Menggali Potensi Hebat si Kecil dengan Proses Belajar Progresif

Menggali Potensi Hebat si Kecil dengan Proses Belajar Progresif

Apa potensi hebat si Kecil?

Mam, masih suka bingung bagaimana menggali potensi hebat anak? Mam tidak perlu bingung, karena pada dasarnya, setiap anak memiliki potensi kehebatan masing-masing dan bukan dipengaruhi oleh genetika atau keturunan.

Tapi, tentu saja untuk menggali potensi hebat anak, Mam perlu memberi perhatian ekstra. Terlebih di masa golden age, saat tumbuh kembang dan kecerdasan anak berkembang dengan sangat cepat. Di masa ini, perlu diimbangi dengan kesiapan belajar agar si Kecil menjadi anak hebat.

Lalu, kesiapan belajar seperti apa yang harus Mam dukung agar si Kecil jadi hebat?

Psikolog anak Belinda Agustya M.Psi., Psikolog, mengakui bahwa mengenali potensi anak memang bukan sesuatu yang mudah. Menurut Belinda, ada 3 prinsip yang harus diperhatikan dalam mengenal potensi anak, yaitu:

  1. Memahami tahapan tumbuh kembang anak di setiap tingkatan usia sehingga stimulasi yang diberikan sesuai dengan kemampuan anak di usianya.
  2. Mengenalkan anak dengan beragam aktivitas berbeda sehingga anak memiliki kesempatan eksplorasi di berbagai setting.
  3. Menerapkan cara belajar progresif.

Dari ketiga poin di atas, Mam mungkin bertanya-tanya apa itu belajar progresif. Menurut Belinda, anak-anak yang masuk ke dalam Generasi Alpha atau generasi anak yang lahir tahun 2010 hingga sekarang, secara karakteristik, cenderung mudah belajar dan dekat dengan teknologi. Jadi, memang diperlukan cara belajar progresif untuk menggali kehebatannya.

Memahami Cara Belajar Progresif

Belajar progresif merupakan cara belajar baru yang merupakan pengembangan dari cara belajar konvensional. Cara ini menekankan keterlibatan anak dan lingkungan dalam mendidik mereka. Salah satunya, lingkungan sekolah.

Nah, dari cara belajar progresif ini, diharapkan si Kecil akan memiliki 4 karakter anak hebat, yaitu:

  • Eksploratif: terus mencari hal baru yang dapat dikembangkan, baik di dalam diri sendiri maupun lingkungan.
  • Berpikir kritis: berpikir di luar dari apa yang sudah ada.
  • Jiwa kepemimpinan: dapat memimpin sendiri dan orang lain karena harus lebih fleksibel saat menjadi penduduk dunia.
  • Empati: Untuk menjadi spesialis dalam bidangnya, diperlukan empati untuk mengerti apa yang dibutuhkan orang lain dan lingkungan.

Menerapkan cara belajar progresif

Belinda juga membagikan 6 tips menerapkan belajar progresif pada anak yang bisa Mam tiru, di antaranya:

  1. Pentingnya mengenal gaya belajar anak agar orangtua dapat menyampaikan materi dengan menarik sehingga anak betah belajar.
  2. Variasi aktivitas, tidak hanya dalam bentuk paper and pencil (auditori-visual), tapi juga multi sensori. Contoh, membuat science project, memasak, membersihkan rumah, olahraga, dsb.
  3. Mulai kegiatan belajar dari apa yang anak sukai, misalnya mengenal huruf melalui media bermain atau mainan favoritnya.
  4. Tell me and I forget. Teach me and I remember. Involve me and I learn.“ – Benjamin Franklin. Ini menggambarkan pentingnya peran orangtua sebagai role model bagi anak.
  5. Orangtua mengamati kemampuan anak saat ini, kemudian perlahan berikan tantangan tugas dengan tingkat kesulitan yang semakin tinggi secara bertahap.
  6. Mencari informasi mengenai aspek tumbuh kembang anak yang perlu distimulasi, kemudian disesuaikan dengan tahapan usia anak.

Tapi ingat, ya, Mam, dalam mendukung belajar progresif, Mam perlu demokratis pada anak. Artinya, Mam tidak hanya mempersiapkan anak dengan memberikan aturan dan batasan, tetapi juga melibatkan anak dalam mengambil keputusan, menghormati, dan menghargai pilihan dan perasaan anak.

Terakhir, untuk menggali potensi hebat anak, jangan lupa dukungan dari dalam berupa nutrisi yang tepat dan seimbang untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan proses belajar anak.

Dukung perkembangan si Kecil dan bantu penuhi kebutuhan nutrisinya dengan S-26 Procal GOLD Multiexcel αLipids System. Untuk informasi lebih lanjut, Mam bisa kunjungi website resmi di sini. Dengan nutrisi dan stimulasi yang tepat, anak tentu bisa tumbuh #DariBelajarJadiHebat. Ikuti juga kompetisi cerita tentang bagaimana Mam mendukung potensi si Kecil, caranya simpel, Mams, yaitu:

  • Upload video atau foto dan ceritakan progres si Kecil #DariBelajarJadiHebat
  • Ceritakan potensi si Kecil dan bagaimana stimulasi yang Bunda berikan untuk dukung proses belajarnya.
  • Akhiri cerita dengan kalimat Dari Belajar__, Jadi __ Hebat. Misalnya, Dari Belajar Angka, Jadi Ilmuwan Hebat.
  • Mention IG @WyethNutritionID dan gunakan hashtag #DariBelajarJadiHebat.
  • Mention tiga teman Bunda untuk ikut bercerita tentang #DariBelajarJadiHebat.

Di akhir kompetisi akan ada total hadiah puluhan juta rupiah lho, mulai dari paket S-26 Procal GOLD/S-26 Promise GOLD selama setahun, iPad, hingga Macbook Pro! Setiap minggunya juga akan ada pemenang mingguan yang akan mendapatkan paket alat stimulasi dari Gummy Box gratis selama satu tahun. Yuk Mams, ikuti kompetisinya dan menangkan hadiahnya! #DariBelajarJadiHebat

www.instagram.com/p/CBwwrbwlkru/

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

cahya

app info
get app banner