutin dikonsumsi si Kecil, sebaiknya perhitungkan benar-benar jumlah stoknya.
    Bukan hanya untuk di perjalanan. Bisa jadi karena masa padat liburan, stok susu di pasaran juga jadi terbatas. 
    Pertimbangan lain, di tiap kota suplai susu dengan brand dan jenis tersebut belum tentu sama ketersediaannya.
  • Bantal dan selimut. Selain fungsinya, bantal dan selimut memang bisa jadi barang kesayangan yang membuat si Kecil nyaman. Tapi bisa juga digantikan dengan benda lain yang prinsipnya sama, misalnya mainan kesukaannya. Asalkan tetap dalam ukuran dan fungsi yang praktis.
  • Perlengkapan mandi dan tabir surya. Bawa dan hanya gunakan yang memang sudah biasa dipakai si Kecil. Hindari mencoba produk yang belum pernah dipakai, untuk mencegah risiko alergi atau efek lain.

2. Siapkan First Aid Kit

Isi wajib wadah first aid adalah termometer, lotion anti nyamuk, plester luka, dan obat-obatan.

Apa saja yang harus ada di dalam wadah ini? dr. Hans memberi daftar jenis obat-obatan yang mungkin akan diperlukan dalam perjalanan dan selama bepergian:

  • Obat mabuk perjalanan
  • Obat penurun panas
  • Anti mual atau muntah
  • Anti diare
  • Obat alergi
  • Obat maag

Spesifikasi dari obat-obatan ini harus Moms konsultasikan lebih dulu dengan dokter anak, terkait nama dagang obat, dosis yang sesuai untuk anak, dan tata cara penggunaannya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

3. Jaga Kombinasi Menu Makanan dan Minuman Si Kecil 

Untuk menghindari kemungkinan keluhan atau reaksi alergi selama perjalanan, sebaiknya diberikan kombinasi menu makanan atau minuman yang sudah pernah diberikan sebelumnya dan tidak menimbulkan keluhan pada anak. 

Hal ini perlu dilakukan beberapa hari sebelum perjalanan, selama di perjalanan, dan selama di tempat tujuan.

Jika si Kecil sudah melewati masa ASI eksklusif, berarti Moms harus mempersiapkan bawaan MPASI. 

Makanan utama dan selingan ini tetap harus sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak ya, Moms. 

Pilihlah menu yang praktis, tanpa perlu dihangatkan. Misalnya, buah-buahan, biskuit, atau finger food lain. 

4. Rencanakan agar Tidak Terlalu Lama dalam Kendaraan

Pilihan moda transportasi tetap harus mengutamakan kenyamanan si Kecil. Tentu, juga dengan mempertimbangkan efisiensi dan kemampuan biaya, ya, Moms

Lakukan riset kecil tentang durasi perjalanan yang ditempuh dengan masing-masing pilihan moda transportasi dan pilih mana yang paling nyaman dan memungkinkan untuk mudik bersama anak.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Menurut dr. Hans, durasi yang paling aman untuk anak berada di kendaraan adalah 6-8 jam. Jika lebih dari itu, mungkin anak akan merasa bosan dan tidak nyaman lagi. 

Hal ini bisa disiasati dengan menyesuaikan waktu perjalanan dengan jam tidur si Kecil. Jadi ia tidak perlu dapat ‘tekanan’ untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kendaraan dan perjalanan.

Bila menggunakan kendaraan pribadi, sebelum perjalanan, kumpulkan informasi tempat-tempat perhentian istirahat (rest area) yang bersih dan nyaman. 

Rencanakan setiap 2 jam sekali bisa berhenti untuk istirahat, bermain sebentar di luar kendaraan atau stretching, ibadah, makan, atau sekedar bersih-bersih anggota badan agar tetap segar. 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Ini penting untuk si Kecil dan juga untuk Moms, supaya tetap fokus dan aman melanjutkan perjalanan sampai tujuan.

Sangat penting untuk diperhatikan keamanan si Kecil dalam kendaraan. 

Jika menggunakan moda transportasi umum, untuk anak di atas 1 tahun bisa mulai beri pengertian dan lakukan kesepakatan dengannya apa saja yang boleh dan tidak boleh ia lakukan selama dalam kendaraan umum nanti.

Apabila menggunakan kendaraan pribadi, gunakan car seat yang sesuai dengan usia dan berat badan anak. 

Pastikan Moms menggunakannya sesuai dengan prosedur yang tersebut di masing-masing tutorial produknya. Dan seat belt terpasang selama perjalanan adalah wajib, ya, Moms.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

5. Jika Fase Toilet Training, Tetap Jaga Kebiasaan Ini selama Mudik Bersama Anak

Bila sehari-hari di rumah, anak sudah dikenalkan dengan toilet training, selama perjalanan dan di tempat tujuan sebaiknya ia tetap ditawarkan secara berkala untuk ke toilet sesuai dengan tahap pembelajarannya. 

Hal ini untuk menghindari kemungkinan regresi (proses pembelajaran berulang). 

Si Kecil sudah terbiasa toilet training, adalah prestasi yang luar biasa dalam proses tumbuh kembangnya. Jadi sayang sekali kalau apa yang sudah Moms ajarkan pada anak, hilang hanya karena penyesuaian saat bepergian. 

Namun, diaper tetap dapat dipakaikan untuk menghindari kemungkinan terburuk anak mengompol di celana dan mengganggu perjalanan. 

Perlu diingat, kulit bayi juga perlu ‘bernapas’. Makin sering kulit bayi terbebas dari popok, terkena udara dan menggunakan baju dalam bahan katun, risiko terjadinya iritasi akan makin rendah.

6. Batasi Screen Time untuk Si Kecil

Berada dalam kendaraan untuk waktu yang lama bukan berarti Moms bisa memberi toleransi anak untuk mendapat hiburan dari layar tab, telepon, komputer, atau TV di mobil tanpa batas waktu. 

Ini agar tidak timbul kebiasaan yang tidak baik akibat screen time berlebihan selama bepergian. 

Tutupi kebosanan si Kecil dengan mengajaknya bermain, ngobrol, dan lakukan aktivitas yang memerlukan interaksi. Moms yang kreatif dan komunikatif pastinya akan menjadi contoh yang baik untuk anak. 

Lagipula pemandangan sepanjang perjalanan dan keseruan interaksi dengan kerabat dan saudara akan jauh lebih menarik daripada hiburan instan dari layar gadget. Sayang kan jika pemandangan ini terlewatkan, ya, Moms?

7. Jaga Kebersihan Si Kecil selama Bepergian

Moms pasti ingin si Kecil selalu nyaman, ceria, bersih, dan segar, kan?

Berikut hal-hal yang disarankan dr. Hans untuk menjaga kebersihan tubuh anak selama bepergian: 

  • Selain karena BAB, idealnya diaper harus rutin diganti setiap 2-3 jam sekali, maksimal 4 jam sekali. Jadi sekitar 8-12x sehari semalam.
  • Anak dapat berisiko mengalami iritasi atau peradangan kulit akibat penggunaan diaper yang tidak benar dan terlambat mengganti. Juga risiko penyakit kulit lainnya yang lebih berbahaya seperti dermatitis, infeksi bakteri, atau jamur pada kulit.

  • Sebaiknya dibersihkan dengan air bersih mengalir setiap kali mengganti diaper. Wet wipes dapat digunakan sebagai alternatif saat dalam perjalanan atau ketika sumber air bersih mengalir masih sulit didapat.
    Begitu keadaan sudah memungkinkan, segera bersihkan kembali dengan air bersih mengalir.
    Begitu juga untuk anggota tubuh lainnya, selain yang tertutup diaper. Segera bersihkan bila kotor.
    Tetap rutin mandi 2x sehari. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti diaper.
  • Jangan gunakan bedak tabur pada bagian tubuh manapun si Kecil. Tidak ada bukti medis tentang manfaat penggunaan bedak tabur, malah justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Endapan bedak yang bercampur dengan keringat serta urine di kulit bayi dapat menimbulkan iritasi.
    Jadi, penggunaan bedak tabur yang tidak diiringi dengan usaha menjaga kebersihan dengan baik malah bisa menyebabkan atau memperparah ruam popok.
    Tekstur bedak tabur sangat halus dan mudah untuk mengepul ke udara.
    Hal ini membuat partikel bedak bisa terhirup oleh bayi saat sedang digunakan, sehingga berisiko mengiritasi saluran pernapasan dan menimbulkan gangguan pernapasan pada bayi.
  • Jaga kebersihan tempat di sekitar si Kecil, dimanapun berada, terutama di tempat umum. Misalnya saat akan duduk di tempat umum, pastikan tempat tersebut bersih, gunakan tisu untuk lap.
    Ketika akan makan, pastikan alat makannya bersih atau gunakan alat makan yang Moms bawa sendiri.
    Rapikan kondisi mobil setiap kali ada kesempatan berhenti untuk istirahat. Mainan si Kecil juga jangan sampai kotor, ya, Moms.
    Pisahkan barang-barang atau pakaian kotor dalam wadah khusus yang terpisah dan tertutup rapat. Ajak si Kecil untuk menjaga kebersihan dirinya dan tetap tertib membuang sampah pada tempat yang disediakan.
  • Jika berkeringat atau terkena paparan urine, BAB, atau kotoran bekas makanan dan lainnya, segera ganti baju anak. Namun, bila kondisinya terjaga bersih, tidak perlu sering ganti baju, 2-3x sehari cukup.
  • Oleskan zinc lotion pada area kulit yang tertutup diaper, setiap kali setelah dibersihkan dan ganti diaper.
    Zinc bersifat sebagai pelindung dengan membentuk lapisan tipis agar kulit tidak timbul kemerahan dan dapat mencegah terjadinya ruam popok (diaper rash).
    Kalau terlanjur mengalami diaper rash, gunakan diaper yang ukurannya lebih besar, agar tidak menempel ke kulit yang luka. Tetap oleskan zinc lotion dan jaga kebersihannya.
    Diaper dengan bahan yang lembut, aman, memiliki daya serap tinggi dan tidak mudah bocor sangat berpengaruh untuk kesehatan kulit si Kecil.

Masalah memilih diaper memang seringkali tricky, ya, Moms

Tenang, tak perlu bingung dengan banyaknya pilihan merek diaper di pasaran. 

Berikut catatan dari dr. Hans hal-hal yang perlu dihindari saat pilih diaper sekali pakai, karena bisa membahayakan si Kecil :  

  • Diaper berbahan plastik, karena akan menimbulkan gangguan endokrin, meningkatkan gangguan reproduksi, hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas.
  • Yang Mengandung Tributyltin (TBT) atau anti jamur. Zat ini bisa beracun dan menyebabkan gangguan endokrin.
  • Diaper dengan dioksin atau bantalan ekstra untuk menyerap air. Karena dalam bahan ini terdapat bahan kimia berbahaya, karsinogenik.
  • Diaper yang berisi wonder gel (sodium polyacrylate), jika gel serap air ini pecah, akan menyebabkan iritasi atau alergi pada kulit.
  • Yang menggunakan Volatile Organic Compounds (VOC) seperti toluene, etilbenzeno, xilena, dipentene. Semua ini adalah bahan kimia berbahaya atau karsinogenik.

Ada, nih, Moms, yang berikan jaminan kulit si Kecil tetap mendapat sirkulasi udara meski tertutup diaper, yakni Baby Happy Diapers dari Wings Group Indonesia. 

Disain Baby Happy Diapers dibuat dengan air through technology, sehingga kulit bayi tetap ‘bernapas’ nyaman seperti sedang menggunakan celana kain dan tidak lembab.

Diaper yang sudah dikembangkan sejak 2016 ini memang unggul di bahannya yang lembut dan aman, akan terasa sejuk di kulit si Kecil, tanpa membuatnya merasa gerah. Namun memiliki daya serap tinggi dan cepat, menjaga diaper selalu kering.

Karet pinggangnya dibuat dengan ultrasonic, model nya tinggi, menjadi elastis dan fleksibel, tidak membuat kulit iritasi. 

Overlap technology menjadikan bagian karet yang bersentuhan dengan kulit bayi tidak membuat si Kecil jadi risih dan tidak akan melukai kulit lembutnya. Pastikan Moms memilih ukuran yang tepat sesuai berat badan anak, ya

Nah, satu lagi yang penting, Baby Happy Diapers punya wetness indicator. Untuk cek, Moms perhatikan saja warna gambar gajah di popok ini. 

Jika sudah memudar, menandakan harus segera diganti dan dibersihkan. Jadi tidak ada risiko terlambat mengganti diaper.

Gimana, siap mudik bersama anak, Moms

Baby Happy, Moms happy, perjalanan aman, lancar dan menyenangkan untuk semua.

Selamat berhari Raya dan berlibur, ya, Moms.