TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengulik Mitos Pernikahan Jawa dan Sunda yang Melegenda

Bacaan 4 menit
Mengulik Mitos Pernikahan Jawa dan Sunda yang Melegenda

Konon, pasangan suku Sunda dan Jawa yang menikah tidak akan bahagia. Benarkah demikian?

Parents, pasti sudah tidak asing dengan mitos larangan pernikahan antara suku Jawa dan suku Sunda. Namun, sudahkah Parents tahu bahwa penyebabnya berkaitan dengan sejarah di masa lampau? Yuk, simak informasi mitos pernikahan Jawa Sunda berikut! 

Mitos Pernikahan Jawa Sunda

Mitos Pernikahan Jawa Sunda

Sumber: Pexels

Mitos larangan pernikahan suku Jawa dan suku Sunda masih dipercayai oleh banyak orang hingga saat ini. Hal tersebut seolah telah melekat dengan kepercayaan antara kedua suku tersebut. Mulanya larangan pernikahan tersebut berangkat dari soal permusuhan suku Jawa dan suku Sunda. 

Namun, melansir dari buku Sandi Sutasoma, suku Jawa dan suku Sunda pernah mengalami kejadian pahit karena kesalahan dari seorang pemimpin yaitu Gajah Mada. 

Bermula dari Gajah Mada yang Ingin Menyatukan Nusantara

mitos pernikahan jawa sunda

Sumber: satrianesia.com

Alkisah, Gajah Mada bersumpah untuk menyatukan Nusantara dalam kekuasaan Majapahit. Namun, Kerajaan Sunda yang berada di bagian barat Pulau Jawa menolak hal tersebut.

Sikap tersebut dianggap menodai Sumpah Palapa yang telah disiapkan Gajah Mada. Akhirnya terjadilah perseteruan antara Kerajaan Pakuan Pajajaran di Tanah Sunda dan Kerajaan Majapahit di Tanah Jawa. 

Jika kita lihat dari urutan silsilah, raja-raja dari Kerajaan Pakuan Pajajaran memiliki hubungan darah dengan raja-raja Kerajaan Singasari dan Kerajaan Majapahit.

Sebenarnya, untuk mempertemukan keduanya dapat dilakukan hubungan diplomasi. Namun, hal tersebut ternyata tidak membuahkan hasil sehingga menyebabkan pertengkaran karena perbuatan Sang Patih. 

Artikel terkait: 18 Artis Menikah Adat Sunda, Terlihat Anggun Memesona! 

Gagal dalam Mempersatukan Nusantara

mitos pernikahan jawa sunda

Sumber: Medium

Konflik memburuk ketika Hayam Wuruk jatuh cinta kepada Dyah Pitaloka Citraresmi yang merupakan seorang putri dari Kerajaan Sunda. Gajah Mada setuju dengan hal tersebut dan ingin menjadikan pernikahan tersebut sebagai bukti Kerajaan Sunda takluk pada Kerajaan Majapahit.

Hayam Wuruk jatuh cinta pada sang putri dari Kerajaan Padjajaran setelah melihat lukisan seorang seniman bernama Sungging Prabangkara. Tidak semudah itu, utusan Kerajaan Sunda tidak setuju dan menolak untuk takluk kepada Kerajaan Majapahit. Akhirnya, beberapa waktu dekat Hayam Wuruk akan menikah dengan Dyah Pitaloka, Putri Pajajaran.

Gajah Mada tidak puas dengan hal tersebut, dia menganggap  pernikahan tersebut akan mengukuhkan Kerajaan Pajajaran sebagai negara yang berdaulat dan setara dengan Kerajaan Majapahit.

Tak gentar, Maha Patih pun berbalik menyerang pasukan Kerajaan Pajajaran yang pada saat itu telah berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit, di pantai Bubat. Diserangnya pasukan pengiring raja, putri serta petinggi negara yang tidak siap berperang.

Karena hal tersebut, seluruh utusan Kerajaan Sunda pun tewas, termasuk Maharaja Linggabuana dan Putri Dyah Pitaloka. Konon pada saat itu Dyah Pitaloka menusuk dadanya sendiri.

Dengan tewasnya anggota keluarga Kerajaan Pajajaran, Pangeran Niskalawantu Kancana yang ditinggal di istana kemudian diangkat menjadi penerus tahta Kerajaan Padjajaran.

Artikel terkait: 7 Potret Resepsi Pernikahan Adik Ayu Ting Ting dengan Adat Sunda 

Sikap Gajah Mada Memiliki Dampak Bagi Suku Jawa dan Suku Sunda Hingga Saat Ini

Sikap Gajah Mada Memiliki Dampak

Sumber: thebridedept.com

Maha Patih memang berhasil menaklukkan Kerajaan Pajajaran, namun dampaknya adalah hingga hari ini tidak ada perdamaian antara keduanya.

Tujuan dari Maha Patih ingin mempersatukan kepulauan Nusantara agar menciptakan kedamaian. Namun, sikap pembenarannya dan rasa ingin menang sendiri yang ditempuhnya untuk mencapai tujuan tersebut justru berakhir tidak baik bagi kedua belah pihak. 

Peristiwa itu merusak hubungan kedua kerajaan, antara Kerajaan Padjajaran dengan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Pajajaran yang dipimpin Niskalawantu menegaskan untuk melarang penduduknya menikah dengan orang dari luar kerajaan. 

Sebagian orang kala itu menafsirkan aturan ini sebagai larangan untuk tidak menikah dengan orang dari Kerajaan Majapahit alias orang Jawa. 

Cerita mitra kami
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella

Hingga kini, sentimen itu masih tersisa. Jika diperhatikan, kamu tidak akan menemukan nama jalan “Gajah Mada” atau “Majapahit” di provinsi Jawa Barat.

Itulah awal mula mitos permusuhan antar suku Jawa dan suku Sunda yang terus berlangsung hingga saat ini. Hal tersebut juga mengakibatkan para calon pasangan suku Jawa dan suku Sunda kebanyakan memilih tidak melanjutkan hubungannya ke pelaminan.

Demikian informasi mengenai mitos larangan pernikahan suku Jawa dan suku Sunda. Terlepas dari latar belakang perbedaan suku Jawa dan Sunda, harus diakui bahwa setiap suku memiliki tradisi dan budaya yang berbeda. Akan lebih bijak apabila menentukan sebuah pernikahan dengan pertimbangan logis dan matang. Bagaimana menurut Anda?

Baca juga:

8 Potret Pernikahan Ashilla Zee: Khidmat dengan Adat Jawa 

11 Artis Pakai Baju Adat Jawa Dodotan Saat Menikah, Sakral dan Agung! 

Mitos Anak Sulung Menikah dengan Anak Bungsu Nyata di Pernikahanku 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Alifah

  • Halaman Depan
  • /
  • Hiburan
  • /
  • Mengulik Mitos Pernikahan Jawa dan Sunda yang Melegenda
Bagikan:
  • 30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

    30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

    30 Film Semi Dewasa Thailand Terpanas Paling Populer dan Sensual!

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti