TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Parents, STOP katakan 7 hal ini pada anak laki-laki Anda

Bacaan 3 menit
Parents, STOP katakan 7 hal ini pada anak laki-laki Anda

Parents bertanggung jawab mendidik anak laki-laki agar tumbuh menjadi pria yang menghargai perempuan. Caranya? Stop katakan hal ini pada anak Anda!

Pemberdayaan perempuan, gerakan #MeToo, memerangi diskriminasi gender — semua ini akan mengubah dunia. Sebagian besar dari perubahan ini tergantung pada Bunda dan bagaimana cara Anda mendidik anak laki-laki.

Jika ingin putra Anda tumbuh dengan baik, penuh hormat, dan ramah kepada semua orang, maka Bunda harus berhenti mengatakan hal-hal berikut ini pada putra Anda.

Mendidik anak laki-laki: Stop katakan 7 hal ini

mendidik anak laki-laki 1

1. “Anak laki-laki harus kuat”

Banyak orang berpikir bahwa pria itu tangguh dan wanita jauh lebih emosional. Itulah mengapa Anda mungkin sering melihat para ayah mengatakan “Jangan cengeng!” atau “Anak laki-laki harus kuat”.

Namun kenyataannya, anak laki-laki dan anak perempuan sama. Wajar jika ada laki-laki yang sensitif dan ada wanita yang tangguh.

Setiap orang diciptakan berbeda, dan semua karakter itu tidak berkaitan dengan gender.

2. “Kamu bertingkah seperti anak cewek”

Apa maksudnya ‘bertingkah seperti anak perempuan’? Pada dasarnya anak laki-laki dan anak perempuan memiliki sifat, kebiasaan, dan minat yang cenderung sama.

Mengatakan kepada anak laki-laki Anda bahwa ia bertingkah seperti anak cewek merupakan sebuah penghinaan. Tak pernah ada yang salah dengan menjadi anak perempuan.

Sebagai orangtua, penting untuk mengajarkan kesetaraan kepada anak sejak usia dini dengan tidak membuat mereka berpikir bahwa satu jenis kelamin lebih unggul dari yang lain.

3. “Kamu harus lebih laki, dong!”

mendidik anak laki-laki 2

Apa artinya menjadi seorang pria? Bagi sebagian besar masyarakat, anak laki-laki harus tumbuh sesuai dengan pandangan tradisional seorang pria.

Namun, akhir-akhir ini mulai ada perubahan mengenai stereotip pria. Pria bisa memiliki berbagai bentuk dan ukuran dengan kepribadian yang unik. Bunda harus mendidik anak laki-laki untuk menjadi dirinya sendiri dan bangga akan siapa dirinya.

4. “Ini bukan untuk anak laki-laki”

Sering mengucapkan kalimat ini ketika melihat anak laki-laki memainkan mainan ‘cewek’? Sebenarnya apa yang salah jika anak laki-laki ingin bermain boneka atau masak-masakan?

Mainan tetaplah mainan dan anak-anak sangat suka bermain. Tak peduli apakah anak Anda bermain robot atau boneka, yang penting anak Anda merasa senang dan bisa memelajari sesuatu.

Hal yang sama juga berlaku pada pakaian atau warna. Siapa bilang anak laki-laki tidak boleh memakai warna pink karena dianggap feminin?

Jika anak laki-laki Anda ingin mengenakan kemeja warna pink, apakah Bunda akan melarangnya?

5. “Anak laki-laki tidak boleh menangis!”

mendidik anak laki-laki 3

Tidak masalah jika anak laki-laki ingin menangis. Jika anak laki-laki merasa sedih, tidak masalah jika ia ingin mengekspresikannya dengan menangis. Hal itu wajar kok!

Mengakui perasaan anak merupakan hal penting, dan menangis adalah salah satu cara anak mengenali emosinya. Parents harus selalu mengakui juga perasaan anak.

6. “Kamu mau orang-orang mengira kamu itu cewek?”

Berhenti mengucapkan kalimat ini pada anak laki-laki Anda, Bun! Kalimat ini membuat seolah-olah menjadi anak perempuan adalah hal buruk, meski kenyataannya tidak.

Tidak ada yang salah dengan menjadi anak perempuan dan Parents harus menjauhi pemikiran jadul mengenai batasan gender. Kalimat tersebut tak hanya merendahkan anak laki-laki Anda, tapi juga merendahkan perempuan secara umum.

Menyebut seseorang sebagai anak perempuan seharusnya tidak boleh menjadi hinaan. Penerimaan dan pengertian adalah apa yang dibutuhkan oleh anak-anak, bukan penghakiman dari orangtuanya.

Artikel terkait: “Aku Ingin Membesarkan Anak Lelakiku Seperti Anak Perempuan”

7. “Yaaa… namanya juga anak laki-laki. Anak-anak tetaplah anak-anak.”

Mengatakan kalimat ini kepada anak, pada dasarnya Anda mengajari anak untuk tidak bertanggung jawab atas tindakannya. Jika anak laki-laki melakukan kesalahan, jangan dibiarkan karena “Namanya juga anak-anak”. Hal ini hanya menciptakan budaya yang memungkinkan pria melakukan apa pun yang mereka inginkan, tanpa dampak atau tanggung jawab sama sekali.

Pernah mengucapkan kalimat-kalimat di atas pada anak laki-laki Anda, Bun? Mulai sekarang coba berhenti mengucapkan kalimat di atas, yuk!

Share artikel ini, Bun, agar semakin banyak orangtua yang memahami.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

 

*Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

5 Pelajaran Hidup yang Harus Diajarkan Ayah pada Jagoan Kecilnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Parents, STOP katakan 7 hal ini pada anak laki-laki Anda
Bagikan:
  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

    20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

    20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti