Penelitian: asam folat bukan satu-satunya yang bisa mencegah cacat lahir pada bayi

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sebuah studi terbaru mengungkap, bahwa asam folat bukan satu-satunya multivitamin yang bisa mencegah cacat lahir pada bayi. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ibu pasti sering mendengar bahwa asam folat adalah pencegah cacat lahir pada bayi yang ampuh jika dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan. Akan tetapi, sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa ada zat lain yang bisa mencegah cacat lahir pada bayi.

Penelitian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine ini menemukan fakta bahwa vitamin B3 juga memiliki peranan penting dalam mencegah cacat lahir pada bayi dan keguguran.

Artikel terkait: Penelitian; faktor utama penyebab keguguran berulang

Studi yang dilakukan Institut Victor Chang di Sydney, Australia ini menganalisa DNA dari 4 keluarga. Para ibu dalam keluarga tersebut mengalami beberapa kali keguguran dan bayi yang lahir mengalami berbagai macam cacat lahir, seperti gagal jantung dan gagal ginjal.

Pada setiap anak yang diteliti, ilmuwan mendapati bahwa ada dua gen yang menyebabkan adanya kekurangan molekul vital yang disebut nicotinamide adenine dinucleotide (NAD).

Para peneliti kemudian menguji teori mereka dengan mengambil dua gen tersebut dari tikus yang sedang hamil, untuk melihat apakah bayi yang lahir mengalami kecacatan. Awalnya, semua tikus yang diuji melahirkan bayi yang normal tanpa cacat.

mencegah cacat lahir pada bayi

Para peneliti menggunakan tikus di laboratorium untuk menganalisa dampak vitamin B3 dalam mencegah cacat lahir pada bayi.

Kemudian, ilmuwan yang terlibat studi ini menyadar makanan tikus kaya akan vitamin B3 atau niacin, yakni nutrisi yang menggantikan peranan penting molekul NAD. Oleh karena itu, mereka memulai lagi eksperimennya dengan memberi makanan tikus tanpa vitamin B3.

Hasilnya, beberapa bayi tikus meninggal dalam kandungan dan bayi tikus yang lahir mengalami cacat lahir dengan gejala yang mirip dengan 4 keluarga yang telah dianalisa sebelumnya.

Sherry Ross, M.D, seorang ahli kandungan dan pakar kesehatan wanita di Pusat Kesehatan Providence St John, California mengamini hasil penelitian ini.

"Niacin telah menjadi bagian dari campuran vitamin prenatal. Kami juga mendorong para ibu hamil untuk mengonsumsinya selama puluhan tahun," ungkapnya seperti dikutip dari Parents.

"Penelitian ini menjadi pengingat agar vitamin prenatal wajib diminum secara rutin. Dimulai sejak 3 bulan sebelum hamil untuk memastikan tubuh ibu memiliki nutrisi optimal yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan rahim dan mencegah cacat lahir pada bayi," tambah Sherry.

mencegah cacat lahir pada bayi

Mengonsumsi vitamin B3 sebelum hamil bisa menjaga kesehatan tubuh ibu dan mencegah cacat lahir pada bayi.

Sherry melanjutkan, "Sekitar 50% kehamilan tidak direncanakan, dan kebanyakan ibu tidak tahu bahwa mereka sedang hamil hingga usia kehamilan 8 minggu, ketika periode kehamilan sudah mulai berkembang."

"Penelitian ini mengingatkan kita semua untuk mengkonsumsi multivitamin dan nutrisi yang dibutuhkan sebelum kehamilan terjadi. Supaya ibu tidak kekurangan nutrisi penting apapun," pungkasnya.

Nah, bagi Bunda yang sedang promil, mulailah mengonsumsi makanan mengandung vitamin B3, niacin, dan asam folat dari sekarang. Mintalah resep dokter untuk dosis yang aman Bunda konsumsi.

Untuk mendapatkan multivitamin dan nutrisi alami, Bunda bisa makan daging ayam, ayam kalkun, tuna, dan daging dari sapi yang hanya makan rumput. Jika Bunda seorang vegetarian, Bunda bisa mendapatkannya dari kacang-kacangan, sayuran daun hijau, kacang polong, asparagus, ubi jalar, dan lain-lain.

Semoga bermanfaat ya, Bunda.

 

Baca juga:

4 Bahaya yang Mengancam Bayi Jika Ibu Hamil Tidak Makan Dengan Baik

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kehamilan