TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pentingnya Menemani Anak Menghadapi Rasa Takut  

Bacaan 4 menit
Pentingnya Menemani Anak Menghadapi Rasa Takut   

Saat anak memperlihatkan rasa takutnya, inilah yang ku lakukan.

Hai Parents, pernah nggak sih si kecil menunjukkan rasa takut terhadap sesuatu? Biasanya apa nih yang dilakukan ketika anak mulai menunjukkan rasa takutnya? Bagaimana cara menemani anak hadapi takut?

Rasa takut yang ditunjukkan anak ini sebenarnya merupakan hal yang wajar, sebagai upaya anak menghindari sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Imajinasi anak-anak sedang tinggi pada masa ini, tetapi pengolahan logika mereka belum terbentuk dengan baik.

Sehingga anak akan mengalami kesulitan dalam memahami hal yang wajar atau sesuatu yang berada di luar akal sehat.

Pengalaman Menemani Anak Hadapi Takut

Ini adalah salah satu pengalamanku menemani anak hadapi takut terhadap pasir pantai. Kala itu, aku terlalu bersemangat mengajak Araz, anak sulungku turun ke pantai tanpa alas kaki. Aku pikir semua akan baik-baik saja. Tapi ternyata, Araz sangat takut ketika kakinya bertemu dengan pasir pantai yang bercampur air laut. Seketika ia menjerit dan menangis.

menemani anak hadapi Takut

Aku sadar ada beberapa hal yang harus aku evaluasi dari kejadian tersebut. Salah satunya adalah sikap yang seharusnya diambil ketika anak menunjukan rasa takutnya. Karena pada dasarnya rasa takut ini merupakan bagian hidup dari setiap orang, termasuk anak-anak.

Kita yang dewasa saja bisa merasakan takut, apalagi anak-anak. Lalu apa yang harus kita lakukan ketika anak menghadapi rasa takutnya? Ada beberapa hal yang aku lakukan ketika menemani anak menghadapi rasa takut.

Menemani Anak Hadapi Takut, Ini yang Saya Lakukan

Yang pertama, dekati anak agar merasa aman. Ketakutan didasari oleh rasa ketidak amanan dan ketidak nyaman. Maka penting banget nih untuk membuat anak merasa aman lebih dulu dengan memberikan cinta kita sebagai orangtuanya.

Bisa dengan dirangkul, dipeluk, digendong, atau dijauhkan dari hal-hal yang membuatnya takut. Dalam kejadian ini, aku langsung menggendong Araz dan memangkunya sambil mengatakan kalau aku ada, sehingga ia gak perlu khawatir.

menemani anak hadapi Takut

Selanjutnya, kita perlu menjelaskan perasaan apa yang sedang dihadapinya sehingga anak bisa belajar memahami dan mengelola emosinya. Aku katakan “Kakak takut ya? Kakak takut injak pasir?”.

Lalu menanyakan apa yang membuatnya takut. Kita bisa memberikan respons dan afirmasi positif untuk anak. Misalnya dengan mengatakan “It’s ok, kak. Pasir nggak apa-apa. Ada bunda di sini”.

Sebaiknya jangan memberikan respon dengan ketakutan yang sama. Melainkan, beri respon positif yang bertentangan dengan ketakutan tersebut. Temani ia menghadapi rasa takutnya dan katakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Setelah anak terlihat lebih tenang dan merasa aman, ajak mereka menghadapi hal yang ditakuti secara perlahan-lahan. Di kejadian ini aku mengambil sedikit pasir dan menawarkan Araz untuk memegangnya, merasakan teksturnya, sambil terus memberikan afirmasi positif bahwa pasir bukan suatu hal yang menakutkan.

Yang terpenting, jangan memaksa anak untuk langsung berani dan mau kembali terjun menghadapi hal-hal yang membuatnya takut. Karena khawatir ketika kita memaksanya menghadapi ketakutan padahal ia sendiri belum siap, hal tersebut malah menimbulkan trauma bagi anak. Kita gak mau hal itu terjadi kan parents…

menemani anak hadapi Takut

Terakhir, kita bisa memberikan reward atau penghargaan ketika anak berhasil menghadapi rasa takutnya. Bisa dengan pujian, pelukan, atau hal yang ia suka misalnya eskrim atau kue. Aku memberikan reward berupa pujian seperti, “Wah kakak hebat ya berani pegang pasir” ketika Araz mau menghadapi rasa takutnya terhadap pasir pantai. Penting diingat bahwa kita juga tidak boleh memberi pujian yang berlebihan kepada anak.

Jadi pujilah anak secara jelas dan terarah, sesuai dengan keberhasilan yang ia lakukan. Penghargaan ini bisa membuat anak semakin termotivasi dan percaya diri untuk menghadapi ketakutan-ketakutan lainnya.

Dari kejadian ini, Araz masih belum mau kembali turun ke pantai tanpa alas kaki setelah beberapa lama aku coba temani beradaptasi. Tapi, ia sudah berani menyentuh dan menggenggam pasir dengan tangannya dan mengatakan “Pasir oke, Araz gak takut”.

Aku juga tidak memaksanya untuk langsung berani dan harus mengalahkan rasa takutnya saat itu juga. Karena aku percaya bahwa semuanya berproses, maka biarkan ia menikmati proses itu dengan sendirinya. Sehingga ia bisa lebih belajar memahami perasaan, mengelola emosi, dan mencari jalan keluar dalam menghadapi masalahnya sendiri.

Pentingnya Menemani Anak Menghadapi Rasa Takut   

Parents, sebagai orangtua sudah seharusnya kita lebih bijak dan mau berusaha memahami apa yang anak kita rasakan. Karena anak-anak kita terkadang masih kesulitan mengutarakan apa yang mereka rasa dan inginkan. Tunjukkan cinta, agar mereka merasa aman dan nyaman di dekat kita. Semoga kita semua mau terus berusaha agar bisa menjadi orangtua yang lebih baik untuk mereka ya Parents!

 

Ditulis oleh Amalina Mutia Zahra, VIPP Member theAsianparent ID

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianParent Indonesia

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Pentingnya Menemani Anak Menghadapi Rasa Takut  
Bagikan:
  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

    Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

    Doa Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Caranya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti