TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Cara ibu bujuk anak berkebutuhan khusus untuk sekolah ini sungguh unik!

Bacaan 4 menit
Cara ibu bujuk anak berkebutuhan khusus untuk sekolah ini sungguh unik!

Apa yang dilakukan ibu dari lima orang anak, dengan 3 anak yang memiliki kebutuhan khusus ini patut diacungi jempol.

Apa yang Parents lakukan untuk mengatasi anak mogok sekolah? Seorang ibu punya cara unik dalam membujuk anaknya agar mau ke sekolah. Ia menggunakan topeng Ultraman saat mengantar anaknya.

Semua pasti setuju jika mendengar ada pendapat yang mengatakan bahwa menjalankan peran menjadi ibu tidaklah pernah mudah. Akan ada rasa duka cita di dalamnya. Terlebih bagi seorang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti sindrom autisme.

Hal inilah yang dirasakan oleh seorang ibu asal Indonesia yang kini tinggal di Malaysia, Alinda Karinda Warsito. Ia pun rela melakukan apapun untuk buah hatinya, terlebih untuk membangkitkan semangat anak-anak untuk bisa ke sekolah dan mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Belum lama ini, bukti kesungguhannya dilihat oleh warga net. Pasalnya,  foto yang memperlihatkan kalau ia mengenakan topeng Ultraman demi mengatasi anak mogok sekolah viral di media sosial.

Dalam foto yang diungah di Facebook-nya ia menuliskan keterangan:

Setelah jadi kamen rider, mask rider. Hari ini mamak dipaksa Husna jadi Ultraman. Daripada Husna mogok sekolah, ya sudah…. Mari kita jadi Ultraman…

Jika banyak orang yang beranggapan apa yang dilakukan oleh ibu dari 5 orang anak ini memalukan dirinya, hal ini ditampik olehnya.

“Siapa bilang saya malu? Kenapa saya mesti malu melakukannya? Saya melakukan ini justru karena saya mau menanamkan semangat untuk sekolah untuk belajar,” ujarnya ketika berbicang dengan theAsianparent Indonesia.

Dituturkan olehnya, menggunakan topeng karakter favorit anak-anak seperti ultraman sebenarnya sudah jadi ‘makanan’ sehari-hari yang ia lakukan.

“Sebenarnya, saya dari dulu sudah sering begini. Pakai topeng ke mana-mana sejak zaman anak saya, Mubarak, yang autis, ADHD, dan dyslexia juga sudah begini. Sekarang usia Mubarak sudah 14 tahun. Tapi dulu memang nggak viral, Mbak. Cuma mungkin dianggap gila,” paparnya sambil tertawa.

Ibu dari 5 orang anak ini menandaskan bahwa apa yang ia lakukan tidak terlepas untuk memberikan dukungan pada anak-anaknya. Termasuk dalam rangka mengatasi anak mogok sekolah.

“Wah, demi anak-anak bisa ke sekolah, segala macam saya usahakan. Mulai dari menghapal lagu kartun anak-anak, menghapal dan mengikuti cerita karakter yang ada di film kartun My Little Pony, Pokemon, dan karakter lainnya.”

mengatasi anak mogok sekolah

Tak hanya saat mengantar ke sekolah, saat jalan-jalan dan belanja pun Karinda tidak malu mengenakan topeng.

Diakui perempuan berhijab ini, membesarkan dan mendidik anak berkebutuhan khusus memang tidak pernah mudah. Apalagi dari 5 orang, ia memiliki 3 anak berkebutuhan khusus.

“Anak ke-3, Mubarak, 14 tahun, dia autis, ADHD dan Dyslexia, anak ke-4 namanya Aisyah yang sudah berusia 9 tahun. Ia juga mengalami autis, asperger dan dyslexia. Nah penutupnya anak saya yang ke-5, namanya Husna yang berusia 7 tahun baru saja didiagnosa kalau dia autis dan ADHD,” paparnya.

Sementara  kedua anaknya Jihad (19 tahun) dan Billa (17 tahun) memang tidak berkebutuhan khusus seperti adik-adiknya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tantangan terbesar memiliki 3 orang anak yang berkebutuhan khusus itu justru datang dari dalam dirinya sendiri. Di mana pada awalnya ia menolak dan terus berusaha untuk membuat anak-anaknya bisa tumbuh dengan normal.

“Tantangan terbesar sebenarnya datang dari diri sendiri, saya masih mencoba denial. Saya sibuk nyari penyebab anak saya autis. Saya berusaha menyembuhkan dan menormalkan anak saya, sampai akhirnya saya dapat tamparan dari Mubarak. Dia tanya, ‘Apa kalau Mubarak jadi normal, emak bangga sama Mubarak? Apa kalau Mubarak tidak sembuh dari autis emak malu sama saya?’ begitu katanya,”

Mendengar kalimat yang dilontarkan puteranya, ia pun merasa tertampar. “Saya malu. Sejak itu saya belajar perspektif baru. Kalau anak saya bisa menerima saya jadi ibunya dengan semua ke seleboran saya, kekurangan dan  kelemahan saya, kenapa saya nggak bisa ridho sama ke istimewaan anak-anak?”

Karinda menambahkan, meskipun ketiga anaknya berkebutuhan khusus, namun ia tetap ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk selalu mencari cara dalam mengatasi anak mogok sekolah. Semua tidak terlepas dari harapannya sebagai orangtua dalam mendidik anak-anaknya tumbuh mandiri.

“Sebenarnya cara saya menanamkan agar anak-anak semangat ke sekolah tidak berbeda jauh dengan orangtua lainnya. Saya juga nunjukin ke anak-anak bahwa dengan pendidikan dan belajar kita bisa jadi hebat. Saya tunjukin tokoh dunia seperti Temple Grandin dan tokoh-tokoh disabilitas lainnya, seperti Presiden Rosevelet dan Hellen Keller. Saya selalu membacakan buku-buku untuk anak anak sehingga mereka bisa mendapatkan inspirasi.”

“Jadi, walaupun ketiga anak saya dyslexia, mereka terstimulasi dengan apa aja yang saya bacakan untuk mereka. Saya selalu bilang pada anak-anak kalau belajar itu bukan hanya untuk mendapatkan nilai akademis yang tinggi. Saya menekankan kemahiran hidup, bagaimana mereka bisa mengurus diri mereka, bisa mandiri, punya adab manner yang baik dan empati,” tukasnya.

Unik ya? Parents punya cara apa untuk membujuk anak sekolah?

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

 

Baca juga : 

Dokter anak ini klaim temukan penyebab autis pada anak!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Cara ibu bujuk anak berkebutuhan khusus untuk sekolah ini sungguh unik!
Bagikan:
  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti