TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengapa Anak Tidur Mendengkur?

Bacaan 4 menit
Mengapa Anak Tidur Mendengkur?

Apakah anak bertumbuh dengan baik jika tidur mendengkur? Dengkurannya kadang lembut dan kadang keras. theAsianParent membahas penyebab anak tidur mendengkur.

"Apa

Mendengar dengkuran orang dewasa atau ngorok kala mereka tertidur, memang menjengkelkan. Tapi jika anak tidur mendengkur? saya bertanya dalam hati, Apakah hal ini wajar? Apakah penyebabnya?

Penyebab anak tidur mendengkur

Tidur ngorok atau mendengkur pada anak merupakan salah satu tanda adanya sumbatan jalan nafas pada saat si kecil tidur. Penyebabnya adalah penyempitan maupun perubahan struktur saluran nafas bagian atas oleh beberapa hal, yang berakibat timbulnya keluhan ini, karena udara melewati saluran nafas yang mengalami penyempitan atau hambatan.

Hal menyebabkan penyempitan atau perubahan saluran pernafasan tersebut, contohnya antara lain:

1. Pembesaran tonsil atau amandel ataupun kelenjar-kelenjar di sekitarnya (andenoid), hal ini merupakan penyebab yang paling sering terjadi

2. Kegemukan pada anak juga dapat menyebabkan penyempitan saluran nafas akibat timbunan lemak pada jalan nafas.

3. Kelainan struktur tulang wajah, seperti tulang wajah atau tulang rahang yang kecil sehingga saluran nafas menjadi kecil dan sempit.

Dan pada kenyataannya di Indonesia, 5-10 % anak usia 3-10 tahun mendengkur di saat tidur. Tapi hal ini bukan menandakan hal yang wajar.

"Apa

Dampak negatif:

Mengapa Anak Tidur Mendengkur?

1. Mendengkur menyebabkan berkurangnya oksigen secara perlahan dan lama, sehingga dapat menggangu pertumbuhan

2. Anak akan mengalami rasa kantuk dan letih pada saat siang (sekolah) kualitas tidur yang buruk atau tidak lelap, yang terjadi karena kekurangan oksigen. Prestasi di sekolah dapat menurun karena konsentrasi belajar juga menurun.

3. Amandel yang besar dapat mengakibatkan kesulitan menelan makanan, sehingga dapat menggangu pertumbuhan

Langkah yang terbaik jika mengetahui dengan jelas penyebabnya adalah dengan berkonsultasi ke dokter spesialis THT, untuk mengetahui penyebab dan solusi terbaik untuk buah hati.

Jika anak tidur mendengkur

Apa yang harus Parents lakukan jika anak tidur mendengkur atau memiliki napas yang berisik? Walaupun bernapas berisik saat tidur sering terjadi pada anak-anak, tetapi bisa jadi itu merupakan tanda anak Anda mengalami kesulitan bernapas. Nama medis untuk ini adalah obstructive sleep apnoea.

Poin penting yang perlu diingat tentang mendengkur atau bernapas dengan berisik adalah sebagai berikut, yang dirangkum dari Kids Health.

1. Mendengkur atau bernapas berisik mungkin karena anak Anda menderita obstructive sleep apnoe.

2. Obstructive sleep apnoe adalah penyempitan saluran udara di bagian belakang hidung dan tenggorokan saat tidur dan menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas.

3. Efeknya pada anak dapat mencakup gangguan tidur, perilaku yang buruk dan kesulitan belajar di sekolah.

4. Amandel dan adenoid yang membesar merupakan penyebab obstructive sleep apnoe, dan operasi dapat menyelesaikan masalah.

5. Anak-anak yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko lebih besar menderita obstructive sleep apnoe.

Obstructive sleep apnoe adalah suatu kondisi di mana terjadi penyempitan saluran udara di bagian belakang hidung dan tenggorokan selama tidur. Hal ini bisa menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas atau jeda dalam pernapasannya.

Anak kemudian akan bangun sebentar karena mereka tidak dapat bernapas dengan benar, seringkali dengan napas terengah-engah. Kejadian ini dapat terjadi berkali-kali sepanjang malam dan tidur yang terganggu dapat mengakibatkan perubahan perilaku di siang hari seperti kantuk, perilaku hiperaktif, impulsif, konsentrasi buruk dan kesulitan belajar di sekolah.

Jika Anda khawatir anak Anda menderita obstructive sleep apnoe, bawalah ke dokter anak. Dokter akan memeriksa atau merujuk mereka ke ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan jika amandel dan kelenjar gondok mereka dianggap menyebabkan masalah.

Dokter mungkin ingin mengetahui semua tentang pola tidur anak dan akan memeriksa jalan napas dengan melihat ke mulut mereka. Dokter juga dapat merujuk anak Anda untuk polisomnografi atau studi tidur.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Perawatan untuk obstructive sleep apnoe tergantung pada apa yang menyebabkannya. Perawatan yang paling umum adalah menghilangkan adenoid dan amandel untuk membuka jalan napas.

Jika operasi tidak sesuai untuk anak Anda atau jika anak Anda masih memiliki obstructive sleep apnoe setelah kelenjar gondok dan amandel diangkat, maka dokter mungkin menyarankan perawatan dengan masker khusus yang dikenakan anak saat tidur. Perawatan ini disebut CPAP (continuous positive airway pressure).

Simak artikel menarik lainnya:

  • Infeksi Telinga pada Anak
  • Tanda Anak Kecanduan TV
  • Salah Makan Sebabkan Gangguan Pada Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yenny The

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Mengapa Anak Tidur Mendengkur?
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti