TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Epilepsi pada Anak-anak

Bacaan 3 menit
Mengenal Epilepsi pada Anak-anak

Ketahui berbagai informasi dasar tentang epilepsi, serta cara mengatasinya bila epilepsi tiba-tiba menyerang buah hati Anda.

"Bila

Ada beberapa sebab yang bisa menimbulkan kejang pada anak. Salah satunya, epilepsi pada anak. Kali ini kami mengulasnya untuk Anda.

Apa itu Epilepsi?

Menurut Wikipedia, Epilepsi merupakan sekelompok gangguan neurologis jangka panjang yang ditandai dengan serangan epileptik. Serangan ini bisa berupa serangan singkat dan hampir tak terdeteksi hingga guncangan hebat untuk periode lama.

Dengan bahasa lain, epilepsi merupakan kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang..

Berbeda dengan kejang yang terjadi akibat demam, kejang akibat epilepsi tidak disertai demam atau faktor penyebab yang jelas. Kejang ini muncul sewaktu-waktu dan terjadi secara berulang kurang dari 24 jam.

Sekalipun tidak bersifat mematikan, penyakit ini merupakan gangguan neurologis yang menakutkan karena berdampak sosio-ekonomi.

Stigma yang melekat dalam masyarakat menyuburkan rasa rendah diri dalam pergaulan dan dikhawatirkan mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Kabar baiknya,  penyakit ini bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dengan penanganan yang benar, penderita dapat disembuhkan secara sempurna. Terutama, bila tanda-tanda sudah diketahui sejak dini.

Maka bila Anda menemukan kejanggalan pada kejang yang terjadi pada anak, periksakanlah anak pada dokter

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dari riwayat medis, pemeriksaaan fisik, dan pemeriksaan penunjang dengan menggunakan Electoencephalogram (EEG), pemeriksaan radiologi berupa Computed Tomography (CT Scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), serta pemeriksaan laboratorium untuk menentukan jenis dan dosis obat yang akan diberikan pada pasien.

Epilepsi pada anak terbagi menjadi dua tipe, yaitu :

1. Idiopatik

Epilepsi ini berasal akibat faktor genetik.

2. Simtomatik

Disebabkan karena adanya gangguan pada otak akibat stroke, atau infeksi otak.

Bagaimana cara menyembuhkan penyakit epilepsi pada anak?

“Epilepsi dapat disembuhkan dengan makan obat teratur, menghindari penyebab kemunculan epilepsi seperti stres berlebihan, dan operasi, “ kata Ketua Perkumpulan Penderit Epilepsi Indonesia, Fitri Octaviana dalam seminar “Mari Peduli Epilepsi” di Jakarta, Selasa (20/3/2013) seperti yang dikutip harian Kompas.com

Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kejang epilepsi?

1. Jangan panik atau takut

Jauhkan pasien dari benda-benda yang bisa membahayakan. Jangan memindahkan pasien kecuali berada dalam kondisi berbahaya. Longgarkan pakaian yang mengikat untuk memudahkan pernapasan.

2. Jangan memasukkan benda apapun ke mulut pasien

Benda-benda berupa sendok, atau benda keras lainnya yang diletakkan di antara gigi bisa melukai pasien. Jangan memasukan cairan atau obat ke dalam mulut untuk menghindari pasien tersedak.

3. Miringkan kepala pasien ke arah samping

Untuk mengantisipasi bila pasien mengalami muntah dan mengeluarkan banyak liur.

4. Observasi kondisi kejang

Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, dan pergerakkan tangan dan kaki, suhu tubuh, waktu saat terjadinya kejang mulai dan berakhir, serta lamanya kejang berlangsung.

5. Jangan tinggalkan hingga pasien pulih sepenuhnya

Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka pasien dapat dikatakan telah pulih.

Namun bila pasien mengalami sakit kepala, terlihat kosong dan mengantuk, biarkan pasien melanjutkan istirahatnya.

Jangan mencoba memberi stimulasi pada pasien jika keadaan pasien belum sepenuhnya sadar. Biarkan pasien kembali pulih dengan tenang.

Cerita mitra kami
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!

 

Parents, semoga informasi di atas bermanfaat…..

Referensi: ekahospital.com, kompas.com

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Mengenal Epilepsi pada Anak-anak
Bagikan:
  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

    7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

    7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti