TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penyebab vagina sering basah yang jarang diketahui, kapan harus ke dokter?

Bacaan 5 menit
Penyebab vagina sering basah yang jarang diketahui, kapan harus ke dokter?

Ada 4 penyebab mengapa miss v basah sering dialami perempuan. Salah satu yang harus diwaspadai ialah adanya infeksi di vagina.

Beberapa perempuan mengalami miss V basah yang bisa mengganggu aktivitas. Perlu diketahui, vagina adalah selaput lendir, yang berarti kulit dan jaringan vagina yang sehat pasti akan selalu lembab.

Biasanya, bagian dalam vagina terasa agak basah, dan akan lebih basah lagi bila Anda sedang bergairah.

Fungsi cairan vagina

Penyebab vagina sering basah yang jarang diketahui, kapan harus ke dokter?

Cairan vagina sangat penting untuk menjaga kesehatan vagina dan membuat aktivitas seksual lebih nyaman. Namun beberapa orang merasa cemas bila miss V basah. Sebagian besar sumber vagina basah berasal dari satu atau dua tempat, yaitu kelenjar Bartholin dan serviks.

Kelenjar Bartholin adalah dua kelenjar kecil berukuran kacang yang terletak tepat di dalam vagina, kelenjar ini membantu melumasi vagina untuk mencegah kekeringan yang berlebihan. Fungsi lainnya juga menghasilkan kelembaban ketika seorang perempuan merasa terangsang, dan selama aktivitas seksual.

Serviks menghasilkan lendir sepanjang siklus menstruasi. Saat masa ovulasi mendekat, serviks menghasilkan lebih banyak cairan. Lendir serviks yang subur ini dapat membantu sperma melakukan perjalanan ke sel telur, sehingga meningkatkan peluang kehamilan.

Penyebab paling umum miss V basah

miss V basah

Vagina yang normal dan sehat biasanya agak lembab. Rata-rata, perempuan sehat menghasilkan 1-4 mililiter (ml) cairan vagina dalam sehari. Menurut Dr. Jen Gunter, dokter kandungan-ginekologi, cairan vagina yang sangat besar dan tebal berjumlah sekitar 1 ml.

Jumlah cairan vagina yang dikeluarkan oleh perempuan sehat dapat berubah dari hari ke hari, dan kelenjar Bartholin dan serviks menghasilkan berbagai cairan yang dapat berubah dari waktu ke waktu.

Ketika masa ovulasi semakin dekat, seorang wanita mungkin akan lebih sering mengalami vagina basah, karena serviks meningkatkan produksi cairan pada saat ini.

Beberapa penyebab lainnya mengapa miss V basah sering terjadi.

1. Perubahan hormon

Tingkat estrogen yang lebih tinggi dapat menaikkan tingkat kebasahan vagina dengan menyebabkan kelenjar Bartholin menghasilkan lebih banyak cairan.

Orang-orang yang menggunakan terapi hormon, seperti mereka yang menggunakan terapi penggantian hormon, bisa jadi peningkatan vagina basahnya lebih signifikan.

Beberapa orang menggunakan perawatan hormon estrogen untuk membuat vagina lebih basah dari biasanya. Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa praktik ini tidak lebih efektif daripada menggunakan pelumas tradisional.

Jadi bagi orang yang lebih suka menghindari perawatan estrogen, pelumas vagina juga bisa digunakan.

2. Gairah seksual yang meningkat membuat miss v basah

Salah satu penyebab miss V basah ialah gairah atau rangsangan

Ketika seorang perempuan merasa terangsang secara seksual, kelenjar Bartholin menghasilkan lebih banyak cairan. Cairan ini membantu melumasi vagina selama aktivitas seksual, tujuannya untuk mengurangi risiko gesekan dan cedera yang menyakitkan.

Pelumasan ini biasanya tetap ada bahkan setelah seseorang selesai berhubungan seks atau tidak lagi merasa terangsang. Merupakan hal normal bagi vagina untuk basah selama satu atau dua jam setelah berhubungan seks atau setelah perempuan bergairah.

Seiring bertambahnya usia, mereka mungkin melihat peningkatan kekeringan vagina. Setelah menopause, tubuh memproduksi lebih sedikit estrogen, membuatnya lebih sulit untuk menjaga vagina tetap dilumasi. Dinding vagina juga menjadi lebih tipis, yang bisa membuat vagina kering kering.

3. Infeksi

Ketika cairan vagina berubah secara tekstus maupun bau, atau seseorang menghasilkan lebih banyak cairan vagina daripada biasanya, itu mungkin merupakan tanda infeksi.

Infeksi ragi menyebabkan keputihan yang tebal, putih, seperti keju cottage. Vagina bisa terasa gatal, terbakar, atau terasa sangat sakit dan kering, dan aktivitas seks bisa sangat menyakitkan.

Artikel terkait:Vagina Gatal, Waspadai Infeksi Jamur Pada Vagina

miss V basah

Dalam kebanyakan kasus, obat infeksi jamur antijamur (OTC) dapat mengobatinya. Antibiotik tidak akan membantu dan bahkan dapat memperburuk infeksi.

Sedangkan bakteri vaginosis adalah ketidakseimbangan bakteri pada vagina. Pada beberapa orang, infeksi bakteri vaginosis tidak memiliki gejala, tetapi yang lain merasakan gatal atau terbakar.

Vagina dapat menghasilkan cairan putih, abu-abu, atau kuning yang berbau amis. Baunya terkadang lebih buruk setelah berhubungan seks. Bila ini terjadi, dapat dipastikan ada infeksi bakteri di alat reproduksi Anda.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Selain itu, miss v basah juga bisa disebabkan oleh trikomoniasis, yakni sejenis infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan keputihan kekuningan atau kehijauan. Kadang-kadang keluarnya cairan terlihat bergelembung dan berbau tidak enak, terutama setelah periode menstruasi. Vagina kadang terasa gatal atau terbakar.

Kandungan dalam cairan vagina

Cairan vagina memiliki banyak komponen, termasuk:

  • Air: sebanyak 90%.
  • Garam: Sebanyak 1%, termasuk di dalamnya natrium klorida, kalsium, dan fosfat.
  • Senyawa organik: Ini termasuk asam amino, lipid, dan glikogen.
  • Sel-sel tua: Sel-sel yang melapisi vagina, rahim, dan leher rahim secara teratur mengelupas dan meninggalkan tubuh melalui cairan vagina.
  • Antibodi: Cairan vagina dapat mengandung antibodi yang mengurangi risiko beberapa infeksi.

Cairan vagina dapat muncul dalam berbagai warna, termasuk krem, merah muda, kekuningan, dan abu-abu. Warna-warna ini memiliki arti yang berbeda.

Artikel terkait: Gejala infeksi ovarium kadang tak disadari, komplikasinya bisa berbahaya!

Saat miss v basah, kapan harus ke dokter?

Penyebab vagina sering basah yang jarang diketahui, kapan harus ke dokter?

Miss V yang sering basah, yang tidak menyebabkan gejala lain, biasanya tidak menjadi masalah. Cairan vagina adalah tanda vagina yang sehat dan merupakan tanda bahwa tubuh bekerja dengan baik.

Beberapa gejala yang memerlukan perjalanan ke dokter termasuk:

  • Kekeringan vagina yang berlangsung lebih dari beberapa hari
  • Keputihan yang berbau tidak enak
  • Gatal, terbakar, atau sakit vagina lainnya
  • Perubahan keputihan setelah berhubungan seks dengan pasangan baru
  • Pembengkakan di vagina
  • Perubahan cairan vagina yang terkait dengan obat baru, seperti kontrol kelahiran atau terapi penggantian estrogen
  • Nyeri atau sensitivitas vagina yang tidak dapat dijelaskan

Itu dia beberapa penyebab miss V basah dan kapan harus memeriksakan diri ke dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

***

Penyebab vagina sering basah yang jarang diketahui, kapan harus ke dokter?

Referensi: Medical News Today, Healthline

Baca juga

6 Penyebab Vagina Gatal yang Perlu Diketahui dan Diwaspadai Perempuan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Penyebab vagina sering basah yang jarang diketahui, kapan harus ke dokter?
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti