Mencegah Konstipasi pada Balita

Mencegah Konstipasi pada Balita

Kendati konstipasi sering terjadi pada balita, tidak berarti kita dapat membiarkan kondisi seperti ini. Simak cara mencegah konstipasi berikut.

Konstipasi ternyata merupakan hal yang paling sering dialami balita. Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas anak Anda sehari-hari.

Tidak BAB setiap hari, konstipasi atau normal?

Beberapa orang–termasuk balita–tidak rutin BAB setiap hari. Namun ada beberapa orang yang bahkan BAB sebanyak dua atau tiga kali sehari. Lalu bagaimana menentukan bahwa BAB mereka normal atau tidak?

Jika tidak ada perubahan pada kebiasaan makan dan minum balita Anda sehari-hari, Anda tentunya dapat mengetahui bagaimana kondisi BAB ‘normal’ untuknya. Jika suatu saat mereka sulit BAB, berarti si kecil sedang mengalami konstipasi.

Tanda-tanda konstipasi adalah:

  • Sakit perut
  • Kembung
  • Tidak ingin BAB karena akan terasa sakit
  • Menangis atau menjerit saat BAB
  • Kehilangan nafsu makan atau bahkan ingin muntah
  • Rewel
Tidak perlu panik

Anda pasti terkejut dengan fakta bahwa konstipasi pada balita adalah hal yang normal. Sistem pencernaan mereka masih menyesuaikan pola makan yang baru, yaitu makanan padat sebagai makanan utama dan cairan (susu dan air) sebagai tambahan. Pola ini terbalik dengan kondisi semasa ia berusia 6 bulan hingga 1 tahun, di mana makanan padat hanyalah sebagai pendamping ASI.

Tidak panik bukan berarti tidak peduli. Jika si kecil mengalami konstipasi, tentu kita harus bertindak untuk mengatasi rasa sakit tersebut. Jika tidak, maka si kecil pun bisa ngambek dan tak mau belajar ‘pup’ sendiri (toilet training). Atau, parahnya, si kecil justru tidak mau berusaha mengejan atau anus bisa luka akibat konstipasi.

Pada umumnya balita pup sekali dalam sehari, dalam kondisi tidak konstipasi. Tanda konstipasi adalah BAB keras dan sulit keluar dan mungkin disertai sedikit bercak darah. Jika hal ini terjadi pada balita Anda, maka tindakan pencegahan serta penyembuhan harus segera dilakukan.

Cara mencegah konstipasi

Pencegahan konstipasi tidak sulit, karena hanya melalui pengaturan pola makan sehari-hari. Caranya adalah:

  • Perbanyak minum air. Baca juga : Mengapa Balita Butuh Banyak Minum Air Putih Setiap Hari
  • Pastikan si kecil mengkonsumsi buah yang mempermudah BAB, seperti pepaya, pir, plum, peach, prune.
  • Makanan yang mengandung probiotik dapat membantu sistem pencernaan.
  • Hindarkan si kecil dari junk food dan makanan tidak sehat lainnya, seperti makanan ringan dalam kemasan, permen, makanan olahan, dll. Makanan-makanan tersebut seringkali mengandung bahan kimia yang menyebabkan konstipasi dan kurang mengandung serat.
  • Pisang dan ubi tak perlu dikonsumsi terlalu banyak.
  • Makanan yang mengandung karbohidrat (termasuk nasi) membuat BAB padat, sehingga jumlahnya harus diimbangi dengan konsumsi buah dan sayuran.
  • Jika balita Anda sudah training toilet, pastikan rutinitas ke toilet ini terus dilakukan. Temani dan biarkan mereka merasa relaks. Ajak bernyanyi, membaca, atau bentuk komunikasi intens lainnya. Rasa nyaman akan membuat si kecil tidak takut lagi BAB. Sebaliknya, jika ia sudah ketakutan terlebih dahulu, ia tidak akan mau lagi ke toilet.
  • Banyak berolahraga bermanfaat untuk mencegah konstipasi. Pastikan si kecil aktif berlari, melompat, memanjat, berjalan, dan bergerak bebas. Semuanya ini sangat penting untuk menjaga sistem pencernaan dalam tubuh bekerja dengan baik.
  • Obat konstipasi yang mengandung glycerin dapat menyebabkan ketergantungan. Konsultasikan dengan dokter bila kondisi ini tidak dapat diatasi melalui diet makanan.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Baca juga artikel menarik lainnya:

7 Tanda Balita Siap Training Toilet

9 Cara Mendidik Balita yang Suka Melempar Barang

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner